Dinkes Bekasi Akui Ulat Tercampur di Menu MBG
2 mins read

Dinkes Bekasi Akui Ulat Tercampur di Menu MBG

Penemuan Ulat di Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bekasi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengakui adanya laporan mengenai penemuan ulat di menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini terjadi saat makanan dibagikan di salah satu sekolah di wilayah Bekasi. Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, menjelaskan bahwa ulat tersebut ditemukan dalam menu sayuran yang disajikan.

\”Kemarin kami juga mendapat laporan, ada sekolah yang bilang ada ulatnya di makanan memang dari sayur mentah ulat yang keluar, bukan belatung,\” ujar Satia kepada jurnalis, Rabu (1/10/2025).

Pastikan Makanan Tidak Basi

Satia menjelaskan bahwa ulat tersebut berasal dari bahan baku menu sayuran. Meskipun demikian, dia memastikan bahwa makanan tersebut tidak basi.

\”Dari itu lho selada (ulatnya), mungkin kurang bersih, tapi itu ulat selada bukan belatung. Kalau belatung kan makanan basi,\” kata dia.

Untuk memastikan keamanan konsumsi, pihak sekolah langsung mengganti tempat MBG yang ditemukan ulat dengan menu yang baru agar dapat dikonsumsi oleh siswa.

Dinkes Langsung Datangi Sekolah

Setelah penemuan ulat tersebut, pihak Dinkes langsung melakukan tindakan cepat dengan mendatangi sekolah tersebut untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan evaluasi.

\”Jadi langsung kami tindaklanjuti dan kami survei ke sana. Jadi setiap kejadian kita anggap sebagai bahan evaluasi,\” ujar Satia.

Merahasiakan Lokasi Sekolah

Saat ditanyakan mengenai lokasi sekolah yang terdapat ulat di menu MBG tersebut, Satia memilih untuk merahasiakannya. Meski begitu, dia memastikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti temuan tersebut secara langsung.

\”Lokasi rahasia, tapi artinya langsung kami tindaklanjuti dan hari berikutnya tidak ditemukan kembali,\” ucap dia.

Tanggapan Terkait Keracunan MBG

Selain kasus penemuan ulat, BPOM memberikan pernyataan mengenai keracunan yang terjadi di beberapa sekolah. Menurut BPOM, mayoritas kasus keracunan MBG terjadi di dapur yang baru beroperasi. Sementara itu, Cak Imin menyampaikan bahwa SPPG (Sekolah Perlu Pembenahan Pangan) yang dianggap ngawur akan ditutup, namun program MBG tetap berjalan.

Pemerintah dan Dinkes terus berupaya memastikan bahwa semua makanan yang disajikan dalam program MBG aman dan layak konsumsi. Dengan adanya langkah-langkah evaluasi dan tindakan cepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal