Cegah Keracunan, BGN Perintahkan SPPG Gunakan Air Galon untuk Masak Menu MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan instruksi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menggunakan air galon dalam memasak menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Instruksi ini diambil sebagai respons terhadap banyaknya kasus keracunan yang terjadi dalam program MBG. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penggunaan air galon merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan sanitasi dapur.
\”Kami telah menginstruksikan agar mereka menggunakan air galon. Untuk keperluan mencuci, airnya perlu diberikan saringan,\” ujar Dadan dalam paparannya saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Menteri Kesehatan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, serta Kepala BPOM, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10).
Untuk mendukung penerapan ini, pemerintah telah membuat peraturan Kepala BGN terkait dengan persiapan sertifikasi higiene dan sanitasi. Dadan menegaskan bahwa selain fokus pada sanitasi, BGN juga ingin menerapkan sertifikasi keamanan pangan berupa HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point).
“Selain itu, kami juga tidak hanya berkaitan dengan sanitasi, kami juga ingin menerapkan sertifikasi keamanan pangan berupa HACCP,” katanya.
Dadan menyebut bahwa saat ini persiapan sertifikasi sudah memasuki tahap menentukan lembaga independen tersertifikasi yang mampu melakukan sertifikasi keamanan pangan. Sertifikasi ini akan menjadi pegangan bagi SPPG yang memasak menu MBG.
“Nanti akan berlaku dua sertifikasi, yaitu sertifikasi higienis SLHS dari Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan, dan kemudian sertifikasi HACCP dari Lembaga Independen untuk Keamanan Pangan,” jelas Dadan.
Selain itu, Dadan juga menyampaikan bahwa Puskesmas dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) akan lebih banyak dilibatkan dalam hal mitigasi kesehatan dan penanganan darurat. Hal ini diputuskan setelah rapat koordinasi lintas lembaga.
Langkah-Langkah yang Diambil oleh BGN
-
Penggunaan Air Galon
Penggunaan air galon digunakan untuk memastikan kualitas air yang digunakan dalam memasak menu MBG. Ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi yang bisa menyebabkan keracunan. -
Saringan untuk Air
Selain menggunakan air galon, air yang digunakan untuk mencuci harus diberikan saringan. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan air tetap bersih dan aman. -
Sertifikasi Higiene dan Sanitasi
Pemerintah telah membuat peraturan Kepala BGN terkait dengan persiapan sertifikasi higiene dan sanitasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua tempat penyajian makanan memenuhi standar kebersihan. -
Sertifikasi HACCP
BGN juga ingin menerapkan sertifikasi HACCP, yaitu sistem manajemen keamanan pangan yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko bahaya yang mungkin terjadi dalam proses produksi makanan. -
Lembaga Independen Tersertifikasi
Saat ini, persiapan sertifikasi sedang memasuki tahap menentukan lembaga independen yang tersertifikasi. Lembaga tersebut akan melakukan sertifikasi keamanan pangan. -
Keterlibatan Puskesmas dan UKS
Puskesmas dan UKS akan lebih aktif dalam mitigasi kesehatan dan penanganan darurat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap masalah kesehatan dapat segera ditangani.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun langkah-langkah ini diambil, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Misalnya, pemenuhan standar sanitasi di berbagai daerah bisa menjadi kendala. Selain itu, pelatihan bagi petugas SPPG juga perlu ditingkatkan agar mereka memahami prosedur keamanan pangan secara lengkap.
Selain itu, pengawasan terhadap pelaksanaan sertifikasi juga sangat penting. Tanpa pengawasan yang ketat, sertifikasi bisa menjadi formalitas belaka. Oleh karena itu, perlu adanya mekanisme evaluasi yang jelas dan transparan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan aman. Tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjaga kesehatan dan keselamatan para penerima makanan.
