Turis Asing Rekam Genangan Air Kotor di Jalan Soekarno-Hatta, Warga Beri Tanggapan
2 mins read

Turis Asing Rekam Genangan Air Kotor di Jalan Soekarno-Hatta, Warga Beri Tanggapan

Genangan Air Kotor Pasca Hujan Mengganggu Pengguna Jalan di Labuan Bajo

Genangan air kotor akibat hujan lebat kembali menghiasi ruas Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (11/10/2025). Kondisi ini menarik perhatian warga setempat dan wisatawan asing yang melintas di area tersebut.

Wisatawan Terlihat Mengabadikan Kejadian

Dari pantauan, sejumlah wisatawan mancanegara terlihat menggunakan kamera GoPro dan ponsel untuk mengabadikan genangan air yang mencapai lutut orang dewasa. Genangan tersebut memaksa pengendara sepeda motor melintas di atas trotoar demi menghindari air yang menggenang.

Seorang warga bahkan terlihat berupaya membuang air dengan ember hitam dari badan jalan ke luar area genangan. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya masalah yang terjadi di wilayah tersebut.

Keluhan Warga Setempat

Herman, seorang warga setempat, menyebut bahwa kondisi ini bukan hal baru. Menurutnya, setiap hujan deras turun, genangan air selalu terjadi di kawasan tersebut.

\”Selama saya tinggal di sini, sudah begini terus. Kalau hujan besar, pasti begini,\” ujarnya singkat.

Jul, warga lainnya yang sedang melintas di trotoar, juga menyampaikan keluhan serupa. Ia menjelaskan bahwa bahkan hujan sedikit saja sudah membuat genangan air terjadi.

\”Biar hujan sedikit saja sudah begini. Masalahnya, saluran pembuangan dari arah Puskesmas larinya ke sini,\” ungkapnya.

Menurut Jul, drainase di sisi kiri dan kanan jalan sangat kecil dan kini tersumbat, sehingga tidak mampu menampung aliran air saat hujan turun.

\”Drainase kiri-kanan tersumbat semua. Biar hujan sebentar saja, air langsung tergenang,\” tambahnya.

Banjir Menyerang Lingkungan Tempat Tinggal

Darwis, warga RT 14 RW 06 Kampung Air, Labuan Bajo, juga mengeluhkan hal serupa. Ia menyebut genangan air kerap menyebabkan banjir di lingkungan tempat tinggalnya.

\”Kalau hujan, rumah kami terendam. Sudah bertahun-tahun. Tahun 2021, ada 14 kulkas warga yang rusak karena banjir,\” kata Darwis.

Ia menjelaskan bahwa buruknya sistem pembuangan air menuju laut menjadi penyebab utama banjir. Lubang saluran yang terlalu kecil membuat aliran air tersendat.

\”Kedalaman air bisa sampai 60 cm. Kami harus turun langsung untuk membersihkan,\” imbuhnya.

Masalah Belum Direspons Secara Signifikan

Meski keluhan sudah disampaikan ke pemerintah setempat, hingga kini belum ada penanganan yang signifikan. Dari pantauan di lapangan, genangan air terlihat keruh dan kotor, dipenuhi sampah plastik dan kardus yang menumpuk di atas trotoar. Bau tak sedap pun tercium di sekitar lokasi.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal