Bisakah Indonesia Lolos Piala Dunia 2026 Meski Kalah dari Irak? Ini Jawabannya
3 mins read

Bisakah Indonesia Lolos Piala Dunia 2026 Meski Kalah dari Irak? Ini Jawabannya

Timnas Indonesia dan Peluang Lolos ke Piala Dunia 2026

Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Irak dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi momen penting bagi skuad Garuda. Sayangnya, Timnas Indonesia harus menerima kekalahan 0-1 dari Irak di King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Sabtu (11/10/2025) atau Minggu dini hari WIB. Hasil ini memicu pertanyaan apakah masih ada harapan bagi Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026.

Jalannya Pertandingan

Dalam pertandingan ini, Timnas Indonesia tampil lebih percaya diri setelah melakukan perubahan starting XI. Skuad Garuda menunjukkan permainan yang lebih dinamis dan ngotot di lapangan. Indonesia juga terlihat lebih dominan dibandingkan Irak. Di menit kedelapan, Thom Haye mencoba melepaskan tembakan yang masih menyamping di sisi kiri gawang Irak.

Mauro Zijlstra hampir membawa Indonesia unggul pada menit ke-14. Umpan tarik dari Thom Haye disambut oleh Zijlstra, tetapi sepakannya berhasil diblok oleh bek Irak dan kiper Jalal Hassan. Tekanan terus dilakukan oleh Indonesia, tetapi hingga menit ke-20 belum ada gol yang tercipta. Di sisi lain, Irak kesulitan menembus pertahanan Indonesia yang digalang Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Kevin Diks.

Peluang terakhir di babak pertama didapatkan oleh Indonesia lewat tendangan bebas Dean James jelang akhir babak pertama. Namun, arah tembakannya masih menyamping di sisi kiri gawang. Skor kacamata menghiasi 45 menit pertama duel Indonesia vs Irak.

Perubahan di Babak Kedua

Di awal babak kedua, Irak melakukan dua pergantian pemain untuk meningkatkan kreativitas mereka. Salah satu pemain yang dimasukkan adalah Zidane Iqbal dari FC Utrecht. Perubahan tersebut terlihat memberikan dampak positif pada permainan Irak yang semakin kreatif dan kuat di lini tengah.

Ole Romeny dimasukkan oleh Kluivert sekitar 11 menit babak kedua berjalan, dengan harapan bisa memutus kebuntuan lini depan Indonesia. Namun, semenit berselang, justru serangan balik Irak yang hampir melukai Indonesia. Beruntung, Rizky Ridho mampu memblok peluang tersebut dan hanya berbuah sepak pojok.

Kevin Diks mengejutkan pertahanan Irak di menit 65 lewat tendangan first time dari dalam kotak penalti. Sayang, sepakannya masih lemah dan bisa diamankan dengan mudah oleh kiper Jalal Hassan. Petaka untuk Indonesia hadir pada menit ke-76, ketika Zidane Iqbal berhasil memaksimalkan kesempatan tersebut untuk membobol gawang Indonesia.

Tensi Tinggi dan Aksi Suporter

Tensi pertandingan semakin tinggi di 10 menit akhir pertandingan. Friksi dan ketegangan antarpemain jadi sering terjadi. Suporter Indonesia yang hadir membuat pertandingan terhenti sementara karena melemparkan botol minuman ke arah lapangan sekitar menit ke-84. Aksi itu dipicu ketidakpuasan terhadap keputusan wasit yang dianggap merugikan tim Merah Putih.

Pertandingan kembali berjalan pada menit 89. Wasit memberikan tambahan waktu selama 11 menit. Irak harus bermain dengan 10 orang pada menit 98 setelah Zaid Tahseen mendapatkan kartu kuning kedua. Namun, Indonesia tetap tak mampu menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.

Apakah Masih Ada Harapan?

Kekecewaan terasa di kalangan para penggemar sepak bola Indonesia setelah kekalahan ini. Timnas Indonesia harus angkat koper dari pentas Piala Dunia 2026. Sebab kekalahan Timnas Indonesia atas Irak menjadi pertandingan terakhir skuad Garuda di ajang Internasional.

Meskipun demikian, peluang untuk lolos ke Piala Dunia 2026 masih bisa dibahas. Timnas Indonesia akan terus berjuang untuk memperbaiki performa mereka di pertandingan-pertandingan berikutnya. Dengan dukungan penuh dari suporter dan kerja sama yang baik antar pemain, peluang untuk kembali bertanding di panggung internasional masih terbuka.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal