Video Viral Cuci Ompreng MBG Jorok, Dapur SPPG di Bandung Barat Ditutup
2 mins read

Video Viral Cuci Ompreng MBG Jorok, Dapur SPPG di Bandung Barat Ditutup

Penutupan Dapur SPPG Citatah Akibat Proses Pencucian Ompreng yang Tidak Sesuai Standar

Sebuah kejadian yang memicu kontroversi terjadi di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Jalan Raya Tagog Munding, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Operasional dapur tersebut akhirnya dihentikan sementara waktu setelah viralnya sebuah video yang menunjukkan proses pencucian wadah makan atau ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai dengan standar kesehatan.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah ompreng hanya dicelupkan sebentar ke ember berisi air keruh tanpa menggunakan air mengalir. Air yang digunakan tampak kotor dan berwarna keruh, serta digunakan berulang kali untuk mencuci banyak wadah sekaligus. Proses pencucian ini dilakukan dengan hanya menggoyang-goyangkan wadah dalam ember, lalu ditumpuk kembali tanpa adanya pembilasan yang layak.

Langkah penutupan ini diambil setelah pihak berwenang melakukan inspeksi dan menemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) kebersihan. Menurut AKP Iwan Setiawan, Kapolsek Cipatat, penutupan dapur dilakukan karena dugaan adanya risiko kesehatan yang bisa membahayakan ribuan siswa yang menjadi penerima program MBG.

\”Ya mas betul ditutup. Kemarin dari Deputi Pengawasan BGN Brigjen Doni yang datang,\” kata Iwan saat dihubungi.

Iwan menjelaskan bahwa informasi tentang proses pencucian ompreng yang jorok berasal dari rekan-rekannya. Ia menilai tindakan tersebut sangat berpotensi merugikan kesehatan para siswa yang menerima makanan dari program tersebut.

Tanggapan dari Kepala SPPG Citatah

Taufik, Kepala SPPG Citatah, juga mengonfirmasi bahwa saat ini dapur tidak beroperasi. Ia menyatakan bahwa seluruh karyawan sedang diliburkan hingga ada izin baru untuk kembali beroperasi.

\”Kondisi saat ini dapur tidak operasi untuk sementara ini kang,\” ujar Taufik.

Meski mengakui adanya penutupan, ia enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai viralnya video tersebut. Taufik menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan informasi lebih detail tentang kondisi dapur SPPG di Citatah.

Langkah yang Diambil Pasca-Insiden

Setelah penutupan dapur, pihak berwenang mulai melakukan evaluasi terhadap proses pengelolaan dan kebersihan di SPPG. Selain itu, mereka juga akan mengevaluasi apakah ada pelanggaran lain yang terjadi di dalam operasional dapur.

Beberapa langkah yang mungkin diambil antara lain:

  • Pemeriksaan kesehatan terhadap semua peralatan dan bahan makanan yang digunakan.
  • Pelatihan ulang kepada seluruh staf tentang standar kebersihan dan prosedur pencucian.
  • Pemantauan intensif oleh pihak terkait agar tidak terjadi lagi pelanggaran serupa.

Selain itu, masyarakat dan pihak sekolah juga diminta untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan adanya kejanggalan dalam penyediaan makanan bagi siswa.

Kesimpulan

Insiden ini menjadi peringatan penting bagi lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan gratis bagi siswa. Kebersihan dan keselamatan makanan harus menjadi prioritas utama agar tidak membahayakan kesehatan anak-anak. Dengan penutupan sementara dan evaluasi yang dilakukan, diharapkan dapat menjadi awal perbaikan yang lebih baik di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal