25 Ribu Komentar Serbu Instagram Patrick Kluivert, Desak Mundur Usai Timnas Gagal ke Pildun
15 mins read

25 Ribu Komentar Serbu Instagram Patrick Kluivert, Desak Mundur Usai Timnas Gagal ke Pildun

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, Jadi Sorotan Setelah Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menjadi sorotan tajam setelah Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Irak membuat Garuda tersingkir di ronde keempat Kualifikasi Zona Asia, dan kini desakan agar Kluivert mundur menggema di media sosial. Tagar #KluivertOut pun viral, menandai puncak kekecewaan suporter terhadap performa dan kepemimpinan eks striker Timnas Belanda tersebut.

Ditegaskannya bahwa tidak ada yang mustahil, merujuk peluang Indonesia lolos ke fase selanjutnya, setelah kalah 2-3 dari Arab saudi di laga perdana. “Selama kita percaya, tidak ada yang mustahil,” ucap Kluivert. “Kita jatuh, kita bangkit, kita berjuang lagi. Itulah semangat Garuda.”

Mulanya, komentar postingan tersebut masih bernada positif. \”Semangat coach. Harapan kami ada di pundakmu. Semoga malam ini kita menang. Amin,\” demikian salah satu komentar. Namun, harapan jauh panggang dari api. Indonesia harus menelan kekalahan 1-0 dari Irak melalui gol yang dicetak Zidane Iqbal pada menit ke-76. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Mimpi Indonesia tampil di Piala Dunia 2026 pupus.

Postingan anyar Kluivert di Instagram langsung diserbu netizen Indonesia. Nadanya berubah. Mereka meluapkan kekecewaannya terhadap eks pemain Timnas Belanda tersebut. Saat berita ini ditulis, tercatat postingan Kluivert dipenuhi lebih dari 25 ribu komentar. Mereka menyerukan agar Kluivert tak perlu lagi dipertahankan di posisi kursi pelatih Timnas Indonesia. Banyak yang dikritik oleh netizen Indonesia. Tak hanya taktik, tapi juga pemilihan pemain yang menjadi starter, khususnya saat menghadapi Arab Saudi.

\”Silahkan Angkat Kaki Patrick ! OUT.\”

\”Please you out.\”

\”Let\’s go home to the Netherlands #KLUIVERTOUT.\”

\”Gimana kalau kita unfollow saja.\”

\”Waktu dan tempat dipersilakan #patrickkluivertout.\”

Timnas Indonesia dipastikan berada di posisi dasar klasemen grup B dengan hasil dua kekalahan beruntun dan koleksi 0 poin. Irak membuka peluang untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026. Singa Mesopotamia akan beradu nasib pada laga terakhir menghadapi Arab Saudi di King Abdullah Sports City pada Rabu, 15 Oktober 2025. Tim yang memperoleh kemenangan akan menjadi juara grup B dan memegang tiket kelolosan otomatis ke Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Sebaliknya tim posisi runner-up, akan kembali diadu untuk perebutan tiket play-off menuju ronde 5 Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Adapun saat ini, Arab Saudi dan Irak memperoleh 3 poin dan satu selisih gol serupa berkat kompak mengalahkan Timnas Indonesia. Jika kedua tim memperoleh hasil imbang pada laga terakhir, maka penentuan posisi akan dilihat dari perolehan kartu kuning dan merah.

7 Fakta Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 usai kalah dari Irak di laga penentuan di Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pertandingan Timnas Indonesia vs Irak berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah, Sabtu (11/10/2025) atau Minggu dini hari WIB. Skuad Garuda yang tampil dominan harus menghentikan ambisi menembus Piala Dunia 2026. Itu setelah pasukan Patrick Kluivert menyerah 0-1 dari Irak lewat gol tunggal Zidane Iqbal di babak kedua.

Berikut sejumlah fakta Timnas Indonesia tidak lolos Piala Dunia 2026 usai kalah dari Irak:

1. Timnas Indonesia Main Ngotot dan Lebih Dominan

Indonesia yang melakukan perubahan starting XI tampil lebih percaya diri dalam menghadapi Irak. Skuad Garuda tampil lebih ngotot dan dinamis di dalam lapangan. Indonesia juga tampil lebih dominan ketimbang Irak. Buktinya, Indonesia sudah mendapatkan kesempatan di menit kedelapan. Thom Haye melakukan tembakan percobaan yang masih menyamping di sisi kiri gawang Irak. Mauro Zijlstra hampir saja membawa Indonesia memimpin pada menit ke-14. Kerja sama apik yang dilakukan dari sisi kanan penyerangan, Thom Haye kemudian mengirimkan umpan tarik ke tengah kotak penalti yang disambut oleh Zijlstra. Namun, sepakannya berhasil diblok oleh bek Irak dan kiper Jalal Hassan dan hanya menghasilkan sepak pojok. Tekanan demi tekanan terus dilakukan oleh skuad Garuda guna mencari gol pertama di laga ini. Tetapi, belum ada satu pun yang tercipta hingga menit ke-20.

2. Irak Tampak Frustasi

Di sisi lawan, Irak juga terlihat frustrasi untuk menembus pertahanan Indonesia yang digalang Rizky Ridho, Jay Idzes, serta Kevin Diks. Satu peluang terakhir di babak pertama didapatkan oleh Indonesia lewat tendangan bebas Dean James jelang pertandingan usai. Tapi, arah tembakannya masih menyamping di sisi kiri gawang. Skor kacamata menghiasi 45 menit pertama duel Indonesia vs Irak. Irak yang kesulitan mengimbangi permainan Indonesia di babak pertama langsung melakukan dua pergantian di awal babak kedua. Salah satu yang dimasukkan adalah pemain FC Utrecht, Zidane Iqbal. Perubahan tersebut terlihat berhasil memberi dampak pada permainan Irak yang lebih kreatif dan kuat di lini tengah. 11 menit babak kedua berjalan, Ole Romeny akhirnya dimasukkan oleh Kluivert dengan harapan bisa memutus kebuntuan lini depan Indonesia. Namun, semenit berselang, justru serangan balik Irak yang hampir melukai Indonesia. Beruntung, Rizky Ridho mampu memblok peluang tersebut dan hanya berbuah sepak pojok. Kevin Diks mengejutkan pertahanan Irak di menit 65 lewat tendangan first time dari dalam kotak penalti. Sayang, sepakannya masih lemah dan bisa diamankan dengan mudah oleh kiper Jalal Hassan. Petaka untuk Indonesia hadir pada menit ke-75. Zidane Iqbal yang mendapat ruang tembak berhasil memaksimalkan kesempatan tersebut untuk membobol gawang Indonesia. Bola mengarah ke pojok kiri gawang Indonesia yang sulit dijangkau oleh kiper Maarten Paes.

3. Ketegangan Sering Terjadi di Menit-menit Akhir

Tensi pertandingan semakin tinggi di 10 menit akhir pertandingan. Friksi dan ketegangan antarpemain jadi sering terjadi. Suporter Indonesia yang hadir juga membuat pertandingan terhenti sementara karena melemparkan botol minuman ke arah lapangan sekitar menit ke-84. Itu dipicu ketidakpuasan terhadap keputusan wasit yang dianggap merugikan tim Merah Putih. Pertandingan kembali berjalan pada menit 89. Wasit memberikan tambahan waktu selama 11 menit. Irak harus bermain dengan 10 orang pada menit 98 setelah Zaid Hantoosh mendapatkan kartu kuning kedua. Namun, Indonesia tetap tak mampu menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-0 untuk kemenangan Irak. Langkah Indonesia untuk ke Piala Dunia 2026 terhenti di ronde keempat.

4. Kata-kata Jay Idzes Usai Hasil Timnas Indonesia Vs Irak 0-1

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menyinggung soal wasit usai laga kontra Irak yang berakhir dengan kekalahan 0-1. Skor 0-1 jadi hasil Timnas Indonesia vs Irak, laga Grup B ronde keempat Kualifikasi digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Sabtu (11/10/2025) atau Minggu dini hari WIB. Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Irak usai kemasukan gol sepakan kaki kiri Zidane Iqbal pada menit ke-76. Timnas Indonesia pun harus memupus asa lolos ke Piala Dunia 2026. Jay Idzes dkk berakhir di dasar klasemen Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia tanpa poin. Sebelum dibekuk Irak, Timnas Indonesia takluk 2-3 dari Arab Saudi, Rabu (8/10/2025) silam. \”Pertama-tama kami menyalahkan diri sendiri. Kami memiliki sejumlah peluang. Saya pikir kami bermain baik secara keseluruhan, namun kami tak berhasil mencetak gol,\” tutur Jay Idzes. Timnas Indonesia memang bermain lebih menggigit ketika bersua Irak. Sepanjang pertandingan, Skuad Garuda arahan Patrick Kluivert mampu melepas sembilan tembakan, berdasarkan catatan Sofascore. Jumlah tembakan Timnas Indonesia lebih banyak dari Irak (7 tembakan).

5. Timnas Indonesia Dapat 6 Kartu Kuning

Jay Idzes kemudian mengomentari kepemimpinan wasit yang cukup sibuk mencabut kartu pada laga Indonesia vs Irak. Total wasit asal China, Ma Ning, mencabut enam kartu kuning untuk Timnas Indonesia. Ma Ning juga mengusir keluar pemain Irak Zaid Tahseen pada masa injury time setelah sebuah duel dengan Kevin Diks di area kotak penalti. Tahseen mendapatkan kartu kuning kedua karena reaksinya. Wasit menilai Kevin Diks sudah melakukan pelanggaran terlebih dahulu, sehingga Indonesia tak mendapatkan hadiah penalti. \”Sulit karena saya selalu mencoba bersikap hormat, saya selalu berupaya menghormati semua orang, wasit, organisasi, semuanya,\” kata Jay Idzes. \”Namun, hari ini sesuatu terjadi dan menurut saya tidak benar. Pada akhirnya wasit memutuskan, jadi kami harus menerima itu.\” \”Namun, jika saya melihat di akhir pertandingan saya ingin memberikan bantuan kepada wasit dan mereka bilang tidak.\” \”Saya selalu memberikan respek, saya selalu di lapangan. Saya memastikan semua orang menjauh dari wasit,\” ucap pemain Sassuolo tersebut. Tensi tinggi terjadi karena partai Indonesia vs Irak memang begitu krusial. Timnas Indonesia butuh kemenangan untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026. \”Saya mencoba berbicara secara hormat dengan wasit dan mesikpun mereka membuat keputusan yang tak menguntungkan kami, kami harus respek.\” \”Namun hal itu sulit dalam pertandingan sebab ada begitu banyak yang dipertaruhkan dan semua orang menjadi emosional sebab semua orang ingin menang.\” \”Jadi sulit untuk merefleksikan secara langsung sekarang. Namun, saya hanya ingin berkata saya bangga dengan tim ini,\” ucap Jay Idzes menambahkan. Apa pun itu, Jay Idzes mencoba tetap berpikir positif ke depan. Ia percaya Timnas Indonesia punya cukup kualitas untuk bertarung lagi memperebutkan tiket di Piala Dunia berikutnya. \”Melawan Arab Saudi kami tak memainkan permainan terbaik kami. Dan Anda lihat hari ini semua pemain bertarung, kami bermain dominan, kami bermain bagus.\” \”Namun, seperti saya bilang kami tak memberi penghargaan (gol) untuk diri kami.\” \”Namun, tim ini bukan hanya untuk masa sekarang, ini untuk masa depan. Hidup kami tak berhenti di sini.\” \”Kami punya proyek indah, kami memiliki tim bagus, kami mempunyai begitu banyak pemain bagus.\” \”Suporter luar biasa. Kami mempunya chemistry yang bagus. Saya pikir yang telah kami mulai saat ini , bukan hanya hari ini, tapi keseluruhan ronde kualifikasi, bahwa kami bisa belajar banyak hal.\” \”Saya rasa ini adalah pengalaman bagus bagi kami dan kami bisa memetik banyak hal dari pengalaman ini dan mencoba untuk berkembang, mencoba untuk lolos di Piala Dunia berikutnya,\” kata Jay Idzes, seperti dilansir Kompas.com.

6. Wasit Laga Timnas Indonesia vs Irak Trending: VAR Dianggap Mati, 3 Kali Bikin Garuda Rugi

Wasit asal China, Ma Ning trending topic di media sosial X (Twitter) setelah kekalahan Timnas Indonesia vs Irak di laga kedua Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB. Kepemimpinan wasit Ma Ning dinilai berat sebelah dan merugikan Timnas Indonesia. Bahkan, warganet di Twitter banyak yang geram dan menilai VAR di laga Timnas Indonesia vs Irak tak mati alias tak digunakan dengan adil. Pada laga ini, sejatinya Timnas Indonesia bermain cukup apik di babak pertama. Namun sayangnya kepemimpinan dari wasit asal Ma Ning asal China merusak permainan Garuda. Setelah pertandingan, wasit Ma Ning pun langsung menjadi trending topic di media sosial X. Tagar wasit pun digaungkan lebih dari 11 ribu warganet Tanah Air. Banyak netizen yang tidak puas dengan performa wasit asal China tersebut. \”Kemarin wasit oke mainnya stres. Giliran mainnya bagu, wasitnya stres,\” tulis seorang netizen. \”Tanding nggak pake VAR,\” sambung netizen lainnya. \”Buat apa ada VAR kalau nggak digunain, jadi wasit yang bener aja,\” cuit kekesalan warganet, seperti dilansir Tribunnews.com di artikel berjudul Wasit Laga Timnas Indonesia vs Irak Trending: VAR Dianggap Mati, 3 Kali Bikin Garuda Rugi. Keputusan wasit Ma Ning di laga Timnas Indonesia vs Irak memang penuh kontroversi. Salah satunya yakni saat tidak memberikan kartu merah kepada Zaid Tahseen di menit ke-80 an setelah dengan sengajak menedang kaki Kevin Diks. Kala itu Kevin Diks sedang melakukan umpan kombinasi dengan Miliano Jonathans di sisi kanan. Namun bek Irak, Zaid Tahseen langsung menyapu bola namun tendangannya justru mengarah ke kaki Kevin Diks. Insiden berbahaya tersebut hanya membuat pemain nomor empat dari Irak tersebut hanya diganjar kartu kuning saja. Kemudian keputusan kontroversi lainnya terjadi di menit injury time. Kala itu Kevin Diks berniat mengontrol bola di dalam kotak penalti, namun tangan dari Zaid Tahseen menampar wajah Kevin. Kejadian tersebut membuat para pemain Timnas Indonesia langsung melakukan protes kepada wasit dan Zaid Tahseen mendapat kartu kuning kedua dan membuatnya diusir dari lapangan. Namun anehnya, meskipun memberikan kartu kuning kedua dan merah ke Irak, Timnas Indonesia mendapatkan penalti. Padahal jelas-jelas hal itu merupakan pelanggaran dan membuat pemain Irak dikartu merah. Alih-alih mengecek VAR, Wasit justru meminta pertandingan kembali dilanjutkan, dan menjadi bola tendangan bebas untuk Irak. Timnas Indonesia Dirugikan Tiga Kali Keputusan kontroversi dari perangkat pertandingan seperti ini tentu bukanlah hal yang pertama bagi Timnas Indonesia. Sebagai informasi, wasit Ma Ning memimpin laga Timnas Indonesia vs Irak didampingi oleh lima asistennya juga berasal dari China dan ada juga yang dari Thailand. Rinciannya yakni Zhou Fei sebagai asisten wasit 1, Zhang Shang asisten wasit 2, Shen Yan Hu ofisial keempat, Fu Ming wasit VAR, Sivakorn Pu-Udom asisten wasit VAR. Jika dilihat dari susunannya, tentu nama paling terakhir yang menjadi asisten wasit VAR cukup familiar dengan Indonesia. Bagaimana tidak, rekam jejak kontroversi wasit VAR asal Thailand itu sudah beberapa kali merugikan Timnas Indonesia di pertandingan internasional. Contohnya di ajang Piala Asia U23 2024, di mana Timnas U23 Indonesia yang dilatih Shin Tae-yong takluk 0-2 dari tuan rumah Qatar di matchday pertama babak penyisihan grup. Kala itu, Sivakorn Pu-Udom sebagai wasit VAR mengeluarkan beberapa keputusan kontroversial yang merugikan Timnas Indonesia. Bayangkan saja, selain dipaksa bermain dengan 9 pemain, lantaran Ivar Jenner dan Ramadhan Sananta diganjar kartu merah, Timnas U23 Indonesia juga dihukum penalti setelah Rizky Ridho dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti. Selain di laga perdana, Sivakorn Pu-Udom kemali merugikan Timnas U23 Indonesia saat melawan Uzbekistan di babak semifinal Piala Asia U23 2024. Dalam laga semifinal, tiga keputusan VAR yang merugikan Garuda Muda mulai dari dianulirnya pelanggaran terhadap Witan Sulaeman, dibatalkannya gol Muhammad Ferrari, dan disahkannya kartu merah Rizky Ridho.

7. Ranking FIFA Timnas Indonesia Anjlok

Tak hanya mimpi berlaga di Piala Dunia 2026 saja yang gagal diwujudkan oleh Timnas Indonesia. Dilansir Tribunnews.com di artikel berjudul Double Apes Timnas Indonesia: Gagal ke Piala Dunia 2026, Ranking FIFA Anjlok Gak Ketulungan, dua kekalahan beruntun melawan Arab Saudi dan Irak di ronde keempat juga membuat ranking FIFA Timnas Indonesia anjlok. Sebelum bertarung dengan Arab Saudi dan Irak, Timnas Indonesia diketahui berada di peringkat 119 dunia, dengan jumlah poin sebesar 1.157,94 poin. Namun setelah hasil mengecewakan berupa kekalahan menghadapi dua tim tersebut, jumlah poin hingga ranking FIFA Timnas Indonesia otomatis anjlok. Saat kalah melawan Arab Saudi, peringkat Timnas Indonesia turun satu tingkat, dan jumlah poin Garuda dikurangi – 6,68, menjadi 1151,26 poin, sebagaimana dikutip dari Footy Ranking maupun Football Rank. Kini, setelah tumbang di tangan Irak, ranking FIFA yang ditempati Timnas Indonesia dipastikan akan kembali turun beberapa tingkat. Kekalahan terbaru dari Irak membuat jumlah poin FIFA yang dikumpulkan Timnas Indonesia berkurang 6.53 poin, menjadi 1144,73 poin. Ranking FIFA Timnas Indonesia setidaknya bakal turun dua tingkat lagi ke peringkat 122 gegara kekalahan dari Irak. Bahkan, peringkat FIFA yang ditempati Timnas Indonesia rawan semakin anjlok, jika negara-negara yang kini rankingnya berada tidak jauh dibawah Garuda meraih hasil positif di FIFA Matchday kali ini. Target Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia ambyar, dan harapan mendekati ranking 100 besar dunia di peringkat FIFA pun kian sulit dijangkau, sungguh betapa tragisnya nasib Timnas Indonesia.












Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal