8 Adab Menyusui dalam Islam yang Bisa Diamalkan Ibu
3 mins read

8 Adab Menyusui dalam Islam yang Bisa Diamalkan Ibu

Menyusui dalam konteks kehidupan seorang ibu di dalam Islam tidak hanya sekadar memberikan ASI kepada bayi, tetapi juga bisa menjadi bentuk amal ibadah jika dilakukan dengan adab yang tepat. Adab menyusui memiliki makna mendalam dan menjadi bagian dari cara hidup yang sesuai dengan ajaran agama ini. Berikut adalah beberapa hal penting terkait adab menyusui bayi dalam Islam.

Niat Ikhlas karena Allah

Segala perbuatan yang dilakukan oleh manusia akan dinilai berdasarkan niatnya. Dengan niat ikhlas karena Allah, menyusui dapat menjadi sebuah bentuk ibadah. Ibu harus menyadari bahwa tugas menyusui adalah amanah yang diberikan oleh Allah, serta menjalankan hak anak untuk mendapatkan nutrisi yang alami dan bermanfaat.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya…” (HR. Bukhari & Muslim)

Menyusui dalam Keadaan Suci

Meskipun tidak wajib, lebih utama jika menyusui dilakukan dalam keadaan suci. Dengan melakukan wudhu sebelum menyusui, ibu akan merasa lebih tenang dan penuh khusyuk. Hal ini juga memperkuat nilai spiritual dalam proses penyusuan.

Membaca Doa Sebelum Menyusui

Ibu dapat membaca doa agar anak mendapat keberkahan dan perlindungan. Contoh doa yang bisa dibaca adalah:

Basmalah: Bismillāhirrahmānirrahīm

Doa perlindungan:

“U‘īduka bi kalimātillāhit-tāmmati min kulli syaiṭānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah.”

(Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, binatang berbahaya, dan pandangan mata yang jahat). (HR. Bukhari)

Memulai Menyusui dari Sisi Kanan

Dalam Islam, segala sesuatu dimulai dari sisi kanan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan minumlah dengan tangan kanannya…” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, para ulama menganjurkan untuk memulai penyusuan dari payudara kanan. Namun jika tidak memungkinkan, seperti payudara kanan sakit atau payudara kiri masih terlalu penuh, tidak perlu dipaksakan. Ini hanyalah anjuran, bukan kewajiban.

Menyusui dengan Lembut dan Penuh Kasih

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah diberikan kelembutan pada sesuatu melainkan akan menghiasinya…” (HR. Muslim)

Menyusui dilakukan dengan sabar, tidak membentak, apalagi dalam keadaan marah. Kelembutan dan kasih sayang sangat penting dalam proses penyusuan agar bayi merasa nyaman dan aman.

Menutup Aurat saat Menyusui

Jika berada di tempat umum, ibu hendaknya menjaga aurat dengan menggunakan kain penutup. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam QS. An-Nur: 31 tentang menjaga kehormatan dan aurat.

Mengucapkan Zikir atau Membaca Al-Qur’an

Waktu menyusui bisa menjadi momen untuk berdzikir atau membaca ayat pendek dari Al-Qur’an. Selain menenangkan hati ibu, juga membawa keberkahan bagi anak.

Tidak Menyusui dalam Keadaan Marah atau Hati Gelisah

Hati ibu sangat berpengaruh pada kondisi anak. Dalam Islam, seorang ibu dianjurkan memberi ASI dengan hati lapang, karena emosi bisa berdampak pada kenyamanan bayi. Jika sedang marah, usahakan tenangkan diri terlebih dahulu dan mintalah orang lain untuk menjaga bayi sebentar. Kembalilah untuk menyusui saat detak jantung Anda lebih stabil, sehingga bayi juga bisa tenang dan tidak rewel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal