15 Jenis Penyakit Kulit Anjing dengan Gambar
4 mins read

15 Jenis Penyakit Kulit Anjing dengan Gambar

Penyakit Kulit pada Anjing: Jenis dan Gejala yang Perlu Dikenali

Penyakit kulit pada anjing merupakan masalah umum yang sering ditemui. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala seperti gatal, peradangan, dan kerontokan rambut. Penting untuk mengidentifikasi jenis penyakit kulit dengan tepat karena banyak kondisi kulit bisa terlihat mirip dalam tahap lanjut. Diagnosis akurat sangat penting untuk memastikan pengobatan yang sesuai.

1. Akral Lick Dermatitis

\"Anjing

Kondisi ini terjadi akibat menggigit atau menjilat area kulit yang sama secara terus-menerus. Lesi yang muncul disebut juga sebagai granuloma jilat. Umumnya terjadi di bagian atas kaki atau lengan anjing. Kebiasaan ini bisa menjadi kompulsif dan menyebabkan cedera pada kulit yang sulit sembuh. Kulit bisa terinfeksi dan mengalami bekas luka.

2. Akut Moist Dermatitis

\"Anjing

Kondisi ini muncul tiba-tiba setelah anjing menggigit atau menjilat area kulit yang gatal. Area tersebut menjadi merah dan kasar karena aktivitas menjilat. Bulu bisa menyerap kelembapan dan bakteri. Kondisi ini sering disebut sebagai \”hot spot\”.

3. Atopik Dermatitis pada Anjing

Atopik dermatitis adalah penyebab umum gatal pada anjing. Kondisi ini merupakan kecenderungan turunan terhadap reaksi hipersensitivitas imun. Anjing dengan atopi sering mengalami gatal yang parah hingga menyebabkan mereka menggaruk, menjilat, dan menggosok kulit. Bisa juga menyebabkan kerontokan rambut dan iritasi kulit.

4. Infeksi Telinga

\"Infeksi

Infeksi telinga terjadi ketika jamur dan/atau bakteri menginfeksi saluran telinga. Telinga yang terkena bisa menjadi merah, gatal, bengkak, dan kadang nyeri. Debu, cairan, atau bau bisa muncul. Infeksi telinga bisa terjadi sendiri atau bersamaan dengan kondisi kulit lainnya.

5. Kutu

\"Folikulitis

Kutu adalah parasit eksternal yang paling umum ditemukan pada anjing. Gigitan kutu menyebabkan gatal pada semua anjing. Beberapa anjing bisa mengalami reaksi parah jika alergi terhadap air liur kutu, yang disebut sebagai dermatitis alergi kutu. Banyak kutu bisa menyebabkan gangguan kulit serius dan anemia, terutama pada anak anjing dan anjing kecil.

6. Folikulitis

Folikulitis merujuk pada peradangan folikel rambut. Kondisi ini terjadi ketika satu atau lebih folikel rambut teriritasi dan meradang. Anjing dengan folikulitis bisa memiliki benjolan merah di sekitar folikel atau area kering di bulu. Bakteri biasanya menjadi penyebab utama folikulitis.

7. Alergi Makanan

\"Pemphigus

Alergi makanan cukup umum pada anjing. Gejalanya mirip dengan atopi, seperti gatal, kemerahan, dan kerontokan rambut. Infeksi telinga kronis juga bisa terjadi. Alergi makanan bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti muntah dan diare.

8. Penyakit Imunologis

Beberapa penyakit imunologis bisa memengaruhi kulit anjing. Contohnya adalah pemphigus foliaceus yang menyebabkan lesi berkerak. Pengobatan biasanya melibatkan obat yang menekan respons imun seperti steroid, siklosporin, dan Apoquel.

9. Pyoderma

\"Pyoderma

Pyoderma adalah istilah umum untuk infeksi bakteri pada kulit. Superficial pyoderma memengaruhi lapisan kulit permukaan. Infeksi folikulitis adalah bentuk dari superficial pyoderma. Deep pyoderma memengaruhi lapisan kulit yang lebih dalam dan bisa sangat nyeri.

10. Demodex

\"Tinea

Demodex adalah kondisi dimana kutu mikroskopis tinggal di kulit dan menyebabkan penyakit. Demodectic mange adalah jenis yang paling umum. Kondisi ini bisa menyebabkan kerontokan rambut dan gatal. Pengobatan melibatkan aplikasi topikal, mandi obat, dan obat oral.

11. Tinea (Kulit Berjamur)

Tinea bukanlah cacing, melainkan infeksi jamur yang bisa menular antara hewan dan manusia. Pada anjing, lesi bisa berupa kerontokan rambut, kulit bersisik, kemerahan, atau pigmen gelap. Tes dengan lampu Wood bisa membantu mendeteksi kondisi ini.

12. Seborrhea

\"Seborrhea

Seborrhea adalah penyakit kulit yang menyebabkan kulit mengelupas secara berlebihan karena proses keratinisasi yang tidak normal. Ada dua jenis, yaitu seborrhea sicca (kering) dan seborrhea oleosa (berminyak). Pengobatan melibatkan mandi obat dan penggunaan obat topikal.

13. Tumor Kulit

\"Kecoa

Ada beberapa jenis tumor kulit, kista, dan benjolan yang bisa muncul pada anjing. Beberapa bisa jinak, sementara yang lain bisa ganas. Diagnosis memerlukan tes seperti aspirasi jarum halus atau biopsi. Pengobatan bisa berupa operasi, kemoterapi, atau radiasi.

14. Kecoa

Kecoa menempel pada kulit dan menghisap darah. Meski bisa menyebabkan reaksi kulit, bahaya utamanya adalah penyakit yang bisa ditularkan ke anjing, seperti Lyme disease, Ehrlichia, dan Rocky Mountain Spotted Fever. Produk kontrol kutu juga bisa digunakan untuk mencegah kecoa.

15. Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada kulit anjing disebut Malassezia dermatitis. Kondisi ini terjadi akibat overgrowth jamur Malassezia. Gejalanya termasuk gatal, kemerahan, dan kerontokan rambut. Pengobatan melibatkan obat antihistamin dan antijamur.

Pencegahan dan Perawatan Kulit pada Anjing

Pencegahan penyakit kulit pada anjing bisa dilakukan dengan menggunakan kontrol kutu sepanjang tahun, membawa anjing ke dokter hewan untuk pemeriksaan rutin, menjaga kebersihan, dan memberikan makanan berkualitas. Jika ada gejala awal, segera hubungi dokter hewan agar anjing bisa segera mendapatkan perawatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal