8 Bakteri dan 2 Virus Penyebab Keracunan Massal Menu MBG, Menkes Tekankan Identifikasi
2 mins read

8 Bakteri dan 2 Virus Penyebab Keracunan Massal Menu MBG, Menkes Tekankan Identifikasi

Penyebab Keracunan Massal Akibat Menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengungkap delapan jenis bakteri yang menjadi penyebab keracunan massal yang menimpa banyak siswa setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR pada Rabu (1/10/2025).

Delapan bakteri tersebut adalah:
* Salmonella
* Escherichia coli
* Bacillus cereus
* Staphylococcus aureus
* Clostridium perfringens
* Listeria monocytogenes
* Campylobacter jejuni
* Shigella

Selain itu, ditemukan pula dua jenis virus yang turut menjadi pemicu keracunan, yaitu norovirus atau rotavirus serta hepatitis A virus.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya identifikasi bakteri dan virus ini dalam menentukan penanganan yang tepat bagi korban keracunan. Ia menjelaskan bahwa identifikasi ini sangat penting karena akan menentukan jenis pengobatan yang diperlukan jika seseorang terkena keracunan.

\”Kenapa ini menentukan untuk kita cari tahu? Karena ini nanti menentukan satu, treatmentnya seperti apa kalau dia kena,\” ujar Budi dalam rapat kerja tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa temuan ini bisa membantu melacak asal muasal keracunan. Menurutnya, masing-masing bakteri atau virus memiliki cara muncul yang berbeda-beda, sehingga identifikasi dapat membantu menemukan sumber utama keracunan.

Jumlah Korban Keracunan MBG

Dalam kesempatan yang sama, Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa hingga 30 September 2025, terdapat 6.457 korban keracunan akibat konsumsi menu MBG. Jumlah tersebut dibagi ke dalam tiga wilayah:

  • Wilayah I (Pulau Sumatera): 1.307 orang
  • Wilayah II (Pulau Jawa): 4.147 orang, ditambah kemungkinan 60 orang dari Garut
  • Wilayah III (Indonesia Timur): 1.003 orang

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa di wilayah pertama, jumlah korban keracunan mencapai 1.307 orang. Di wilayah kedua, angka meningkat menjadi 4.147 orang, dengan tambahan 60 orang dari Garut. Sementara di wilayah ketiga, terdapat 1.003 orang korban.

Masalah Sanitasi di Dapur MBG

Dadan juga mengungkap bahwa masih banyak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG yang belum memiliki sistem sanitasi air yang memadai. Ia menjelaskan bahwa dari kejadian di berbagai tempat, tampak bahwa tidak semua air di SPPG memiliki sanitasi yang baik.

\”Sehingga memang kemudian Pak Presiden memerintahkan agar di seluruh SPPG dibutuhkan alat sterilisasi,\” jelas Dadan.

Ia memberikan contoh kondisi SPPG di Bandung, yang meski tampak tertata dengan baik, namun belum memenuhi standar dalam hal pencucian peralatan makan. BGN pun telah mengeluarkan instruksi untuk memperketat penggunaan air bersih di dapur MBG, baik untuk memasak maupun mencuci peralatan.

\”Kita sudah instruksikan agar mereka menggunakan air galon untuk memasak. Untuk mencuci, airnya perlu diberikan saringan,\” kata Dadan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal