26 Dapur MBG di Magelang Beroperasi, Tapi Belum Ada SLHS
2 mins read

26 Dapur MBG di Magelang Beroperasi, Tapi Belum Ada SLHS

Kondisi SPPG di Kabupaten Magelang

Di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saat ini masih banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal ini terkait dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi siswa.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, menjelaskan bahwa hingga saat ini, terdapat 45 SPPG di wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 SPPG sudah beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian administrasi.

Nanda mengungkapkan bahwa pada awal pelaksanaan MBG, Badan Gizi Nasional menekankan agar SPPG dapat berjalan terlebih dahulu, sedangkan kepemilikan SLHS menjadi urusan belakangan. Ia menegaskan bahwa SPPG yang belum memiliki SLHS tetap melanjutkan program MBG, karena tidak ada perintah dari pemerintah pusat untuk menghentikannya.

Pentingnya SLHS dalam Pengelolaan Pangan

SLHS diterbitkan oleh dinas kesehatan sebagai bentuk pengakuan bahwa suatu jasa boga telah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan dalam pengelolaan pangan. Untuk menerbitkan SLHS, dinas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap kebersihan air, lingkungan, peralatan, keamanan pangan, serta kemampuan petugas dalam mengolah makanan yang aman.

Ketentuan ini diwajibkan bagi setiap jasa boga, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021.

Persyaratan SLHS dan Proses Operasional

Koordinator Wilayah SPPG Magelang, Farhan Firdaus, menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional mengarahkan agar SPPG sudah memiliki SLHS setelah produksi dan distribusi menu MBG yang pertama kali. Syarat untuk mengurus SLHS harus menyertakan sampel menu makanan, sehingga SLHS tidak dapat diurus sebelum operasional dimulai.

Farhan menambahkan bahwa semua SPPG yang sudah beroperasi di Magelang menerapkan sistem keamanan pangan berupa Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

Setelah menu MBG selesai diproduksi, ahli gizi dan kepala SPPG melakukan uji coba terhadap makanan tersebut sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat. Guru yang bertanggung jawab atas pelaksanaan MBG di sekolah juga turut mencicipi makanan sebelum disajikan kepada siswa.

Pengelolaan Limbah dan Keamanan Pangan

Terkait penanganan limbah, dapur MBG diarahkan untuk memisahkan bahan organik dan anorganik. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya keracunan atau masalah kesehatan lainnya.

\”Jadi, di Magelang, kami memastikan jangan sampai ada keracunan,\” imbuh Farhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal