Detik-Detik Menkeu Purbaya Makan di Warung Kaki Lima, Responsnya Mengagumkan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Dikenal Dekat dengan Rakyat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan publik, bukan karena kebijakan fiskal atau pajak, melainkan karena momen sederhana yang terjadi saat dirinya makan siang di warung kaki lima dekat kantor DJP Jakarta Selatan. Dalam rekaman video yang diunggah oleh @utridalimunthe, terlihat Purbaya duduk di salah satu meja kantin tanpa pengawalan berlebihan. Ia berbaur dengan pegawai lain sembari menyantap makan siang.
\”Baru kali ini postingan ditjenpajak gak ada masyarakat yang sambat, gacorrr pak Purbaya,\” tulisnya di postingan, Rabu (1/10/2025). Bahkan saat kepergok direkam oleh warganet, Menkeu Purbaya menyambutnya dengan senyum ramah. Ia seolah tidak mempersalahkan hal itu bahkan sangat senang.
Ada salah seorang warga yang justru meminta foto dengan Menkeu Purbaya sebagai kenang-kenangan pernah makan bareng. Sebab, jarang sekali warga bisa berinteraksi langsung hingga makan bersama di kaki lima bersama pejabat. Sebelum meninggalkan warung kaki lima tersebut, Menkeu Purbaya sempat menyampaikan pesan yang cukup bikin kagum. \”Jangan lupa makan di tempat UMKN untuk menghidupkan sektor UMKM,\” ucapnya dengan sumringah sembari memperlihatkan 2 jempol.
Aksi Menkeu Purbaya pun langsung mendapat sambutan hangat yang luar biasa dari masyarakat.
Keputusan Tidak Naikkan Cukai Rokok Menuai Protes
Keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk tidak menaikkan cukai rokok menuai protes unik. Sejumlah organisasi kepemudaan mengirimkan papan bunga bernada sindiran ke Kementerian Keuangan sebagai bentuk kekecewaan. Namun, Purbaya justru menanggapinya dengan santai dan alasan yang tak kalah mengejutkan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak mempermasalahkan protes yang dialamatkan kepadanya atas keputusan untuk tidak menaikkan cukai rokok. “Enggak apa-apa, bunganya wangi kok, bagus,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/9/2025). Purbaya menjelaskan, dalam setiap kebijakan selalu ada pihak yang pro dan kontra. Ia menegaskan, keputusan tidak menaikkan cukai rokok diambil untuk menjaga keberlangsungan industri rokok dalam negeri.
“Kan saya sudah hitung alasannya. Saya enggak mau industri kita mati, lalu yang ilegal dibiarkan hidup. Enggak naik saja sudah syukur, harusnya mereka (industri) minta turun. Tapi mereka enggak minta turun. Mereka bilang enggak usah naik sudah cukup, sambil dijaga market di sini,” ujar Purbaya.
Alasan Menkeu Purbaya Diprotes
Sebelumnya, Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) bersama ratusan jaringan pemuda dari sejumlah organisasi kepemudaan Indonesia mengirimkan papan bunga sebagai bentuk protes ke Kementerian Keuangan. Aksi itu dilakukan menyusul dibatalkannya rencana kenaikan cukai rokok tahun 2026 setelah pemerintah mendengar masukan dari industri rokok.
Ketua Umum IYCTC, Manik Marganamahendra, mengungkapkan bahwa Menteri Purbaya kerap disebut sebagai “Menteri Koboi”. Istilah ini digunakan secara figuratif untuk menggambarkan pemimpin yang tegas, berani mengambil keputusan, dan tidak takut melangkah. Namun, menurut Manik, sikap koboi tidak boleh diterjemahkan sebagai tindakan sembrono.
“Kalau jadi menteri koboi ya silakan, Pak. Tapi jangan koboi-koboian sama industri rokok. Artinya, jangan main tarik ulur dengan mereka. Kalau mau ya tegas ke semua, termasuk tetap kasih cukai tinggi untuk produk rokok, bukan malah enggak naik apalagi diturunkan,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (30/9/2025).
Manik juga mempertanyakan, jika alasan Menteri Keuangan membatalkan kenaikan cukai rokok adalah karena mendengar masukan dari industri, kapan suara masyarakat yang terdampak akan didengar. Ia menilai, saat ini hampir 6 juta anak Indonesia menjadi perokok aktif karena murahnya harga rokok, sementara penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja meningkat drastis dalam satu dekade terakhir.
