Ikan Riau Terancam Punah yang Ternama
Ancaman Terhadap Spesies Ikan Ikonomis Riau
Di balik kekayaan alam yang melimpah di Riau, terutama dari hasil laut dan sungai, tersimpan kisah pilu mengenai keberlanjutan beberapa spesies ikan yang menjadi ikon daerah ini. Diantaranya adalah ikan belida, terubuk, hingga arwana Mahato yang kini semakin sulit ditemukan.
Ikan belida, yang sebelumnya banyak ditemukan di Sumatera Selatan, kini hampir punah. Di Riau, ikan ini masih bisa ditemukan, tetapi hanya di anak-anak sungai tertentu. Hasanul Lutfi, Kepala Bidang Pengawasan Perikanan dan Kelautan, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, menjelaskan bahwa populasi ikan belida tidak diketahui secara pasti, tetapi jelas termasuk dalam satwa dilindungi.
“Banyak belida ini ditemukan di daerah Kampar,” ujarnya.
Selain belida, ikan terubuk juga menjadi fokus perlindungan. Ikan khas Bengkalis ini memiliki telur yang gurih dan telah diatur khusus dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 210 Tahun 2023. Larangan menangkap ikan terubuk ditetapkan berdasarkan kalender Hijriyah. Ada empat bulan tertentu, saat bulan gelap dan terang, nelayan dilarang menangkap karena ikan sedang bertelur. Jika telur terus diambil, populasinya bisa habis.
“Larangan ini dibuat setelah kajian akademisi. Hasilnya mulai terlihat,” kata Lutfi.
Sejak adanya larangan, laporan dari kawan-kawan di Bengkalis menyebut populasi terubuk sudah mulai meningkat lagi. Pihaknya rutin melakukan patroli pada periode larangan tersebut.
“Kami selalu ingatkan nelayan, kalau ada ikan besar jangan ditangkap. Jalur migrasi dan tempat bertelur juga jangan diganggu. Kalau melanggar, ada sanksi mulai dari teguran lisan hingga tertulis,” ujarnya.
Arwana Mahato yang Terancam
Sementara itu, nasib arwana Mahato atau golden red Mahato tak kalah mengkhawatirkan. Ikan bernilai ekonomi tinggi ini hanya ada di rawa seribu, Mahato, Rokan Hulu. Namun, habitatnya kini terancam karena dikelilingi perkebunan sawit.
“Dulu pemerintah daerah sudah melakukan penebaran induk. Tapi rawa sering kering karena dampak perkebunan. Jadi sekarang populasinya dijaga lewat pola penangkaran,” kata Hasanul.
Meski beberapa spesies terancam, Riau tetap memiliki potensi besar perikanan. Di darat, ikan air tawar masih melimpah di Kampar, Rokan Hulu, dan Bengkalis. Sementara untuk laut, Kabupaten Rokan Hilir menjadi penyumbang hasil tangkapan terbesar.
Potensi Perikanan Riau yang Masih Besar
Meskipun beberapa spesies ikan menghadapi ancaman, Riau tetap memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Di wilayah darat, ikan air tawar seperti belida dan terubuk masih dapat ditemukan di beberapa daerah seperti Kampar, Rokan Hulu, dan Bengkalis. Sementara itu, di laut, Kabupaten Rokan Hilir menjadi salah satu daerah yang memberikan kontribusi terbesar dalam hasil tangkapan.
Pemerintah daerah terus berupaya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dengan memperketat pengawasan dan melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Dengan kombinasi antara regulasi, edukasi, dan inisiatif lokal, diharapkan keanekaragaman hayati perikanan di Riau dapat terjaga untuk masa depan.
Upaya Pelestarian Lingkungan
Selain regulasi, upaya pelestarian lingkungan juga menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah bersama komunitas lokal bekerja sama untuk menjaga ekosistem perairan dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam. Program penangkaran dan penebaran induk merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kelangsungan hidup spesies-spesies langka.
Dengan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, masyarakat Riau mulai lebih memahami dampak dari aktivitas manusia terhadap ekosistem perairan. Ini menjadi awal yang baik untuk membangun keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Kesimpulan
Riau memiliki potensi perikanan yang sangat besar, namun ancaman terhadap keberlanjutan beberapa spesies ikan mengharuskan adanya langkah-langkah yang lebih ketat. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan para ahli, diharapkan keanekaragaman hayati perikanan di Riau tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
