IHSG Naik Awal Sesi, Rupiah Kembali Melemah
Pergerakan IHSG dan Rupiah di Pasar Keuangan
Pada hari Jumat, 3 Oktober 2025, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penguatan pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG berada di zona hijau, menunjukkan kenaikan yang signifikan. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami pelemahan di pasar spot pagi ini.
Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.02 WIB, IHSG berada di posisi 8.095,39, naik sebesar 24,31 poin (0,30 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 8.071,08. Dalam pergerakan tersebut, sebanyak 234 saham melaju di zona hijau, sementara 181 saham berada di zona merah. Adapun 191 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,23 triliun dengan volume perdagangan sebesar 1,95 miliar saham.
Analisis dari Pakar Pasar
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyampaikan bahwa Uni Eropa kembali memberlakukan kenaikan tarif impor baja hingga 50 persen. Selain itu, mereka juga membatasi hampir setengah dari volume baja yang diizinkan masuk setelah tarif diberlakukan. Mekanisme ini bertujuan untuk melindungi industri baja di Uni Eropa dengan menetapkan tarif sebesar 25 persen pada sebagian besar impor setelah kuota habis.
Komisi Eropa bagian perdagangan menegaskan bahwa mereka akan menaikkan tarif menjadi 50 persen. Dalam analisisnya, ia menjelaskan bahwa berdasarkan analisis teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.975–8.140.
Sementara itu, riset dari Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG ditutup menguat di level 8.071,08 atau naik 0,34 persen pada Kamis. Penguatan indeks bursa global dan regional menjadi faktor positif. Selain itu, penguatan rupiah terhadap dollar AS juga turut mendorong penguatan indeks. Mayoritas mata uang Asia cenderung menguat terhadap dollar AS akibat adanya government shutdown di AS.
Dari segi teknikal, pembentukan histogram negatif MACD berlanjut dan indikator Stochastic RSI berada di area pivot. IHSG juga ditutup di bawah level MA5, sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak cenderung melemah di kisaran 8.020-8.050 pada perdagangan hari ini.
Pergerakan Bursa Regional
Di kawasan Asia, bursa hari ini dibuka dengan pergerakan yang bervariasi. Strait Times turun sebesar 0,32 persen (14,02 poin) di level 4.381,18, sedangkan Shanghai Composite stagnan di level 3.882,78. Nikkei mengalami kenaikan sebesar 1,61 persen (722,60 poin) di level 45.659,30. Sementara itu, Hang Seng stagnan dan turun sebesar 0,67 persen (184,08 poin) ke level 27.103,03.
Kondisi Rupiah Terhadap Dollar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini mengalami pelemahan. Melansir data Bloomberg, pada pukul 09.11 WIB, rupiah berada pada level Rp 16.636 per dollar AS atau melemah 38 poin (0,23 persen) dibanding penutupan sebelumnya sebesar Rp 16.598 per dollar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dollar AS hari ini. Ia menilai bahwa dollar AS mengalami rebound setelah adanya pernyataan hawkish dari pejabat the Fed Logan dan Goolsbee yang menyerukan kehati-hatian dalam memangkas suku bunga.
Range pergerakan rupiah hari ini diperkirakan berada di kisaran 16.550-16.650. Hal ini menunjukkan bahwa rupiah masih akan menghadapi tekanan dari volatilitas pasar global.
