Nasib Pengantin Baru yang Kehilangan Istri di Penginapan Solok, Trauma Belum Berlalu
Pengantin Baru Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Penginapan Solok
Pengantin baru bernama Gilang Kurniawan (28) ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di sebuah penginapan glamping di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sang istri, Cindy Desta Nanda (28), meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Saat ini, Gilang mengalami kondisi psikis yang memprihatinkan dan masih dalam proses pemulihan.
Kejadian tragis ini terjadi pada Rabu (8/10/2025) di penginapan tersebut. Gilang ditemukan dalam keadaan tidak sadar, sementara Cindy ditemukan tewas di dalam kamar mandi. Sebelumnya, pasangan ini baru saja melangsungkan pernikahan pada Minggu (5/10/2025). Pada Jumat (10/10/2025), Cindy dikuburkan di kawasan Gadut, Kota Padang. Proses pemakaman berlangsung dengan penuh kesedihan.
Momen yang paling menyentuh terjadi saat Gilang hadir mengantar sang istri ke liang lahat. Meskipun kondisinya masih lemah dan belum sepenuhnya pulih, ia dibawa menggunakan mobil ambulans dalam posisi terbaring di atas brankar. Gilang juga masih membutuhkan bantuan selang oksigen untuk mendukung pernapasannya.
\”Kuat niatnya buat antar istrinya ke liang lahat,\” tulis sang kakak Rici Astuti, melalui unggahan yang mendokumentasikan peristiwa pilu tersebut. Kehadiran Gilang di pemakaman sempat memecah isak tangis dari ratusan pelayat yang hadir. Mereka menyaksikan betapa hancurnya Gilang setelah ditinggal pergi oleh wanita yang baru dinikahinya.
Kondisi Psikis Gilang yang Mengkhawatirkan
Setelah pemakaman Cindy Desta Nanda, kondisi psikis Gilang semakin mengkhawatirkan. Kakaknya mengatakan bahwa hingga saat ini, Gilang belum sepenuhnya percaya jika istrinya telah tiada. Ingatan Gilang dipastikan belum sepenuhnya pulih. Ia justru terus mengingat masa-masa bahagia seperti resepsi pernikahan di gedung GSG.
Gilang terus menerus bertanya ke mana Cindy Desta Nanda. Ini terjadi meskipun ia sendiri yang secara fisik ikut mengantarkan jenazah sang istri ke pemakaman. \”Sampai saat ini masih tanya Cindy di mana, padahal dia sendiri yang mengantarkan ke pemakaman,\” tulis sang kakak. Keluarga berharap adanya bantuan profesional untuk pemulihan ingatan Gilang. \”Semoga bisa dibantu tim SPH untuk bisa kembali normal ingatannya,\” tambah sang kakak di akun media sosial.
Menurut kakak Gilang yang lain, Mieke, kini Gilang perlahan mulai sadar. Meski begitu, ia tetap bertanya soal kondisi Cindy Desta Nanda.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata menjelaskan kronologi tewasnya Cindy Desta Nanda. “Benar, pada hari Rabu tanggal 8 Oktober 2025 sekitar pukul 07.30 WIB, kami menerima laporan dari pihak penginapan tentang dua orang tamu yang ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di kamar,” kata AKP Barata, Jumat (10/10/2025).
Setelah dilakukan pemeriksaan, satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Menurut keterangan saksi dan pihak penginapan, korban check-in sekitar pukul 13.25 WIB, pada Selasa (7/10/2025). Mereka masuk ke kamar sekitar pukul 13.30 WIB. Sekitar pukul 18.30 WIB, korban perempuan memesan makanan melalui resepsionis berupa sup iga, mie kuah pedas, air mineral besar, risol mayo dan kentang goreng.
\”Pesanan itu diantarkan ke kamar mereka oleh salah seorang karyawan penginapan bernama Cecep,\” ujar Barata. Keesokan paginya, Rabu (8/10/2025) sekitar pukul 07.15 WIB, karyawan penginapan hendak mengantarkan sarapan ke kamar korban. Saat dipanggil dari luar kamar, terdengar suara laki-laki yang mengatakan sedang mandi. Namun setelah beberapa waktu tidak ada respon, karyawan kembali mencoba mengetuk kamar tanpa jawaban.
Merasa curiga, pihak penginapan akhirnya membuka paksa pintu kamar sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, kedua tamu ditemukan dalam kondisi tergeletak di kamar mandi. “Saksi Jajang, salah satu karyawan penginapan, melihat korban laki-laki tergeletak di lantai kamar mandi tanpa sadar, sementara korban perempuan juga ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di belakang pintu kamar mandi,” jelas Barata.
Melihat kejadian tersebut, pihak penginapan langsung memberikan pertolongan pertama dengan oksigen portabel sebelum membawa keduanya ke Puskesmas Alahan Panjang. “Setelah tiba di Puskesmas, korban perempuan atas nama CDN dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 08.35 WIB,” katanya. Sementara korban laki-laki, Gilang masih hidup namun dalam keadaan tidak sadar dan kemudian dirujuk ke RSUD Arosuka untuk penanganan lebih lanjut.
Beredar informasi korban tewas karena keracunan gas dari pemanas air. “Dugaan sementara, keduanya mengalami sesak napas, namun hal ini masih akan didalami,” ucap Barata. Di media sosial beredar foto yang memperlihatkan tabung LPG 12 Kg yang berada di dalam kamar mandi penginapan. Tabung LPG 12 Kg berwarna pink tersebut terlihat diletakan dekat kloset. Sejumlah netizen merasa heran terkait peletakan LPG 12 Kg untuk pemanas air di dalam kamar mandi.
