Dua Cerita Menegangkan ABK Kapal Ikan yang Terbakar di Samudera Hindia, Terombang-ambing Selama 3 Hari
4 mins read

Dua Cerita Menegangkan ABK Kapal Ikan yang Terbakar di Samudera Hindia, Terombang-ambing Selama 3 Hari

Cerita Dramatis Anak Buah Kapal Saat KM Anugerah Indah 18 Terbakar

Kapal KM Anugerah Indah 18 mengalami kebakaran yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Tragedi ini terjadi di Samudra Hindia, tepatnya di koordinat lintang 11°, bujur 118°. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (8/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu, kapal sedang berada di perairan Lombok. Di dalam kapal terdapat 25 orang ABK. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, tujuh lainnya mengalami luka bakar, dan 17 orang lainnya selamat. Para korban dievakuasi oleh kapal KM Victory dan dibawa ke Pelabuhan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Setelah tiba di pelabuhan, para korban dibawa ke RSUD Blambangan untuk penanganan lebih lanjut.

Ilman: Terombang-ambing Selama 3 Hari

Muhammad Ilman Setiadi atau yang akrab disapa Ucil bercerita bahwa kapal berangkat mencari ikan pada pertengahan September dari Pelabuhan Tanjungwangi. Tujuan mereka adalah perairan Lombok dengan koordinat 117°. Biasanya, mereka melakukan operasi pencarian ikan di area tersebut.

Selama sebulan sebelum kejadian, ia mengaku tidak pernah mendengar ada masalah pada mesin kapal. Masalah baru muncul beberapa saat sebelum kebakaran terjadi. Saat kejadian, semua ABK sedang istirahat. Tiba-tiba, ada yang teriak \”Bangun, kebakaran! Keluar asap!\”.

Para ABK langsung bangun dan mencoba memadamkan api dengan air. Awalnya, pemadaman berhasil mengurangi asap dan percikan api. Namun, setelah lima ABK bagian mesin mencoba masuk ke kamar mesin, ledakan terjadi. Ledakan tersebut melukai lima kru di kamar mesin dan tiga kru yang berdiri tak jauh dari tempat tersebut.

Setelah ledakan, aroma tak sedap tercium, sehingga para ABK khawatir aroma tersebut beracun. Mereka segera menjauhkan rekan yang terluka ke tempat aman. Setelah itu, kapten kapal bisa menghubungi kapal lain untuk minta bantuan. Alhamdulillah, KM Victory Makmur datang menolong.

Setelah 2 jam, KM Victory Makmur tiba. Kru kapal itu mengevakuasi seluruh ABK dan kapten KM Anugerah Indah 18. Upaya pemadaman dari jauh gagal. Setelah kapal penolong datang, asap kembali tebal dan terjadi ledakan lagi, namun ledakan tersebut tidak terlalu besar.

Sebelum pergi menuju daratan, Ucil sempat melihat kondisi kapal tempatnya bekerja beberapa bulan silam. Kapal mulai terbakar di seluruh bagian. Lambat laun, lambung kapal tenggelam ditelan laut. \”Sudah habis semuanya,\” kenangnya.

Doni: Dengar Suara Ledakan

Doni Setiawan juga menceritakan pengalamannya saat kebakaran terjadi. Saat itu, kondisi kapal diam di perairan dan semua kru ABK sedang dalam kondisi istirahat. Tiba-tiba, asap dan sedikit percikan api muncul dari ruangan mesin yang berada di bagian bawah kapal.

Otomatis semua kru, 26 orang itu, serentak mendekati ruangan mesin yang timbul asap itu. Secara spontan, mereka kerja tim melakukan penyiraman di ruangan yang ada percikan api. Saat itu, kondisi api masih penuh asap. Ada juga aroma tak sedap yang diduga berasal dari kebocoran saluran tabung freon dekat ruang mesin.

Setelah pemadaman sekitar setengah jam, asap sempat mereda. Nah, setelah api dan asap sedikit padam dan mereda, tim senior khususnya dari bagian mesin melakukan pengecekan. Tim berusaha melakukan pengecekan di dalam ruangan mesin. Setelah sekitar lima ABK masuk ke ruang mesin, terjadi ledakan yang cukup besar.

Ledakan turut mengenai beberapa ABK lain yang berdiri di dekat pintu masuk kamar mesin. Totalnya semua korban itu ada 8 orang (yang kena ledakan). Doni menyebut, para ABK KM Anugerah Indah 18 mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Sementara para korban ledakan kebanyakan berasal dari Kabupaten Batang.

Awak kapal sempat meminta bantuan kepada kapal-kapal sekitar. Kebetulan saat itu, KM Victory Makmur tengah berlayar tak jauh dari lokasi. Seluruh kru KM Anugerah Indah 18 dievakuasi ke kapal tersebut. Sebelum meninggalkan kapal yang terbakar, KM Victory Makmur sempat berupaya memadamkannya. Namun, upaya tersebut tak berhasil hingga api makin membesar dan menghanguskan seluruh body kapal.

Akhirnya, mereka dibawa ke Pelabuhan di Banyuwangi. Satu dari korban ledakan meninggal dunia. Doni mengatakan bahwa kebanyakan korban berasal dari Pekalongan dan Batang, tetapi ada dua yang dari Riau dan Bekasi. Para korban luka telah diantar ke RSUD Blambangan untuk proses perawatan.

Korban Luka dan Kondisi Rumah Sakit

Para korban luka parah yang ditempatkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Blambangan antara lain Wawan, Misbahul, Riki, Jamal, Anto, Sumanto, dan Zeni. Beberapa dari mereka memiliki luka bakar parah dan serius. Korban meninggal telah dibawa ke kamar jenazah.

Kapal KM Anugerah Indah 18 dikabarkan berasal dari Pekalongan. Para ABK kapal ikan mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Namun, kapal sering singgah dan beraktivitas dari Pelabuhan Tanjungwangi, Kabupaten Banyuwangi. Kapal yang terbakar juga dikabarkan telah habis di perairan berserta barang bawaan dan angkutan milik ABK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal