Menteri LH dan Wakil Wali Kota Depok Bantu Bersihkan Sungai Cipinang
Kegiatan Bersih-Bersih Sungai Cipinang Diikuti Ratusan Peserta
Pada hari Minggu (12/10/2025), Kementerian Lingkungan Hidup (LH) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan kegiatan bersih-bersih di aliran Sungai Cipinang, yang berada di Jalan Gas Alam, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memperbaiki kondisi sungai yang tercemar.
Di lokasi kegiatan, tampak Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, turut serta dalam pembersihan. Mereka terjun langsung ke aliran sungai yang berada di bawah kolong Tol Cinere-Jagorawi (Cijago). Dengan menggunakan sarung tangan hitam, mereka memunguti sampah yang terbawa oleh lumpur hitam yang menggenangi area tersebut.
Sampah-sampah yang ditemukan, seperti plastik dan limbah lainnya, dimasukkan ke dalam karung untuk dibawa ke tempat pembuangan. Kegiatan ini menarik perhatian ratusan peserta yang terdiri dari anggota Kementerian LH, Pemkot Depok, dan komunitas lingkungan sekitar.
Menurut Menteri Hanif, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi antara Kementerian LH, Pemkot Depok, dan Pemkot Jakarta Timur (Jaktim). Ia menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama untuk membersihkan Sungai Cipinang secara keseluruhan.
“Kita akan sama-sama bereskan Sungai Cipinang,” ujar Hanif saat berada di lokasi kegiatan. Ia juga menambahkan bahwa pembersihan aliran sungai sepanjang 30 kilometer akan dilakukan oleh Pemkot Depok dan Pemkot Jaktim.
“Kita panggil Sungai Cipinang yang 30 kilo ini kita akan selesaikan dalam waktu 1 bulan,” tambahnya dengan optimis.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Bersih-Bersih
Kegiatan bersih-bersih ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan
- Mengurangi polusi air yang disebabkan oleh sampah plastik dan limbah
- Memperbaiki kualitas air Sungai Cipinang agar dapat digunakan kembali secara optimal
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan partisipasi aktif dari berbagai kalangan, diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi ekosistem sungai dan lingkungan sekitarnya.
Partisipasi Masyarakat dan Komunitas
Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam keberhasilan kegiatan bersih-bersih ini. Ratusan peserta yang hadir tidak hanya berasal dari instansi pemerintah, tetapi juga dari komunitas lingkungan setempat. Mereka berpartisipasi dengan antusias dalam kegiatan pembersihan, baik dengan memungut sampah maupun membantu proses pengangkutan limbah.
Beberapa hal yang dilakukan oleh peserta selama kegiatan antara lain:
- Membantu memungut sampah dari tepi sungai dan aliran air
- Menyortir jenis sampah yang ditemukan untuk dipilah sesuai jenisnya
- Berkoordinasi dengan petugas untuk memastikan keamanan selama kegiatan
Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan tingginya minat dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini juga menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas.
Langkah Lanjutan
Setelah kegiatan bersih-bersih ini, pihak terkait berencana untuk melanjutkan langkah-langkah pencegahan pencemaran lingkungan. Beberapa rencana yang akan dijalankan antara lain:
- Melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya
- Meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang dapat mencemari sungai
- Membentuk tim khusus untuk memantau kondisi sungai secara berkala
Dengan adanya program-program seperti ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar.
