5 Fakta Menarik Misi Voyager, Penjelajah Antariksa
4 mins read

5 Fakta Menarik Misi Voyager, Penjelajah Antariksa

Misi Voyager, Penjelajah Ruang Antariksa yang Legendaris

Alam semesta adalah wilayah yang sangat luas dan masih penuh misteri. Kita belum bisa mengeksplorasi seluruhnya, dan tidak pernah tahu apa yang ada di objek luar angkasa atau planet asing. Mengirim astronot ke sana jelas sangat berisiko, sehingga ilmuwan mengandalkan wahana antariksa untuk mengumpulkan data dan memberikan gambaran awal tentang sebuah objek atau planet. Salah satu misi penjelajahan luar angkasa yang paling legendaris adalah Voyager.

Dua Wahana dengan Misi Awal dan Lintasan Berbeda



Voyager 1 dan 2 awalnya tidak dirancang untuk penelitian planet raksasa di tata surya kita. Voyager 1 bertugas meneliti Jupiter, Saturnus, dan Titan, sedangkan Voyager 2 diarahkan untuk meneliti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Menariknya, Voyager 2 adalah satu-satunya wahana yang meneliti Uranus dan Neptunus dari dekat. Setelah kedua wahana tersebut mengunjungi planet tujuannya, mereka langsung menuju ruang antarbintang.

Selain menjadi satu-satunya wahana yang mengunjungi Uranus dan Neptunus, Voyager 2 diluncurkan lebih dahulu pada 20 Agustus 1977 sebelum akhirnya NASA meluncurkan Voyager 1 pada 5 September 1977. Meskipun Voyager 1 diluncurkan belakangan, kecepatan peluncurannya mencapai 17 km/detik, lebih cepat dibandingkan Voyager 2 yang hanya 15 km/detik.

Menangkap Foto Keluarga Pertama di Alam Semesta



Pada 14 Februari 1990, Voyager 1 mengirimkan foto 60 mozaik yang berisi seluruh planet di tata surya kita. Carl Sagan, seorang astronom Amerika, membutuhkan waktu 8 tahun untuk meyakinkan NASA agar membalikkan kamera Voyager 1 dan mengambil foto yang dikenal sebagai “Foto Keluarga”. Foto ini menjadi foto keluarga pertama dan satu-satunya dari tata surya kita hingga saat ini.

Dari foto keluarga ini juga ada salah satu foto ikonik dari Bumi yang diberi nama “Pale Blue Dot” atau Titik Biru Pucat. Carl Sagan mengingatkan kita bahwa seluruh kehidupan, sejarah, dan peradaban manusia terletak pada Bumi yang rapuh ini. Ia menekankan pentingnya menjaga planet kita karena jika terjadi bencana besar, kita belum punya tempat lain untuk tinggal. Setelah pengambilan foto legendaris tersebut, modul kamera pada Voyager 1 dimatikan untuk menghemat daya.

Komputer Voyager 1 Sempat Rusak



Komputer Voyager 1, Flight Data System (FDS), sempat rusak pada 2023 yang menyebabkan data yang diterima di Bumi tidak bisa dibaca. NASA tidak bisa mengirim teknisi ke sana, jadi mereka harus mencari cara memperbaiki wahana tersebut dari jarak 24 miliar kilometer. Mereka mencari dokumentasi lama dari proyek Voyager yang belum terdigitalisasi. Tantangan tidak berhenti di situ, komputer dari Voyager juga menggunakan bahasa pemrograman yang sudah tua, menambah kesulitan perbaikannya.

Lebih parahnya lagi, mereka tidak memiliki cukup waktu untuk membuat simulator untuk mengetes kode sebelum dikirim ke Voyager 1. Satu-satunya cara adalah melakukan inspeksi manual. Setelah kode perbaikan disusun, NASA mengirimkannya ke Voyager 1 dan menunggu 45 jam untuk mendapatkan respons. Beruntung, semua kode berhasil dijalankan oleh wahana tersebut.

Masih Bisa Berkomunikasi Sampai Sekarang



Walaupun diluncurkan sejak 1977, wahana antariksa ini masih bisa berkomunikasi dengan Bumi sampai artikel ini ditulis. Ini berkat baterai nuklir yang menggunakan plutonium-238. Daya baterai ini bisa bertahan puluhan tahun, jauh lebih efisien daripada tenaga surya yang tidak bisa dicapai dari jarak sejauh itu.

Namun, daya baterai perlahan menurun. NASA terpaksa mematikan beberapa instrumen di Voyager 1 dan 2 agar tetap bisa mengirim data berharga ke Bumi. Diperkirakan sekitar 2036, wahana Voyager akan benar-benar kehabisan daya. Setelah itu, kedua wahana akan terus melaju dalam gelap dan dingin ruang antarbintang, sendirian tanpa bisa lagi menyapa Bumi.

Kedua Wahana Sudah Masuk ke Ruang Antarbintang



Saat ini, kedua wahana Voyager sudah masuk ke ruang antarbintang. Voyager 1 masuk ke ruang antarbintang pada 2012, kemudian disusul oleh Voyager 2 pada 2018. Perbedaan ini terjadi karena arah berbeda ketika keduanya meninggalkan tata surya. Kedua wahana membawa Golden Record yang berisi suara, musik, dan gambar yang merepresentasikan keberagaman kehidupan dan budaya Bumi.

Golden Record juga berisi data lokasi Bumi. Meski ada penentangan karena risiko keamanan, jika ada alien yang bisa melakukan perjalanan antarbintang, kemungkinan besar mereka sudah lama mendeteksi sinyal radio kita. Golden Record berfungsi sebagai kapsul waktu dan pesan bagi peradaban di luar Bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal