10 Pemain Tapi Menang! Zaid Tahseen Dapat Kartu Merah Usai Kasar ke Timnas Indonesia
4 mins read

10 Pemain Tapi Menang! Zaid Tahseen Dapat Kartu Merah Usai Kasar ke Timnas Indonesia

Timnas Indonesia Kandas di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan dalam laga melawan Irak dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Meski sempat memiliki kesempatan emas, Garuda akhirnya kalah 0-1 dari lawannya setelah Zaid Tahseen, pemain bertahan Irak, diusir wasit usai menerima kartu kuning kedua pada masa tambahan waktu.

Laga yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB, menjadi pertandingan sengit antara dua tim yang sama-sama mengincar poin penuh. Indonesia tampil agresif sejak menit awal, dengan tekanan cepat dari sisi sayap yang membuat pertahanan Irak bekerja keras.

Permainan Ketat dan Peluang Emas

Pada menit kedelapan, Calvin Verdonk memberikan peluang pertama bagi Indonesia. Sayangnya, tembakannya dari luar kotak penalti membentur pemain Irak dan hanya menghasilkan sepak pojok. Thom Haye kemudian mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh, tetapi juga gagal memasukkan bola ke gawang.

Meski dua peluang awal gagal berbuah gol, intensitas serangan Indonesia membuat pertahanan Irak terus berjuang. Pada menit ke-14, Mauro Zijlstra mendapat kesempatan emas setelah menerima umpan matang dari Thom Haye. Namun, tembakannya masih bisa ditepis oleh kiper Irak, Jalal Hassan.

Selepas itu, laga berjalan lebih terbuka. Irak mencoba keluar dari tekanan lewat serangan balik cepat, tetapi lini belakang Indonesia tampil disiplin dan tak memberi ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang berbahaya.

Kesulitan Memecah Kebuntuan

Meski unggul tipis dalam penguasaan bola, Indonesia kesulitan memecah kebuntuan. Kombinasi antar pemain di lini tengah berjalan baik, namun penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah terbesar.

Menit ke-33 menjadi momen nyaris bahagia bagi skuad Garuda. Eliano Reijnders hampir membuka keunggulan lewat sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti, sayang bola masih membentur tiang gawang dan memantul keluar. Hingga peluit babak pertama berbunyi, skor kacamata 0-0 tetap bertahan.

Gol dan Kartu Merah

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Irak mulai berani keluar menyerang dan mencoba menekan dari sisi sayap, sedangkan Indonesia tetap berupaya mengandalkan kecepatan pemain depannya untuk mencuri gol.

Petaka datang bagi Indonesia di menit ke-76. Gelandang muda Irak, Zidane Iqbal, berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang dan menaklukkan kiper Garuda lewat sepakan keras yang membuat skor berubah menjadi 1–0 untuk Irak.

Gol itu menjadi pukulan berat bagi semangat tim Indonesia yang sejatinya tampil cukup dominan sepanjang laga. Meski tertinggal, semangat anak asuh Patrick Kluivert tak padam dan mereka terus berusaha menekan hingga menit-menit akhir.

Insiden Panas dan Keunggulan Jumlah Pemain

Peluang balasan sempat hadir lewat aksi individu Reijnders di sisi kanan, namun umpan silangnya tak mampu disambut dengan sempurna oleh barisan depan. Waktu kian menipis, dan tensi permainan mulai meningkat di masa tambahan.

Pada menit ke-90+9, insiden panas terjadi ketika Zaid Tahseen melakukan tekel keras kepada pemain Indonesia yang sedang menggiring bola. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua untuk bek Irak itu yang berarti kartu merah.

Kartu merah tersebut membuat Irak harus bermain dengan 10 pemain di sisa waktu pertandingan. Situasi itu sempat memberi angin segar bagi Indonesia yang mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menekan habis pertahanan lawan.

Sayangnya, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1–0 untuk Irak tetap tak berubah. Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan lawan meski tampil berani dan sempat menguasai jalannya permainan di sebagian besar laga.

Evaluasi dan Harapan Masa Depan

Kekalahan ini terasa pahit mengingat secara statistik Indonesia mampu menciptakan lebih banyak peluang. Namun ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol kembali menjadi kendala utama skuad Garuda di laga penting ini.

Sementara itu, kartu merah Zaid Tahseen menjadi sorotan tersendiri. Selain memperlihatkan tensi tinggi di lapangan, insiden tersebut menunjukkan betapa kerasnya pertarungan dua tim yang sama-sama mengincar poin penuh.

Meski gagal membawa pulang hasil positif, performa solid Indonesia tetap menuai apresiasi dari para pendukungnya. Permainan disiplin, pressing ketat, dan keberanian menyerang menunjukkan perkembangan signifikan skuad Garuda di level Asia.

Dengan hasil ini, Indonesia memupus mimpi bermain di Piala Dunia 2026. Namun, harapan tetap terbuka untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal