Melihat SPPG di NTT yang Sesuai Standar, Siapkan 3.700 Porsi MBG Harian
2 mins read

Melihat SPPG di NTT yang Sesuai Standar, Siapkan 3.700 Porsi MBG Harian



Suara piring stainless yang saling berbenturan terdengar nyaring, sementara aroma bawang merah menyebar ke seluruh ruangan. Di lokasi tersebut, para staf dapur menggunakan masker, penutup rambut, hingga sepatu khusus dengan tugas masing-masing. Ada yang bertugas mencuci tray, ada pula yang menyiapkan bumbu dasar seperti mengupas bawang dalam jumlah besar.

Itulah gambaran kesibukan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis di Kupang Timur Baubau, Nusa Tenggara Timur, saat Menko Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar (Cak Imin) melakukan inspeksi, Rabu (1/10). Di SPPG tersebut, terdapat beberapa ruangan seperti dapur penyimpanan bahan, tempat menyiapkan bumbu, area memasak, dan juga tempat mencuci piring aluminium.

Kepada Cak Imin, Kepala SPPG menjelaskan bahwa di tempatnya terdapat 86 staf yang menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan telah diberikan pelatihan. Setiap hari, mereka mampu menyediakan 3.700 porsi MBG, termasuk untuk ibu dan anak di posyandu.



Dana per porsi beragam, mulai dari Rp 8.000 untuk SD. Setelah persiapan bahan selesai, staf biasanya mulai memasak pada pukul 02.00, sedangkan distribusi dimulai sejak jam 06.00.

\”Jangan diturunkan jadi Rp 6.500. Ada yang Rp 6.500, awas,\” ujar Cak Imin.

Saat berkeliling, Cak Imin juga menanyakan jadwal shift para staf dan gaji mereka. Para staf digaji setiap dua pekan. Meski nominal tidak disebutkan, mereka tersenyum malu dan mengangguk saat ditanya apakah mendapatkan bayaran yang cukup.

Secara keseluruhan, kebersihan hingga pemberdayaan warga sebagai staf di SPPG dipuji oleh Cak Imin. Dia memperingatkan agar hal ini terus dipertahankan.

\”Jangan jadikan ini juga sumber micin. Jadi, ketergantungan pada makanan instan yang mengandung micin atau MSG harus dikurangi. Banyak anak kecil yang sehari-hari hanya mengonsumsi snack MSG,\” katanya.

\”Harusnya semua mencontoh cara kerja di sini. Ini dapur, semua pekerja senang, siswa-siswa yang menerima senang, pemilik di dapur senang, kepalanya senang, ini yang harus dicontoh,\” tambahnya.



Cak Imin kemudian meminta SPPG tidak \”bandel\” dan akan menutup yang \”ngawur\”.

Ia memberikan pesan agar semua SPPG disiplin dalam menjalankan seluruh rantai produksi MBG. Dia memastikan bahwa yang tidak sesuai prosedur akan ditutup.

\”Makan bergizi gratis diteruskan dengan sungguh-sungguh. Evaluasi yang kurang, ditutup yang melanggar, yang tidak sesuai dengan standar operasinya juga harus diarahkan, dikasih saksi kepada yang ngawur,\” ujarnya.

“Kepada SPPG, dapur-dapur harus disiplin. Jangan memanfaatkan celah yang merugikan konsumen. Ini program raksasa yang akan dicatat dalam sejarah,” tutup dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal