Keterbatasan Stok Jadi Tantangan Multifinance Kembangkan Pembiayaan Emas
2 mins read

Keterbatasan Stok Jadi Tantangan Multifinance Kembangkan Pembiayaan Emas

Peluang Pembiayaan Emas di Industri Multifinance

Industri multifinance memiliki potensi yang cukup besar untuk menawarkan produk pembiayaan emas. Hal ini didorong oleh tren masyarakat kelas menengah yang melihat emas sebagai aset investasi jangka panjang. Selain itu, harga emas yang mengalami peningkatan sebesar 62,7% dalam satu tahun terakhir membuatnya menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan instrumen investasi lain seperti pasar saham atau SBN.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa fasilitas pembiayaan emas dari multifinance bisa sangat membantu masyarakat yang ingin mencicil emas batangan secara aman. Menurutnya, tren ini dapat menjadi alternatif yang menarik bagi masyarakat yang ingin memperoleh emas tanpa harus membayar seluruhnya sekaligus.

Namun, ia juga mengakui adanya tantangan yang dihadapi oleh perusahaan multifinance dalam menjalankan produk ini. Salah satunya adalah keterbatasan stok emas dan kesadaran masyarakat yang masih terkait dengan layanan pegadaian atau bank emas. Selain itu, pengujian latar belakang calon peminjam juga bisa menjadi tantangan tersendiri. Meskipun demikian, Bhima menilai risiko yang terkait dengan pembiayaan emas relatif kecil, bahkan lebih rendah daripada kredit konsumsi.

Menurut ekonom lulusan UGM ini, pembiayaan emas bisa menjadi salah satu andalan multifinance di tengah lesunya kredit kendaraan bermotor. Ia menekankan bahwa sosialisasi dan bunga yang kompetitif akan menjadi faktor penting dalam menarik minat masyarakat. Jika bunga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan return emas tahunan, maka masyarakat pasti akan tertarik untuk menggunakan layanan ini.

Tantangan dan Potensi Masa Depan

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, setuju dengan pandangan Bhima. Ia yakin bahwa jumlah perusahaan multifinance yang menawarkan pembiayaan emas akan meningkat seiring berjalannya waktu. Awalnya, dia mengakui bahwa saat ini hanya sedikit perusahaan yang sudah memiliki layanan tersebut. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran atau pemahaman terhadap potensi yang ada.

“Mungkin belum semuanya aware, belum semuanya paham bahwa ada satu kesempatan seperti ini,” ujarnya.

Suwandi menambahkan bahwa perlahan-lahan, semakin banyak perusahaan yang akan mulai mempertimbangkan layanan pembiayaan emas. Proses ini bisa diibaratkan seperti estafet, di mana perusahaan yang pertama kali mencoba akan menjadi contoh bagi yang lain.

Strategi yang Diperlukan

Untuk memperluas penggunaan layanan pembiayaan emas, diperlukan strategi sosialisasi yang efektif. Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa pembiayaan emas bukan hanya sekadar layanan pegadaian, tetapi juga bentuk investasi yang aman dan menguntungkan. Selain itu, bunga yang ditawarkan harus kompetitif agar mampu menarik minat calon peminjam.

Pembiayaan emas juga bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki emas tanpa harus menunggu waktu lama untuk menabung. Dengan cicilan yang terjangkau, mereka bisa memiliki emas sebagai aset jangka panjang.

Dalam jangka panjang, jika strategi yang tepat dilakukan, pembiayaan emas bisa menjadi bagian penting dari portofolio layanan multifinance. Ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memberikan peluang bisnis baru bagi perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal