SD Al Ya’Lu Kota Malang Mandiri Berikan Makanan Bergizi Gratis Aman dan Organik Sejak 2003
3 mins read

SD Al Ya’Lu Kota Malang Mandiri Berikan Makanan Bergizi Gratis Aman dan Organik Sejak 2003

Program Makan Bergizi Gratis di SD Al Ya’Lu Kota Malang

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintah beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Meskipun tujuannya baik, yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan daya saing generasi muda, beberapa daerah justru mengalami masalah dalam penerapannya. Di sejumlah wilayah, kasus keracunan akibat MBG mulai muncul, termasuk di Kota Batu, Malang Raya. Namun, di Kota Malang dan Kabupaten Malang, hingga saat ini belum ada laporan kasus keracunan terkait program tersebut.

Pemerintah menciptakan MBG sebagai upaya untuk memastikan setiap siswa mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Namun, tidak semua sekolah menunggu kebijakan pemerintah untuk menerapkannya. Salah satu contohnya adalah SD Al Ya’Lu di Kota Malang, yang telah menerapkan konsep serupa secara mandiri sejak lama.

Pendekatan Berbasis Pangan Organik

SD Al Ya’Lu, yang berlokasi dekat Terminal Arjosari, memiliki sistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada kesehatan siswa. Menurut Kepala Sekolah, Purnomosidi, penyediaan makanan bergizi telah menjadi bagian dari kurikulum sejak awal berdirinya sekolah.

Sekolah ini menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) dan kelompok petani lokal untuk memastikan bahan makanan yang digunakan berasal dari sumber organik. Selain itu, SD Al Ya’Lu juga memiliki kebun organik sendiri yang menjadi sumber bahan makanan utama.

\”Kami memiliki kebun organik sendiri, dan untuk kebutuhan tambahan, kami bekerja sama dengan UB serta kelompok petani organik,\” ujarnya.

Pengelolaan Kantin dengan Kontrol Gizi Ketat

Dalam hal penyediaan makanan, kantin sekolah dikelola langsung oleh yayasan dengan pengawasan ketat dari tim UKS dan dokter rekanan. Setiap menu yang disajikan telah disesuaikan dengan kebutuhan kalori anak didik, serta dipantau kandungan gizinya setiap hari.

\”Kami memiliki tim dokter rekanan dan UKS yang memastikan setiap kudapan sesuai kebutuhan gizi siswa,\” katanya. \”Jadi orang tua pun bisa memantau asupan anak di sekolah.”

Tidak Masuk Daftar Penerima MBG, Tapi Tetap Mendukung

Meski SD Al Ya’Lu belum masuk dalam daftar penerima MBG dari pemerintah, sekolah ini tetap mendukung program tersebut sebagai langkah baik untuk memastikan akses gizi seimbang bagi seluruh siswa di Kota Malang.

\”Dua pekan lalu, kami sempat mendapatkan form dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang soal MBG ini. Tapi ya gak kami isi, karena kami sudah menerapkan MBG ini sejak lama,\” ujarnya.

Tantangan dalam Penerapan MBG

Menurut Purnomo, kendala utama dalam penerapan MBG adalah kemauan siswa dalam mengonsumsi buah dan sayur. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk mengajak para siswa agar mau mengonsumsi buah dan sayur yang kaya akan nutrisi.

\”Ya memang itu menjadi tantangan bagi kami. Tapi kami punya cara, agar bagaimana anak-anak ini pada akhirnya mau untuk mengonsumsi buah dan sayur,\” katanya.

Program MBG untuk Semua Tingkat Sekolah

Program MBG di Yayasan Al Ya\’Lu tidak hanya menyasar siswa SD, tetapi juga siswa SMP. Pemberian MBG dilaksanakan setiap Senin-Jumat, karena mereka pulang sekolah sampai pukul 15.00 WIB. Sedangkan, untuk Sabtu, tidak ada MBG, lantaran siswa sudah pulang pada pukul 11.30 WIB.

Selain MBG, sekolah juga menyediakan snack di pagi hari. Makanan yang diberikan bukan sembarangan, biasanya berupa makanan tradisional seperti Ronde, Bubur hingga Kacang Ijo, agar anak-anak ini tahu makanan khas tradisional.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal