Arimbi, Pevoli 13 Tahun Asal Semarang Tampil di Final Four Livoli 2025, Dicintai Megawati
3 mins read

Arimbi, Pevoli 13 Tahun Asal Semarang Tampil di Final Four Livoli 2025, Dicintai Megawati

Kisah Arimbi Syifana Andayani, Pevoli Muda 13 Tahun yang Memukau di Livoli Divisi Utama 2025

Pada babak Final Four Livoli Divisi Utama 2025 yang berlangsung di GOR Ki Magetan, Jawa Timur, terjadi kisah menarik yang membuat banyak orang terkesan. Rajawali O2C, salah satu tim peserta kompetisi tersebut, menghadirkan talenta muda yang baru berusia 13 tahun, yaitu Arimbi Syifana Andayani.

Laga yang berlangsung pada Jumat (10/10/2025) malam WIB antara Rajawali O2C dan PBV TNI AU menjadi momen penting bagi Arimbi. Meskipun Rajawali O2C kalah dengan skor 0-3 (17-25, 19-25, 17-25), penampilan Arimbi sangat memukau. Dalam laga tersebut, dia berhasil mencatatkan 6 poin yang memberikan kontribusi signifikan.

Arimbi, yang lahir pada 16 Maret 2012, tampil sebagai opposite dalam posisi yang biasanya dihuni oleh pemain berpengalaman. Hal ini menunjukkan keberanian pelatih Octavian, mantan pelatih Timnas voli putri Indonesia di SEA V League 2025 beberapa waktu lalu, untuk mempercayai seorang pevoli muda dalam kompetisi resmi.

Latar Belakang Arimbi Syifana Andayani

Arimbi Syifana Andayani adalah pevoli kelahiran Semarang, Jawa Tengah. Meski masih muda, ia telah menunjukkan bakat yang luar biasa. Posisinya sebagai opposite tidak lazim karena biasanya pemain yang bermain di posisi ini memiliki jam terbang yang cukup lama.

Contohnya, Megawati Hangestri Pertiwi, pevoli nasional yang juga bermain sebagai opposite, awalnya memulai karier sebagai outside hitter. Ini menunjukkan bahwa posisi opposite membutuhkan kemampuan teknis dan mental yang kuat.

Arimbi mengakui bahwa ia mulai mengenal olahraga bola voli melalui ayahnya. Bahkan, dasar-dasar seperti passing dipelajari dari sang ayah. Proliga seri Semarang menjadi titik balik dalam karier Arimbi. Di sana, ia mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama kakak-kakak senior dan bertemu dengan pelatih Rajawali O2C, Octavian.

Pengalaman Berharga di Kompetisi Nasional

Sebelum bergabung dengan Rajawali O2C, Arimbi belum tahu bahwa latihan bersama tim senior merupakan bagian dari seleksi masuk skuad babak Final Four Livoli Divisi Utama 2025.

“Awalnya saya tidak tahu bahwa latihan itu adalah seleksi. Saya hanya diberi tahu untuk berlatih bersama kakak-kakak,” ujarnya setelah pertandingan.

Kemampuan Arimbi dalam permainan memang tidak diragukan lagi. Ia menjadikan Megawati Hangestri Pertiwi sebagai panutannya. Keduanya sama-sama bermain sebagai opposite, dan Arimbi mengagumi cara bermain Megawati yang dinilai sangat baik.

Potensi Masa Depan

Dengan usia yang masih muda dan prospek yang cerah, Arimbi Syifana Andayani bisa menjadi salah satu talenta baru yang akan mengisi skuad Timnas voli putri Indonesia di masa depan. Pemain yang memilih berposisi opposite sejak awal jarang ditemukan, karena posisi ini membutuhkan tekanan tinggi dan kemampuan klinis dalam menciptakan poin.

Di perkembangan bola voli putri Indonesia, posisi opposite seringkali diisi oleh pemain yang sebelumnya bermain sebagai outside hitter. Contohnya adalah Junaida Santi, yang kerap digeser ke posisi opposite meskipun posisi alaminya adalah hitter.

Kiprah Berikutnya

Rajawali O2C akan kembali berlaga dalam babak Final Four Livoli Divisi Utama 2025. Mereka akan melawan Gresik Petrokimia pada Minggu (12/10) pukul 20.00 WIB. Arimbi Syifana Andayani diprediksi akan kembali menjadi andalan tim dalam pertandingan ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal