Profesor IPB Sebut Makanan Olahan di MBG Cukup Bergizi
Penjelasan Mengenai Makanan Olahan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Dalam konteks program makan bergizi gratis (MBG), terdapat berbagai jenis makanan yang digunakan sebagai bagian dari menu harian. Salah satu kategori makanan yang sering menjadi perhatian adalah ultra-processed food (UPF). Menurut Profesor Ali Khomsan, Guru Besar Pangan dan Gizi di Institut Pertanian Bogor (IPB), UPF dalam MBG dinilai memiliki kandungan gizi yang cukup baik.
- Contoh dari UPF meliputi sosis, nugget, dan mi instan yang umum ditemukan di pasaran.
- Meskipun termasuk dalam kategori makanan olahan berat, produk-produk ini tetap memiliki nilai gizi yang layak, terutama dalam hal protein.
- Selain itu, UPF juga bisa berasal dari pangan hewani, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap kebutuhan nutrisi.
Namun, meskipun UPF memiliki kualitas gizi yang baik, penggunaannya tetap perlu dibatasi agar tidak mengganggu tujuan utama MBG. Profesor Ali Khomsan menekankan pentingnya menjaga proporsi penggunaan UPF agar tidak menggeser semangat MBG yang mengedepankan pangan lokal dan makanan segar.
- Salah satu tantangan utama adalah kandungan terigu yang tinggi pada beberapa produk UPF.
- Oleh karena itu, diperlukan adanya pembatasan jumlah UPF yang boleh digunakan dalam MBG.
- Tujuannya adalah agar masyarakat tidak merasa terganggu oleh penggunaan UPF dalam program tersebut.
Keamanan Produk Ultra-Processed Food
Menurut Profesor Ali Khomsan, semua produk UPF yang beredar di pasaran telah melalui uji keamanan pangan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
- Dengan demikian, produk-produk tersebut sudah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.
- Hal ini menunjukkan bahwa UPF yang tersedia di pasaran aman untuk dikonsumsi, asalkan digunakan secara wajar.
Selain itu, MBG dirancang dengan prinsip keberagaman pangan dan keseimbangan gizi. Menu MBG mencakup nasi, lauk, buah, dan sayur, serta takaran yang disusun oleh ahli gizi.
- Dari segi kualitas dan kuantitas, menu MBG dinilai sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak penerima manfaat.
- Hal ini menunjukkan bahwa MBG tidak hanya fokus pada keberagaman makanan, tetapi juga pada keseimbangan nutrisi.
Perbedaan Pandangan tentang Penggunaan UPF dalam MBG
Beberapa pihak memiliki pandangan berbeda mengenai penggunaan UPF dalam MBG. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa tidak semua UPF dilarang dalam program tersebut.
- Contohnya, susu UHT plain dianggap sebagai contoh produk UPF yang baik dan sehat.
-
Namun, ada juga pendapat yang lebih tegas. Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menolak penggunaan UPF dalam menu MBG.
-
Ia menegaskan bahwa larangan ini akan membuka peluang besar bagi UMKM lokal untuk berkembang.
- Dengan adanya larangan UPF, ratusan ribu UMKM pangan akan mendapatkan kesempatan untuk tumbuh.
- Ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberikan gizi bagi anak bangsa, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.
