Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Kalah dari Irak, Tagar Patrick Kluivert Mencuat
4 mins read

Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Kalah dari Irak, Tagar Patrick Kluivert Mencuat

Timnas Indonesia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026

Tim Nasional (Timnas) Indonesia harus mengubur mimpi mereka untuk tampil di Piala Dunia 2026 setelah kembali mengalami kekalahan dari Irak. Kekalahan ini membuat harapan Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan pupus.

Pertandingan penting melawan Irak pada laga kedua putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah Sports City, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB, menjadi momen yang menyedihkan bagi pendukung Garuda. Di hadapan puluhan ribu pendukung, Skuad Garuda harus menyerah 0-1 dari Irak, tim beralias Singa Mesopotamia. Gol tunggal dari Zidane Iqbal di menit ke-76 cukup untuk mengakhiri harapan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Kemenangan 1-0 Irak memastikan Indonesia pulang tanpa poin dari Grup B. Skuad Garuda kini terpaksa puas menjadi juru kunci grup setelah mengalami dua kekalahan. Sebelumnya, Skuad Garuda kalah 2-3 dari Arab Saudi.

Reaksi Netizen terhadap Pelatih Patrick Kluivert

Setelah Timnas Indonesia tersingkir dari persaingan berburu tiket Piala Dunia 2026, media sosial langsung diramaikan dengan tagar \”Kluivert Out\”. Tagar #KluivertOut menjadi trending di X (Twitter), sebagai ungkapan kekecewaan pendukung terhadap kepemimpinan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Jumlah cuitan yang menuntut pemecatan Kluivert sangat banyak, bahkan sudah mencapai lebih dari 30 ribu. Saat berita ini ditulis, tagar #KluivertOut masih menduduki trending nomor satu di Indonesia.

Tagar serupa juga muncul di Januari 2025. Ketidakpuasan terhadap pelatih asal Belanda ini sudah terlihat sebelum pertandingan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 berlangsung. Puncaknya adalah setelah Indonesia tersingkir usai kalah 0-1 dari Irak. Patrick Kluivert diketahui sudah memimpin Jay Idzes dan kawan-kawan dalam 8 pertandingan, dengan hasil yang kurang memuaskan.

Rapor Kluivert adalah 3 kemenangan, 1 imbang, dan 4 kekalahan. Tagar \”KluivertOut\” bukan pertama kali ini saja muncul di media sosial. Ketika Kluivert diumumkan sebagai pelatih baru Indonesia, tagar tersebut langsung muncul dan ramai diperbincangkan di media sosial. Reaksi keras dari netizen terjadi pada Januari 2025 setelah pemecatan Shin Tae-yong, lalu PSSI mengumumkan Patrick Kluivert sebagai penggantinya. Netizen langsung menggunakan tagar \”KluivertOut\” meskipun Kluivert belum tiba di Indonesia saat itu.

Jay Idzes: Kami Menyalahkan Diri

Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes merasa timnya perlu mengambil tanggung jawab dengan menyalahkan diri sendiri atas kegagalan ini. \”Pertama-tama kami menyalahkan diri sendiri. Kami memiliki sejumlah peluang. Saya pikir kami bermain baik secara keseluruhan, namun kami tak berhasil mencetak gol,\” tutur Jay Idzes dalam wawancara singkat usai laga Indonesia vs Irak.

Dari sudut pandangnya, beberapa keputusan wasit asal China Ning Ma tidak sepenuhnya benar, namun ia berusaha untuk bersikap hormat kepadanya. \”Sulit karena saya selalu mencoba bersikap hormat, saya selalu berupaya menghormati semua orang, wasit, organisasi, semuanya,\” kata Jay Idzes.

\”Namun, hari ini sesuatu terjadi dan menurut saya tidak benar. Pada akhirnya wasit memutuskan, jadi kami harus menerima itu.\”

\”Namun, jika saya melihat di akhir pertandingan saya ingin memberikan bantuan kepada wasit dan mereka bilang tidak.\”

\”Saya selalu memberikan respek, saya selalu di lapangan. Saya memastikan semua orang menjauh dari wasit,\” ucap pemain Sassuolo tersebut.

Jay Idzes Bicara tentang Wasit

Wasit Ning Ma tampil tegas sebagai pengadil lapangan. Ia mencabut enam kartu kuning untuk pemain Timnas Indonesia. Sementara dua kartu kuning diberikan kepada satu pemain Irak, Zaid Tahseen (90+9), yang kemudian harus keluar lapangan. Zaid Tahseen sejatinya bisa saja keluar lapangan lebih awal, begitu melakukan pelanggaran kepada Ole Romeny pada menit ke-68.

Andai tak dilanggar Tahseen, Romeny berpeluang berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Pelanggaran itu pada akhirnya cuma berbuah kartu kuning bagi Tahseen.

\”Saya mencoba berbicara secara hormat dengan wasit dan meskipun mereka membuat keputusan yang tak menguntungkan kami, kami harus respek.\”

\”Namun hal itu sulit dalam pertandingan sebab ada begitu banyak yang dipertaruhkan dan semua orang menjadi emosional sebab semua orang ingin menang.\”

\”Jadi sulit untuk merefleksikan secara langsung sekarang. Namun, saya hanya ingin berkata saya bangga dengan tim ini,\” ucap Jay Idzes menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal