Rencana Pembunuhan Heryanto: Dukungan Dua Teman dengan Rp50 Ribu
3 mins read

Rencana Pembunuhan Heryanto: Dukungan Dua Teman dengan Rp50 Ribu

Kasus Pembunuhan Dina Oktaviani: Rencana yang Terbongkar

Sebuah kisah mengerikan terungkap di balik kematian tragis Dina Oktaviani (21), seorang pegawai minimarket yang ditemukan mengapung di Sungai Citarum, Karawang. Sang pelaku, Heryanto (27), yang merupakan atasan korban di Alfamart Rest Area KM 72A Tol Cipularang, ternyata telah merencanakan aksi kejamnya jauh-jauh hari.

Heryanto memancing Dina untuk datang ke rumahnya di Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Purwakarta, dengan alasan meminjam uang sebesar Rp 1,5 juta. Menurut pengakuan ibu korban, Yayah (53), putrinya sudah berniat mentransfer uang tersebut. Namun, pelaku bersikeras agar Dina datang langsung ke rumahnya.

“Si bang**t itu maksa minjam uang Rp 1,5 juta diantar ke rumahnya. Anak saya udah mau transfer, tapi dia maksa harus diantar,” ungkap Yayah dengan suara bergetar. Ia yakin bahwa pembunuhan terhadap anaknya bukanlah tindakan spontanitas, melainkan telah direncanakan dengan matang.

Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui bahwa Heryanto membunuh Dina di rumahnya pada Minggu (5/10/2025). Setelah membunuh, ia memasukkan jasad korban ke dalam kardus besar yang dililit lakban, lalu membuangnya ke Sungai Citarum di kawasan Bendungan Jatiluhur, Purwakarta.

Yang lebih mengejutkan, aksi pembuangan jasad itu tidak dilakukan sendirian. Dalam pemeriksaan, Heryanto mengaku dibantu oleh dua teman kuliahnya, yakni Otoy dan Robi. “Terus dibawa ke Sungai Citarum. Buangnya bertiga sama temen. Ada di kampus saya,” ujar Heryanto saat diinterogasi polisi. Kedua temannya disebut tidak mengetahui bahwa yang mereka bantu buang adalah jasad manusia. Mereka hanya diberi informasi bahwa itu hanya barang bekas.

Heryanto bahkan sempat memberi uang Rp 50 ribu kepada masing-masing temannya sebagai imbalan karena telah membantu. Upaya Heryanto meminta bantuan teman tak hanya berhenti sampai di situ. Ia juga menitipkan dua handphone milik korban yang didapatnya saat merampas harta benda Dina usai diperkosa.

“Toy, ini saya punya dua handphone, saya titip ya,” begitu pengakuannya kepada penyidik. Otoy yang tak menaruh curiga menerima titipan tersebut tanpa banyak bertanya.

Sementara itu, pelaku mencoba menutupi niat jahatnya dengan menyebar kebohongan lain. Kepada polisi, Heryanto sempat beralasan bahwa korban datang ke rumahnya untuk dicarikan “orang pintar” karena sedang putus cinta. Namun pernyataan itu dibantah keras oleh Yayah.

“Kalau anak saya habis putus iya, tapi kalau sampai minta dicarikan orang pintar itu bohong,” tegas sang ibu.

Jasad korban akhirnya ditemukan dua hari setelah pembunuhan, pada Selasa (7/10/2025), mengapung di Sungai Citarum sejauh sekitar 20 kilometer dari lokasi awal kejadian. Penemuan itu langsung membuat geger warga dan menjadi pintu masuk bagi penyelidikan besar-besaran kepolisian.

Hanya sehari setelah jasad ditemukan, pelaku ditangkap di tempat kerjanya, di Alfamart Rest Area KM 72A Tol Cipularang, pada Rabu (8/10/2025) pukul 18.00 WIB. Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari kendaraan yang digunakan, lakban, hingga pakaian korban.

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Nazal M. Fawwaz, mengatakan pihaknya tengah mendalami unsur perencanaan dan keterlibatan dua rekan pelaku. “Keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP menunjukkan adanya persiapan sebelum pembunuhan. Kami masih memastikan sejauh mana dua orang lain mengetahui atau terlibat,” jelasnya.

Kini, keluarga korban berharap keadilan ditegakkan seutuhnya, tanpa ada keringanan sedikit pun bagi pelaku. “Dia udah buat anak saya sengsara sampai mati. Saya cuma mau satu, hukum dia seberat-beratnya,” tutup Yayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal