Siswi SMA 2 Cilacap Ciptakan Alat Pendeteksi Makanan Basi
4 mins read

Siswi SMA 2 Cilacap Ciptakan Alat Pendeteksi Makanan Basi

Inovasi Siswa SMA Negeri 2 Cilacap dalam Mendeteksi Makanan Basi

Seorang siswi SMA Negeri 2 Cilacap, Jawa Tengah, telah menciptakan inovasi berupa kotak makan pintar yang dapat mendeteksi makanan basi. Alat ini dinamakan \”ompreng\” dan lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus keracunan makanan, termasuk insiden terbaru yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Alya Meisya N (16) dan Felda Triana W (16), keduanya merupakan siswi kelas XI jurusan Fisika-Matematika, merancang ompreng beberapa bulan lalu, sebelum kasus keracunan MBG menjadi sorotan media.

\”Kami menciptakan alat ini karena prihatin banyak kasus keracunan. Ompreng bisa mendeteksi kebasian makanan, terutama makanan MBG yang dibagikan di sekolah,\” ungkap Alya kepada wartawan, Kamis (2/10/2025).

Ompreng berbentuk kotak makan besar dilengkapi dengan sensor khusus pada bagian tutup. Sampel makanan dimasukkan ke dalam kotak dan ditutup. Dalam waktu 3-5 menit, sensor akan membaca kondisi makanan. Hasil pembacaan ditampilkan dalam bentuk indikator. Untuk makanan hewani, digunakan sensor MQ135, sementara makanan nabati terdeteksi melalui sensor MQ3.

Jika angka indikator melewati batas aman, alat akan memberikan peringatan. Hasil pembacaan ompreng juga dapat dipantau melalui aplikasi berbasis Android bernama Blynk IoT yang terhubung melalui jaringan WiFi.

\”Jadi bisa dipantau langsung lewat ponsel,\” tambah Alya.

Alya juga menambahkan bahwa ompreng telah melalui uji laboratorium. Inovasi ini bahkan membawa mereka meraih juara II dalam ajang AHM Best Student (AHMBS) Regional Jateng-DIY 2025 yang diselenggarakan oleh Astra Honda Motor secara daring pada 11-23 September lalu.

\”Alhamdulillah dapat juara dua. Harapannya bisa dikembangkan lebih lanjut supaya bisa bermanfaat lebih luas untuk masyarakat,\” kata Alya.

Ke depan, Alya berencana untuk menyempurnakan alat ini agar dapat mendeteksi berbagai macam bakteri berbahaya.

\”Jadi alat ini mendeteksi gas yang keluar. Masih mau disempurnakan lagi biar bisa mendeteksi berbagai macam bakteri di antaranya E. coli dan Salmonella,\” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 2 Cilacap, Masripah, mengapresiasi karya kedua siswi tersebut. Ia menyatakan bahwa ompreng lahir dari riset yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

\”Sekarang masyarakat butuh jaminan makanan MBG aman. Dengan alat ini, keyakinan itu bisa lebih terjaga,\” ujar Masripah.

Masripah juga menambahkan bahwa sekolah telah mulai menggunakan ompreng untuk mengecek makanan MBG sebelum dibagikan kepada siswa.

\”Kalau hasil pengecekan menunjukkan tidak layak, pembagian makanan langsung dihentikan demi keamanan anak-anak,\” tegasnya.

Teknologi yang Mengubah Cara Mendeteksi Makanan

Ompreng adalah contoh nyata dari bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Alat ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan makanan yang aman dan sehat. Dengan penggunaan sensor khusus dan aplikasi pendukung, alat ini memberikan solusi praktis dalam menghindari makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.

Beberapa fitur utama dari ompreng antara lain:

  • Sensor Khusus: Ompreng dilengkapi dengan sensor MQ135 untuk makanan hewani dan sensor MQ3 untuk makanan nabati. Sensor ini mampu mendeteksi gas yang dilepaskan saat makanan mulai membusuk.
  • Indikator Visual: Hasil deteksi makanan ditampilkan dalam bentuk indikator yang mudah dipahami oleh pengguna.
  • Aplikasi Pendukung: Pengguna dapat memantau hasil deteksi melalui aplikasi Blynk IoT yang terhubung ke jaringan WiFi, sehingga memudahkan pengawasan jarak jauh.
  • Pengujian Laboratorium: Sebelum dipasarkan, ompreng telah melalui berbagai uji coba di laboratorium untuk memastikan akurasi dan keandalannya.

Potensi Pemanfaatan Lebih Luas

Meskipun saat ini ompreng digunakan terutama untuk mengecek makanan MBG di sekolah, potensi pemanfaatannya bisa lebih luas. Misalnya, alat ini bisa digunakan di rumah sakit, restoran, atau bahkan di rumah tangga untuk memastikan makanan tetap segar dan aman.

Selain itu, pengembangan lebih lanjut dari ompreng bisa membuat alat ini mampu mendeteksi berbagai jenis bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella. Hal ini akan memperkuat fungsi alat sebagai alat deteksi makanan yang lebih lengkap dan andal.

Kesimpulan

Inovasi yang diciptakan oleh Alya dan Felda ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi nyata bagi masalah-masalah yang ada di masyarakat. Dengan teknologi yang digunakan, ompreng bukan hanya sebuah alat, tetapi juga harapan baru dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pengawasan makanan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal