Batang Hari Jambi Selesaikan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni, 2.536 Unit Terealisasi
Data RTLH di Kabupaten Batang Hari
Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, kini memiliki jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang telah terealisasi sebanyak 2.536 unit. Angka ini menunjukkan perkembangan dari data awal tahun 2019 yang mencatatkan sebanyak 3.819 unit RTLH. Namun setelah dilakukan verifikasi pada tahun 2025, jumlah RTLH yang teridentifikasi kini menjadi 2.543 unit.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Batang Hari, Abdul Shomad, menjelaskan bahwa dari total 2.543 unit tersebut, sebanyak 2.536 unit sudah terverifikasi tanpa ditemukan permasalahan. Hanya ada 7 data yang masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut terkait masalah nomor Kartu Keluarga (KK).
\”Alhamdulillah, hampir seluruh data sudah jelas dan terverifikasi. Hanya ada 7 data yang masih kami cek lebih lanjut terkait masalah nomor Kartu Keluarga (KK),\” ujarnya.
Verifikasi data ini dilakukan secara menyeluruh dan telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Proses ini bertujuan untuk memastikan keakuratan data dan memfasilitasi program perbaikan RTLH yang sedang berjalan.
Selain itu, pembaruan data ini juga mendukung program nasional Presiden Prabowo tentang pembangunan tiga juta rumah. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, diharapkan program perbaikan RTLH dapat terealisasi secara maksimal. Sampai saat ini, pihaknya juga telah menerima bantuan dari Balai Jambi, Provinsi Jambi, dan Baznas untuk kegiatan relokasi.
Daftar Kecamatan dengan Jumlah RTLH
Beberapa kecamatan di Kabupaten Batang Hari memiliki jumlah RTLH yang cukup tinggi. Berikut adalah daftar kecamatan beserta jumlah RTLH masing-masing:
- Kecamatan Muara Bulian: 835 unit
- Kecamatan Tembesi: 534 unit
- Kecamatan Maro Sebo Ulu: 428 unit
- Kecamatan Pemayung: 394 unit
- Kecamatan Batin XXIV: 115 unit
- Kecamatan Bajubang: 104 unit
- Kecamatan Maro Sebo Ilir: 90 unit
- Kecamatan Mersam: 36 unit
Data ini memberikan gambaran yang jelas tentang distribusi RTLH di berbagai wilayah kabupaten. Dengan informasi ini, pemerintah setempat dapat lebih mudah merancang program perbaikan dan peningkatan kualitas tempat tinggal bagi masyarakat.
Upaya dan Tantangan dalam Memperbaiki RTLH
Meskipun jumlah RTLH yang telah terverifikasi cukup besar, masih ada tantangan yang harus dihadapi dalam proses perbaikan. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran dan sumber daya yang tersedia. Namun, dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga lainnya, upaya perbaikan RTLH tetap berjalan.
Selain itu, pentingnya partisipasi masyarakat juga tidak bisa diabaikan. Dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya tempat tinggal yang layak, diharapkan program perbaikan RTLH dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
