4 Bahaya Memutar Setir Saat Parkir atau Berhenti
3 mins read

4 Bahaya Memutar Setir Saat Parkir atau Berhenti

Bahaya Memutar Setir Saat Mobil Diam

Anak kecil sering kali terlihat antusias memutar setir mobil saat kendaraan sedang parkir. Meski terlihat lucu, kebiasaan ini juga sering dilakukan oleh pengemudi dewasa, terutama ketika meluruskan ban. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa menimbulkan risiko besar bagi sistem kemudi mobil. Memutar setir saat mobil diam dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai komponen mobil, mulai dari power steering hingga suspensi. Berikut adalah penjelasan mengapa sebaiknya setir hanya diputar saat mobil mulai bergerak pelan.

Tekanan Tinggi di Sistem Power Steering



Ketika mobil berhenti dan setir diputar, sistem power steering harus bekerja tanpa bantuan rotasi roda. Hal ini menyebabkan tekanan fluida (pada sistem hidrolik) atau beban motor (pada sistem elektrik) meningkat secara drastis. Akibatnya, komponen seperti seal, pompa, dan motor bisa cepat aus atau bocor sebelum waktunya.

Masalahnya, gejala ini tidak langsung terasa. Baru setelah beberapa bulan, kamu mungkin mulai mendengar suara mendengung atau setir terasa berat. Jika sudah begitu, kamu harus bersiap merogoh kocek cukup dalam untuk perbaikan. Oleh karena itu, lebih baik memutar setir saat mobil sudah mulai bergerak pelan.

Ban dan Kaki-Kaki Ikut Menanggung Beban Ekstra



Saat mobil diam total, gesekan antara ban dan permukaan jalan menjadi jauh lebih besar. Jika kamu memaksa memutar setir, beban gesekan tersebut langsung diterima oleh ban dan kaki-kaki, seperti tie rod dan ball joint. Akibatnya, komponen tersebut cepat aus atau bahkan bisa bengkok.

Efek lainnya adalah tapak ban bisa aus tidak merata, terutama di bagian tepi. Traksi pun menurun dan kenyamanan berkendara ikut terganggu. Tak pelak, kamu akan lebih sering melakukan spooring dan balancing agar arah mobil tetap stabil.

Potensi Kerusakan Rack Steer dan Suspensi



Rack steer berfungsi mengubah gerakan setir menjadi arah roda depan. Saat kamu memutarnya ketika mobil diam, tekanan horizontal meningkat dan bisa membuat gear rack cepat longgar. Begitu pula dengan bushing dan karet penyangga yang rentan retak karena menahan beban statis berlebih.

Jika kondisi ini dibiarkan, setir bisa terasa oblak dan arah mobil sulit dikontrol. Meskipun gejalanya sering baru muncul setelah jarak tempuh cukup jauh, pengemudi sering kali terlambat sadar. Oleh karena itu, biar aman, biasakan memutar setir hanya saat roda sudah mulai berputar sedikit.

Posisi Ban Bisa Mengunci dan Mempersulit Manuver



Selain masalah teknis, memutar setir saat parkir juga bisa membuat ban depan mengunci di posisi tertentu. Ketika mobil mulai berjalan, ban butuh tenaga ekstra untuk kembali lurus. Akibatnya, beban ke mesin dan transmisi meningkat, terutama pada mobil bertransmisi otomatis.

Selain itu, pengendalian juga terasa berat, seolah mobil melawan arah putaran setir. Untuk menghindari hal ini, biasakan memutar setir sambil mobil berjalan pelan. Cara ini membuat komponen kemudi bekerja lebih ringan dan umur mobil menjadi lebih panjang.

Kesimpulan

Memutar setir mobil saat berhenti memang terlihat sepele, tapi efek jangka panjangnya bisa sangat merugikan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai komponen mobil, termasuk power steering, ban, kaki-kaki, rack steer, dan suspensi. Jadi, mulai sekarang, biasakan memutar setir hanya ketika mobil sudah mulai bergerak pelan. Dengan demikian, sistem kemudi akan tetap awet, ringan, dan nyaman dikendarai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal