Profil Lengkap Ma Ning, Wasit Kontroversial di Laga Indonesia vs Irak
2 mins read

Profil Lengkap Ma Ning, Wasit Kontroversial di Laga Indonesia vs Irak

Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026

Tim Nasional (Timnas) Indonesia resmi gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Irak dengan skor akhir 1-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi. Meskipun hasil ini menjadi titik akhir bagi perjalanan Timnas, yang kini menjadi sorotan adalah wasit yang memimpin pertandingan, yakni Ma Ning.

Profil Wasit Kontroversial

Ma Ning dikenal sebagai salah satu wasit berpengalaman di level internasional. Ia lahir pada 14 Juni 1979 di Fuxin, China. Ma Ning memiliki lisensi FIFA sejak tahun 2011 dan menjadi bagian dari wasit elit AFC. Selain sebagai wasit, ia juga aktif sebagai pengajar di Institut Olahraga Nanjing.

Karier Ma Ning dimulai di level perguruan tinggi dan berkembang hingga menjadi wasit Liga China pada tahun 2010. Salah satu prestasi terbesarnya adalah terpilih sebagai wasit dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. Selain itu, ia juga dipercaya untuk memimpin final Piala Asia 2024 antara Yordania dan Qatar.

Ma Ning juga pernah memimpin beberapa turnamen Asia Tenggara dan menghadiri pertandingan Piala AFF 2012 antara Vietnam dan Filipina. Namun, hingga saat ini, ia belum pernah ditugaskan untuk memimpin pertandingan Timnas Indonesia senior.

Kontroversi Wasit Ma Ning

Ma Ning kini menjadi pusat perhatian, khususnya dari para pendukung Timnas Indonesia. Keputusan yang diambilnya selama pertandingan Indonesia vs Irak, yang berlangsung pada Minggu, 12 Oktober 2025 dini hari tadi, menuai banyak kritik.

Pada pertandingan tersebut, Ma Ning memberikan kartu kuning kepada Doski, pemain Irak. Pelanggaran tersebut seharusnya bisa dihukum dengan kartu merah, tetapi justru diubah menjadi tendangan bebas bagi Irak. Selain itu, Ma Ning tidak mengecek VAR meskipun ada pelanggaran yang terjadi, hal ini dinilai merugikan Timnas Indonesia.

Keputusan kontroversial Ma Ning bukanlah kali pertama. Sebelumnya, ia pernah memimpin final Piala Asia 2023 antara Qatar dan Yordania. Dalam pertandingan tersebut, ia memberikan tiga penalti untuk Qatar, yang semuanya berhasil dieksekusi. Di penalti ketiga, Ma Ning awalnya meniup peluit offside, tetapi kemudian mengubah keputusannya setelah berkonsultasi dengan VAR. Hal ini mendapat banyak kritik dari publik dan media karena dianggap terlalu berpihak dan merusak jalannya pertandingan.

Penampilan di Piala Asia 2023

Selain itu, Ma Ning juga memimpin empat pertandingan penting di fase grup E Piala Asia 2023. Salah satunya adalah laga Korea Selatan melawan Bahrain pada 15 Januari 2024. Dalam pertandingan tersebut, Ma Ning mengeluarkan tujuh kartu kuning, lima di antaranya untuk pemain Korea Selatan dan dua untuk Bahrain. Pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Korea Selatan dengan skor 3-1.

Meskipun Ma Ning memiliki pengalaman yang cukup, kritik terhadap keputusannya selama pertandingan melawan Irak menunjukkan bahwa penilaian publik terhadap wasit ini masih sangat sensitif. Kehadirannya di lapangan selalu menjadi perhatian besar, terutama bagi tim-tim yang ingin mendapatkan keadilan dalam pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal