Pemkot Samarinda Latih Keamanan Pangan, Target SPPG Miliki Sertifikat SLHS
Peningkatan Kualitas Makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Kalimantan Timur terus memperketat pengawasan terhadap kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menggelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Penjamah Makanan di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Pelatihan ini digelar pada Selasa (30/9), di Gedung Bapperida Samarinda dan diikuti oleh ratusan penjamah makanan.
Maryam Amir, Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Kesehatan Olahraga, bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Samarinda, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari edaran Kementerian Kesehatan mengenai kewajiban setiap SPPG memperoleh Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).
Persyaratan untuk Mendapatkan Sertifikat SLHS
Sertifikat tersebut hanya dapat diberikan setelah memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk pelatihan penjamah makanan, inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), serta uji sampel akhir. Maryam menjelaskan bahwa semua relawan atau penjamah, yang menangani makanan mulai dari penerimaan sampai distribusi, harus melalui pelatihan dan nanti akan mendapat sertifikat penyuluhan keamanan pangan. Setelah itu, setiap SPPG dilanjutkan dengan inspeksi kesehatan lingkungan.
Syarat minimal bagi SPPG adalah memenuhi 80 persen ketentuan standar IKL, termasuk kualitas air bersih, sanitasi, dan prosedur pengolahan pangan. Jika semua sudah terpenuhi, barulah diberikan SLHS untuk setiap SPPG.
Perkembangan Pelatihan dan Sertifikat
Maryam menegaskan bahwa sejak awal pelaksanaan MBG, aspek hygiene belum sepenuhnya masuk dalam ketentuan. Namun Dinkes Samarinda tetap memperlakukan setiap SPPG layaknya pelaku usaha pangan lain yang wajib diawasi. Bahkan sebelum adanya edaran resmi Kemenkes pada Desember 2024, penyuluhan sudah dilakukan di enam hingga delapan SPPG.
Sampai Juli 2025, sudah ada sekitar 250 penjamah yang mendapat sertifikat. Ditambah dengan kegiatan hari ini, total keseluruhan sudah mencapai kurang lebih 600 penjamah dari 13 SPPG.
Materi Pelatihan Keamanan Pangan
Dalam pelatihan tersebut, para penjamah dibekali enam materi utama terkait sanitasi pangan. Materi meliputi prinsip penerimaan bahan, penyimpanan bahan mentah, pengolahan pangan yang aman, penyimpanan makanan matang, proses pengangkutan hingga penyerahan makanan ke sekolah.
Maryam menegaskan bahwa bahkan yang mengangkut makanan pun harus ikut pelatihan, karena mereka bagian dari penjamah. Jangan sampai makanan dibawa dengan cara yang tidak aman, misalnya pakai wadah sembarangan, yang bisa mempercepat makanan basi. Apalagi kalau ada buah potong, itu sangat berisiko.
Selain itu, pelatihan juga mengajarkan cara menghindari tiga bahaya utama dalam pangan, yaitu fisik, kimia, dan mikrobiologi. Peserta mendapat pemahaman mengenai pencucian peralatan yang benar, pengendalian risiko kontaminasi, hingga kebijakan pemerintah mengenai pentingnya keamanan pangan.
Harapan dan Tindak Lanjut
Harapan Maryam adalah jangan sampai ada keracunan pangan, apalagi ini untuk siswa. Ke depan juga akan diperluas ke balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, karena mereka kelompok yang harus kita lindungi untuk menghasilkan generasi emas. Makanan yang aman dan sehat menjadi kunci.
Maryam menambahkan, pengawasan tidak berhenti pada pelatihan. Inspeksi kesehatan lingkungan akan tetap dilaksanakan secara berkala sebagai syarat kelayakan. Bagaimana semua penjamah mendapat sertifikat keamanan pangan, bagaimana inspeksi lingkungannya memenuhi ketentuan 80 persen, dan bagaimana air bersihnya memenuhi syarat. Itu yang kami garis bawahi.
