Target Innovillage 2025 Telkom University, Tema Adopsi AI
2 mins read

Target Innovillage 2025 Telkom University, Tema Adopsi AI

Pendaftaran Innovillage 2025 Dibuka untuk Mahasiswa Seluruh Indonesia

Innovillage 2025, sebuah kompetisi inovasi sosial yang digagas oleh Telkom Indonesia dan Telkom University, kini telah membuka pendaftarannya. Kompetisi ini ditujukan bagi mahasiswa di seluruh Indonesia, dengan periode pendaftaran yang berlangsung mulai tanggal 20 Oktober hingga 10 November mendatang. Tahap awal kompetisi melibatkan observasi lapangan, penyusunan proposal, serta pembuatan video usulan. Hasilnya akan diunggah sebagai bagian dari seleksi awal di kanal resmi lomba tersebut.

Innovillage 2025 memiliki dua kategori utama, yaitu inovasi yang berdampak sosial berkelanjutan untuk perubahan jangka panjang di masyarakat, serta Creating Shared Value (CSV) agar manfaat sosial bisa bersinergi dengan nilai ekonomi. Senior General Manager Social Responsibility Center Telkom Indonesia, Hery Susanto, menjelaskan bahwa tema kompetisi tetap berkaitan dengan isu domestik seperti kerawanan pangan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan usaha mikro kecil menengah, disabilitas, serta lingkungan. Setiap karya yang dihasilkan diharapkan dapat menjawab masalah nyata yang dihadapi masyarakat sehari-hari, bukan hanya sekadar latihan akademis.

“Tahun ini kami memperkenalkan konsep SafeAI, pendekatan yang memastikan pemanfaatan kecerdasan buatan berlangsung secara aman, etis, dan inklusif,” ujar Hery, dalam pernyataannya.

Konsep Inovasi Sosial yang Berkelanjutan

Innovillage 2025 bertujuan menghadirkan solusi sesuai kebutuhan spesifik masyarakat dan membangun kolaborasi lintas sektor. Salah satu misi utamanya adalah menempatkan inovasi sosial sebagai aset bangsa yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Lebih lanjut, kompetisi ini juga fokus pada pemanfaatan teknologi Al di tingkat komunitas yang aman, etis, dan inklusif.

Rangkaian kegiatan Innovillage 2025 dimulai dengan sosialisasi ke berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Peserta yang lolos seleksi akan mendapat pendanaan dan difasilitasi melalui program pengembangan kapasitas. Seluruh tim yang terpilih akan mengikuti rangkaian pelatihan dan pembekalan keterampilan digital terkini.

Hasil inovasi akan diimplementasikan ke berbagai daerah sesuai rancangan program masing-masing peserta. Tahap ini melibatkan dosen pendamping dan masyarakat setempat. Hasil terbaik dari seluruh proyek akan dipresentasikan pada Awarding Program 2026.

Sejarah dan Pengembangan Kompetisi

Innovillage pertama kali dirintis pada tahun 2020, dengan tujuan mendorong mahasiswa menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Jumlah peserta terus meningkat dari awalnya sekitar seribu mahasiswa menjadi lebih dari 2.800 orang pada 2024.



Peluncuran Innovillage ketiga pada 31 Agustus 2022 di Bandung. Kompetisi Innovillage bagi mahasiswa kembali digelar pada tahun ini dengan tema Empowering Young Sociopreneur for National Development. (Dok.Telkom University)

Merujuk catatan panitia, jumlah karya yang terdaftar pada 2020 mencapai lebih dari 300. Angka ini terus berkembang hingga mendekati 900 karya pada 2024. Sampai saat ini, tercatat lebih dari 2.900 prototipe inovasi telah divalidasi, dengan hampir 700 proyek berhasil diimplementasikan di berbagai wilayah Indonesia. Penyelenggara mengklaim solusi tersebut telah memberi manfaat langsung kepada lebih dari 9.900 kepala keluarga atau sekitar 29.700 orang yang tersebar di 28 provinsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal