Harga Komoditas Naik, Prospek Perusahaan Tembaga Menjanjikan
3 mins read

Harga Komoditas Naik, Prospek Perusahaan Tembaga Menjanjikan



Lonjakan Harga Tembaga: Peluang dan Tantangan bagi Emitter Sektor Komoditas

Harga tembaga global kembali mengalami lonjakan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Pada Kamis (2/10) pukul 18.45 WIB, harga tembaga mencapai level US$ 4,89 per pound, naik sebesar 1,35% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, harga komoditas ini telah meningkat hingga 8,06%. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi emiten produsen tembaga di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah keterbatasan pasokan global. Salah satu penyebab utamanya adalah peristiwa longsor di Tambang Grasberg milik Freeport Indonesia, yang mengurangi sekitar 3% pasokan global. Fasilitas tambang tersebut diperkirakan akan kembali beroperasi penuh pada awal 2027. Selain itu, permintaan industri yang masih lesu juga turut memengaruhi dinamika pasar.

Dampak Positif bagi Emitter Tembaga

Analis dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menyatakan bahwa tren kenaikan harga tembaga memberikan sentimen positif bagi emiten produsen tembaga. Menurutnya, hal ini membuka peluang bagi perusahaan untuk menjaga margin dan meningkatkan laba dalam jangka pendek.

Emiten yang mampu menjaga produksi memiliki peluang besar untuk meraih keuntungan maksimal, terutama ketika pasokan global sedang mengetat. Wafi menilai prospek semester kedua bisa lebih baik, bahkan ada ruang untuk meningkatkan produksi jika permintaan global tetap konsisten.

Selain itu, kenaikan harga tembaga yang bullish dapat mendorong emiten di sektor ini untuk lebih agresif. Dua kemungkinan yang bisa terjadi antara lain:

  • Menambah kapasitas produksi untuk memaksimalkan harga jual yang tinggi
  • Mempercepat proyek smelter pengolahan tembaga sebagai bagian dari hilirisasi

Di samping itu, peluang masuknya emiten non-tembaga seperti grup perusahaan energi atau konglomerasi ke sektor ini juga sangat memungkinkan sebagai bentuk diversifikasi bisnis. Tembaga memiliki daya tarik tinggi karena menjadi komoditas penting bagi industri kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Namun, tantangannya ada pada kebutuhan modal besar, proses hilirisasi yang lama, serta risiko teknis tinggi.

Perspektif Analis Lain

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai bahwa emiten tembaga berkesempatan meningkatkan utilisasi produksi dan mempercepat monetisasi cadangan tambang yang dimiliki ketika harga komoditas ini bertahan di level yang tinggi.

Namun demikian, kenaikan harga saat ini masih bersifat temporer dan berlaku jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh gangguan pasokan, bukan pertumbuhan permintaan yang struktural di pasar. Oleh karena itu, potensi ekspansi atau diversifikasi dari emiten non-tembaga ke sektor tembaga kemungkinan belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Permintaan industri global masih cenderung lesu, dan isu kelebihan pasokan tetap menjadi tantangan utama bagi sektor ini.

Rekomendasi Saham

Dalam perspektif analis, beberapa saham sektor tembaga menarik untuk diperhatikan. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dinilai menjadi saham sektor tembaga yang cukup menarik, terutama setelah koreksi harga yang terjadi belakangan ini. AMMN memiliki posisi kuat sebagai salah satu produsen tembaga terbesar di Indonesia dan memiliki roadmap bisnis jangka panjang yang jelas.

Jika proyek hilirisasi berjalan sesuai rencana dan produksi tetap tumbuh, harga saham AMMN berpotensi bergerak menuju kisaran Rp 10.000–10.500 per saham. Wafi merekomendasikan pembelian saham AMMN ke level Rp 8.800 per saham.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga menarik perhatian, mengingat kombinasi bisnis emas dan tembaga serta gencarnya hilirisasi yang dilakukan. Target harga saham MDKA direkomendasikan di level Rp 2.200 per saham.

Di sisi lain, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memiliki eksposur terbatas pada komoditas tembaga, namun tetap memiliki peluang diversifikasi mineral dan hilirisasi yang menjanjikan. Saham ANTM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.300 per saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal