Penampakan Fedi Nuril dan Claresta Taufan di Poster Film Pangku
Film Pangku: Kehidupan Seorang Ibu yang Penuh Perjuangan
Film Pangku akhirnya merilis trailer dan poster resmi menjelang tayang di bioskop. Dengan nuansa yang menyentuh, film ini menawarkan kisah tentang perjuangan seorang ibu dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Poster film Pangku menampilkan Claresta Taufan yang sedang dipangku oleh Fedi Nuril sambil memegang segelas kopi. Di belakang keduanya, Christine Hakim dengan senyuman membelai Shakeel Fauzi. Keempat tokoh tersebut berada dalam sebuah warung kopi dengan lampu kuning temaram yang menciptakan suasana hangat dan penuh makna.
Trailer film Pangku menampilkan perjalanan Claresta Taufan sebagai Sartika yang tengah mencari kerja saat ia tengah hamil besar. Dia kemudian tinggal dan ditampung oleh Maya (Christine Hakim), di sebuah rumah di kawasan Pantura yang dekat dengan pesisir. Awalnya, Sartika harus bekerja keras di sawah. Melihat Sartika yang begitu kepayahan, Maya menawarkan untuk Sartika mencari tambahan uang di warung kopinya.
Tugasnya adalah menyajikan kopi ke pelanggan yang datang namun sambil dipangku, merujuk pada tradisi kopi pangku yang ada di Pantura. Keputusan yang berat, karena seiring berjalannya waktu, anak yang dikandung Sartika, Bayu (Shakeel Fauzi) beranjak besar dan tidak menginginkan ibunya bekerja dengan kondisi tersebut.
Trailer film Pangku menampilkan gambaran yang penuh kasih dari perjuangan seorang ibu untuk bertahan hidup dan membesarkan sang anak. Dalam trailer juga diperlihatkan Fedi Nuril yang memerankan Hadi, seorang sopir yang menjadi langganan kopi pangku Sartika dan kemudian keduanya punya mimpi bersama. Devano Danendra sebagai Gilang juga diperlihatkan dalam trailer, yang menjadi teman bermain Bayu dalam membuat layangan, sebuah hiburan dari kerasnya kehidupan.
Lagu Rayuan Perempuan Gila dari Nadin Amizah mengalun seirama yang menambah nuansa trailer kian hidup. Reza Rahadian, penulis dan sutradara film Pangku, mengatakan bahwa apa yang dialami Sartika dalam film ini adalah hanya mencoba untuk bertahan hidup. Tidak ada waktu untuk mengasihani diri kemalangan dan kesusahan yang dialaminya. Semua berjalan seperti rutinitas keseharian menjalani kehidupan. Dan bagaimana dia membesarkan anaknya, itulah yang mendorong Sartika untuk bertahan.
Dalam menulis cerita bersama Felix K. Nesi, Reza Rahadian terinspirasi dengan kehidupan dan cara bertahan hidup para perempuan dan ibu di kawasan Pantura. Kopi Pangku menjadi salah satu jalan pilihan bertahan. Dalam menulis cerita itu, Reza Rahadian melakukan riset mendalam selama perjalanannya. Dia menghadirkan latar cerita pada tahun 1998, saat terjadi krisis moneter.
Film Pangku, yang menjadi surat cinta Reza untuk sang ibu yang juga telah berjuang membesarkannya seorang diri, mengungkapkan masa itu menjadi salah satu ingatannya yang paling kuat. “Pada masa itu, Ibu saya kehilangan pekerjaan. Dan di tengah krisis yang terjadi ia dengan gigih mencari pekerjaan dari satu gedung ke gedung lainnya. Bagi saya, era itu (1998) adalah masa yang sangat memilukan,” kata Reza Rahadian yang juga merefleksikan situasi tersebut dalam film Pangku.
Film Pangku diproduseri oleh Arya Ibrahim dan Gita Fara. Film ini memiliki judul internasional On Your Lap dan sebelumnya memenangkan 4 penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Berkompetisi di program Vision Asia, Pangku meraih KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award.
Seusai pemutaran di Busan, banyak dari penonton film Pangku yang mengungkapkan secara langsung bahwa film tersebut sangat dekat dengan kehidupan. Tema tentang perempuan dan seorang ibu yang berjuang dianggap memiliki kedekatan dengan banyak orang dan menjadi sebuah cerita universal yang dapat menyentuh dan beresonansi dengan penonton dari berbagai dunia.
Film Pangku dibintangi oleh Claresta Taufan, Christine Hakim, Fedi Nuril, Shakeel Fauzi, Devano Danendra, Yose Rizal Manua, Lukman Sardi, Djenar Maesa Ayu, Kaan Lativan, Reza Chandika, Tj Ruth, Nazira C Noer, dan Galabby. Film ini bakal tayang di bioskop Indonesia mulai 6 November 2025 mendatang.
