2 mins read

Kasus Keracunan MBG Akibat Pelanggaran SOP

Penyebab Keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengungkapkan bahwa kasus keracunan yang terjadi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebabkan oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Akibat dari kelalaian ini, ribuan penerima manfaat dilaporkan mengalami dampak negatif.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa sebagian besar kejadian keracunan tersebut bermula dari pelanggaran terhadap SOP yang telah ditetapkan. Menurutnya, beberapa SPPG tidak mematuhi aturan yang sudah ditentukan.

Salah satu contoh pelanggaran yang ditemukan adalah dalam waktu pembelian bahan baku makanan. Sesuai dengan aturan, bahan baku MBG harus dibeli maksimal H-2 sebelum dimasak. Namun, ada SPPG yang masih melakukan pembelian di H-4, jauh sebelum proses masak dilakukan. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi dan penurunan kualitas makanan.

Selain itu, pelanggaran juga terjadi dalam proses penyiapan hingga pengiriman makanan ke sekolah. Menurut Dadan, batas waktu optimal antara memasak hingga distribusi makanan adalah 4–6 jam. Namun, dalam praktiknya, ada SPPG yang memerlukan waktu hingga 12 jam untuk menyelesaikan proses tersebut. Kondisi ini jelas tidak sesuai dengan standar dan berpotensi menimbulkan masalah serius.

Per 30 September 2025, BGN mencatat sebanyak 6.456 penerima manfaat yang terdampak oleh kasus keracunan MBG. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa SPPG yang terbukti tidak mematuhi SOP sudah ditutup sementara hingga perbaikan dilakukan.

Langkah Mitigasi yang Diambil Pemerintah

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah mitigasi agar kasus serupa tidak terulang kembali. Salah satu langkah utama adalah wajibnya setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Selain itu, SPPG juga diwajibkan memiliki peralatan sterilisasi untuk memastikan kebersihan peralatan makan yang digunakan oleh penerima manfaat.

Beberapa langkah lain yang diambil meliputi:

  • Peningkatan pengawasan terhadap proses produksi dan distribusi makanan.
  • Pelatihan rutin bagi petugas SPPG tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.
  • Peningkatan koordinasi antara BGN dan pihak terkait untuk memastikan semua SOP dijalankan secara benar.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan dapat meminimalkan risiko keracunan dan meningkatkan kualitas layanan program MBG. Selain itu, pemerintah juga akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa semua pihak mematuhi standar yang telah ditetapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal