Persijap Perbaiki Semua Lini Selama Jeda Kompetisi
Persijap Jepara Manfaatkan Jeda Kompetisi untuk Pembenahan Internal
Persijap Jepara tidak hanya menganggap jeda kompetisi akibat FIFA Matchday sebagai waktu istirahat. Pelatih kepala, Mario Lemos, justru memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk melakukan pembenahan internal dan meningkatkan intensitas latihan.
Jeda ini menjadi momentum penting bagi tim untuk memperbaiki berbagai aspek dalam permainan mereka. Lemos menilai bahwa periode ini sangat tepat untuk fokus pada taktik, organisasi permainan, serta kekompakan tim. Dengan lebih banyak waktu untuk berlatih secara fokus, ia berharap dapat menciptakan performa yang lebih baik.
- Selama masa jeda ini, Persijap telah menjadwalkan sejumlah sesi latihan tambahan dan simulasi pertandingan internal. Fokus utama adalah memperbaiki koordinasi pertahanan dan transisi permainan, serta menjaga kondisi fisik pemain agar tetap optimal.
- Latihan tambahan ini juga bertujuan untuk memastikan semua pemain siap bermain, bukan hanya sebelas starter. Hal ini sangat penting karena absennya Najeeb Yakubu, yang sedang membela Tim nasional sepak bola Niger, memberikan peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kemampuan mereka di lini belakang.
Lemos mengungkapkan bahwa ia tidak ingin terlalu bergantung pada satu sosok di lini belakang. Ia berharap, dengan adanya penambahan jam latihan, para pemain lain dapat memperlihatkan kapasitasnya masing-masing.
- “Yakubu sedang bersama timnas. Itu bukan masalah. Justru ini kesempatan bagus untuk memberi menit bermain lebih kepada pemain lain di posisinya. Kami ingin semua pemain siap, bukan hanya sebelas starter,” ujarnya.
Selain itu, Lemos berharap bahwa ketika Yakubu kembali pada 14 Oktober, tim sudah dalam performa yang lebih solid dan siap menghadapi laga berikutnya melawan Bali United FC.
- “Ketika kompetisi kembali berjalan, kami ingin tampil dengan energi baru dan struktur permainan yang lebih kuat,” tutupnya.
