Mahasiswa Unpad Kembangkan Mesin Deteksi Sapi Perah Sakit Mastitis
2 mins read

Mahasiswa Unpad Kembangkan Mesin Deteksi Sapi Perah Sakit Mastitis

Inovasi Mahasiswa Unpad dalam Mendeteksi Penyakit Mastitis pada Sapi Perah

Tim mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil menciptakan alat pendeteksi dini penyakit mastitis pada sapi perah. Alat yang dinamakan PertraScan ini telah diuji coba dengan sampel susu dari 60 ekor sapi, dan tingkat akurasinya diklaim mencapai 95 persen. Proses pengembangan alat ini dimulai sejak Juli 2025, dan melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan seperti Teknik Informatika, Biologi, Ilmu Peternakan, dan Teknik Elektro.

Tim Pengembang dan Pendanaan

Anggota tim terdiri dari Athifah Ari Ghumaisha, Muhamad Hilmy Al Hafidz, Adlina Rohadatul Aisy, Umar Abdurrahmannasrulloh, dan M. Luthfi Firdaus. Mereka dibimbing oleh dosen Novi Mayasari dan mendapatkan pendanaan dari program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebesar Rp 7.450.000 serta dari Unpad sebesar Rp 1,5 juta. Dana tersebut disebut cukup untuk pembuatan prototipe alat.

Masalah yang Diatasi

Penyakit mastitis adalah salah satu masalah utama dalam industri peternakan sapi perah. Berdasarkan penelitian sebelumnya, sekitar 63,42 persen sapi perah di Indonesia terinfeksi penyakit ini. Penyebabnya adalah mikroorganisme yang menyerang ambing atau kelenjar penghasil susu, menyebabkan peradangan. Penyakit ini bisa menular antarsapi melalui tangan pemerah susu atau lingkungan yang tidak bersih.

Saat ini, pemeriksaan mastitis biasanya dilakukan di laboratorium atau menggunakan California Mastitis Test untuk pemeriksaan cepat. Namun, proses ini membutuhkan waktu dan pengobatan dengan antibiotik. Susu yang masih mengandung antibiotik tidak dapat dikonsumsi, sehingga merugikan peternak.

Cara Kerja PertraScan

PertraScan dirancang sebagai alat deteksi dini yang mudah digunakan. Mesin ini menggunakan biosensor multiparameter dengan metode spektroskopi yang terintegrasi dalam mesin pemerah susu. Indikator deteksinya menggunakan fluorosensi atau warna kuning dan jingga yang dikeluarkan dari reagen, serta absorbansi atau jumlah cahaya yang diserap sensor.

Alat ini memiliki ukuran 60 x 40 x 32 sentimeter dan berbobot sekitar 25 kilogram. Dirancang dengan roda untuk memudahkan pergerakan, PertraScan akan digunakan di kandang-kandang sapi perah. Tahap awal pemakaiannya, selang dihubungkan dari pompa ke puting sapi betina untuk diperah susunya oleh mesin. Susu kemudian ditampung dalam wadah lalu dimasukkan ke kompartemen yang disebut laboratorium mini.

Selama pemerahan, susu diperiksa dengan reagen dan sensor cahaya. Somatic Cell Count (SCC) susu akan memancarkan fluorosensi dan absorbansi, sehingga saat pemerahan akan bersamaan dengan pendeteksian penyakit.

Hasil Pemeriksaan dan Pengembangan Lanjutan

Sampel susu yang diperiksa sesuai rasio 1:10 dengan susu yang dihasilkan sapi. Kapasitas produksi susu tiap sapi beragam. Hasil pemeriksaan yang keluar dalam waktu 10 menit kemudian ditampilkan datanya pada layar LCD mesin. Tim juga mengembangkan website agar pengguna bisa memantau hasil pemeriksaan sapi lewat layar ponsel.

Penyempurnaan mesin akan dilakukan hingga November 2025. Selanjutnya, tim akan mengajukan hak paten dan edukasi ke masyarakat soal pentingnya susu. Rencananya, tahun depan alat deteksi penyakit mastitis itu akan dikomersialkan. Harganya, menurut Adlina, ditaksir bisa jauh lebih murah daripada alat sejenis yang dijual saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal