Ternyata Ini Alasan SPBU Vivo Tidak Beli BBM Base Fuel dari Pertamina
2 mins read

Ternyata Ini Alasan SPBU Vivo Tidak Beli BBM Base Fuel dari Pertamina



Pembelian BBM dari Pertamina Batal, Ini Penjelasan dari SPBU Vivo

Dalam sebuah pertemuan resmi dengan Komisi XII DPR di kompleks parlemen Senayan, Direktur Vivo Energy Indonesia, Leonard Mamahit, memberikan penjelasan mengenai pembatalan rencana pembelian bahan bakar minyak (BBM) dari PT Pertamina (persero). Ia menyampaikan bahwa alasan utama adalah adanya kendala teknis yang tidak bisa dipenuhi oleh pihak Pertamina.

Leonard Mamahit menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan negosiasi dengan Pertamina sesuai dengan saran dari Menteri. Namun, karena beberapa hal teknis yang tidak dapat dipenuhi oleh Pertamina, maka keputusan untuk membeli BBM tersebut harus dibatalkan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kemungkinan besar pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Pertamina di masa mendatang jika kondisi teknis tersebut dapat terpenuhi.

  • Dalam rincian lebih lanjut, Leonard menyatakan bahwa saat ini seluruh stok BBM di SPBU Vivo pada bulan Oktober sudah habis. Hal ini menunjukkan bahwa pembatalan pesanan memiliki dampak signifikan terhadap operasional perusahaan. Meski demikian, ia tetap optimis bahwa kerja sama dengan Pertamina bisa terwujud di masa depan.

  • Saat ini, PT Vivo Energy Indonesia telah beroperasi sejak tahun 2015 sebagai perusahaan modal asing. Pemegang saham utamanya adalah perusahaan asal Singapura. Hingga saat ini, perusahaan ini telah memiliki 44 SPBU di wilayah Jabodetabek.

  • Sebelumnya, dikabarkan bahwa Vivo dan APR (Asosiasi Pengusaha Ritel) sepakat untuk membeli BBM dari Pertamina sebanyak 40.000 barel dari total 100.000 barel kargo impor yang ditawarkan kepada SPBU swasta. Namun, setelah kesepakatan awal tercapai, pihak Vivo membatalkan pesanan lantaran ada satu hal teknis yang tidak bisa dipenuhi.

  • Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan oleh Vivo pada Jumat (26/9) malam. Sebelumnya, Vivo dan APR telah setuju untuk membeli 40.000 base fuel sebelum jam 6 sore. Setelah itu, terjadi diskusi ulang antara dua SPBU swasta tersebut dengan Pertamina, dan akhirnya Vivo membatalkan rencana pembelian.

  • Menurut Muchtasyar, setelah kesepakatan awal, tidak semua pihak dapat melanjutkan. Hanya APR yang sempat berdiskusi, namun akhirnya juga tidak jadi. Akibatnya, tidak ada kesepakatan yang tercapai secara keseluruhan.

  • Pembatalan ini menunjukkan bahwa proses pengadaan BBM dari Pertamina tidak selalu mulus. Ketergantungan pada kondisi teknis dan koordinasi antara pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pasokan BBM.

  • Dengan situasi seperti ini, diperlukan komunikasi yang lebih intensif antara pelaku usaha dan penyedia BBM agar tidak terjadi gangguan yang berkepanjangan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap waspada terhadap perubahan harga dan ketersediaan BBM di berbagai SPBU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal