Dialog Pemikiran Tjokroaminoto di Manado: Bangkitkan Semangat Keumatan dan Kebangsaan Era Digital
Dialog Pemikiran HOS Tjokroaminoto: Membangkitkan Semangat Keumatan dan Kebangsaan
Kegiatan dialog pemikiran bertajuk “Islam, Kebangsaan, dan Keadilan Sosial” digelar oleh Syarikat Islam (SI) Kota Manado bersama Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) PC Manado. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, di Aula Kantor DPD RI Tikala, Manado. Dialog ini menghadirkan suasana penuh semangat kebangsaan dan refleksi keumatan.
Tema yang diusung adalah “Membangkitkan Spirit Keumatan dan Kebangsaan di Era Digital.” Acara ini mengundang para tokoh lintas bidang yang aktif menyuarakan isu-isu sosial, keislaman, dan kebangsaan. Beberapa pembicara yang hadir antara lain fiksiwan Reiner Emyot Ointoe, akademisi dan pemerhati sosial Dr. Burhan Niode, M.Si, antropolog sosial Drs. Mahyudin Damis, M.Hum, serta Prof. Dr. Ir. Grevo S. Gerung, MSc, staf khusus Gubernur Sulawesi Utara bidang pendidikan.
Dialog ini dipandu oleh Faradila Bachmid, S.Psi, Ketua KOPI PMI Sulut, yang tampil sebagai moderator dengan gaya interaktif dan komunikatif. Ia memastikan setiap gagasan tersampaikan dengan hidup kepada para peserta.
Ketua SI Kota Manado, Dr. Ridwan Lasabuda, M.Si, menjelaskan bahwa dialog ini merupakan bagian dari program Syarikat Islam dalam mengembangkan dunia pendidikan dan memperkuat nilai kebangsaan di masyarakat. Ia menekankan bahwa era digital membawa kemudahan, tetapi juga tantangan. Oleh karena itu, semangat keumatan dan kebangsaan harus terus dirawat.
Ridwan menambahkan bahwa nilai-nilai perjuangan HOS Tjokroaminoto sangat relevan dalam menghadapi era teknologi saat ini. “Kita harus memanfaatkan teknologi untuk memperjuangkan keadilan sosial sebagaimana diajarkan oleh Tjokroaminoto,” ujarnya.
Ketua PMI PC Manado, Syafril A. Parasana, S.I.Kom, menegaskan bahwa dialog ini bukan sekadar ajang intelektual, melainkan bentuk refleksi terhadap perjuangan tokoh besar HOS Tjokroaminoto — sosok yang dikenal sebagai Guru Para Pendiri Bangsa. Ia menekankan bahwa nilai-nilai Islam yang diperjuangkan Tjokroaminoto tetap relevan hingga hari ini, terutama bagi generasi muda yang hidup di era digital.
Syafril mengajak seluruh peserta menjadikan nilai-nilai perjuangan Tjokroaminoto sebagai pedoman dalam kehidupan nyata maupun di ruang digital. “Kita semua punya tanggung jawab menjaga persatuan umat dan bangsa. Dunia digital harus jadi ladang dakwah dan pengabdian, bukan arena perpecahan,” tandasnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, ormas Islam, akademisi, pemerhati sosial-politik, hingga masyarakat umum. Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh gagasan, menegaskan semangat Tjokroaminoto yang terus hidup di tengah perubahan zaman.
Peserta dan Partisipasi
Beberapa hal yang menarik dalam acara ini adalah partisipasi peserta yang beragam. Berikut beberapa kelompok yang hadir:
- Mahasiswa
- Mereka turut serta dalam diskusi dengan berbagai pertanyaan dan masukan.
-
Banyak dari mereka mengaku terinspirasi oleh gagasan-gagasan yang disampaikan.
-
Ormas Islam
- Organisasi-organisasi seperti PMI dan SI aktif dalam mendukung acara ini.
-
Mereka memberikan kontribusi dalam diskusi dan memperkuat semangat keumatan.
-
Akademisi
- Para ahli dan peneliti memberikan wawasan yang mendalam tentang isu-isu sosial dan keislaman.
-
Mereka membantu memperkaya diskusi dengan data dan teori.
-
Pemerhati Sosial-Politik
- Tokoh-tokoh yang aktif dalam isu-isu sosial dan politik turut hadir.
-
Mereka memberikan perspektif yang berbeda dalam diskusi.
-
Masyarakat Umum
- Banyak warga Manado yang hadir untuk belajar dan berdiskusi.
- Acara ini menjadi kesempatan bagi masyarakat umum untuk ikut serta dalam dialog.
Kesimpulan
Dialog ini berhasil menciptakan ruang diskusi yang dinamis dan bermakna. Dengan tema yang relevan dan peserta yang beragam, acara ini menjadi contoh bagaimana nilai-nilai keumatan dan kebangsaan dapat dijaga di tengah perkembangan teknologi. Semangat Tjokroaminoto terus hidup dalam diskusi-diskusi seperti ini, yang membuka wawasan dan memperkuat persatuan umat dan bangsa.
