Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Pilihan Tang untuk Salamander dan Triton Peliharaan
7 mins read

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Pilihan Tang untuk Salamander dan Triton Peliharaan

Jenis Tangki untuk Salamander dan Ular Air

Salamander dan ular air memiliki kebutuhan lingkungan yang berbeda-beda tergantung pada spesiesnya. Ada tiga jenis tangki utama yang umum digunakan, yaitu tangki darat, semi-akuatik, dan akuatik. Setiap jenis tangki ini dirancang untuk meniru habitat alami dari hewan tersebut.

Tangki Darat

\"terrestrial

Tangki darat cocok untuk spesies salamander yang hidup di darat. Lingkungan ini harus memiliki area terang dan gelap, substrat basah dengan daun atau lumut, serta tempat persembunyian dari batu atau kayu kecil. Kelembapan sangat penting, dan lumut biasanya dapat mempertahankan cukup air untuk kebutuhan ini. Berikan wadah air dangkal untuk menjaga kelembapan, karena salamander darat bukanlah perenang yang kuat. Letakkan batu atau tongkat di dalam air untuk mencegah salamander mengalami kesulitan atau serangga seperti belalang tenggelam. Gunakan penutup yang aman. Penutup berlubang membantu sirkulasi udara, tetapi bagian atas mungkin perlu ditutup sebagian untuk menjaga kelembapan.

Substrat bisa terdiri dari campuran tanah dan lumut, atau hanya peat dan lumut sphagnum. Lapisan kerikil bisa ditempatkan di dasar tangki. Beberapa spesies menggunakan tanah untuk menggali. Campurkan lumut peat ke dalam tanah untuk mencegah pengendapan dan meningkatkan retensi kelembapan. Ingat untuk mengganti substrat ketika kotor; setup yang lebih rumit mungkin sulit dibersihkan. Untuk spesies besar atau kelompok salamander, bersihkan kandang lebih sering.

Buat tempat persembunyian menggunakan batu (untuk membuat gua kecil), pot tanah liat, atau kayu dan kulit pohon. Salamander darat cenderung tertutup dan sering menghabiskan waktu di bawah perlindungan. Letakkan tempat persembunyian di sekitar tepi tangki untuk mengamati mereka melalui kaca. Untuk spesies yang sangat tertutup, gunakan kertas hitam di kaca untuk privasi, yang bisa dilepas sementara untuk melihat salamander.

\"salamander

Tangki Semi-Akuatik

\"semi-aquatic

Setup ini menggabungkan elemen darat dan akuatik, dengan area darat untuk berjemur dan transisi ke area akuatik yang dalam. Area darat bisa dibuat dengan menumpuk kerikil dan lumut di atas tingkat air. Namun, dalam jangka panjang, lebih mudah memisahkan area darat dan air menggunakan potongan plastik atau plexiglass yang dikunci dengan sealant aquarium-grade.

Pastikan ada transisi yang mudah dari air ke darat agar ular air bisa merangkak keluar. Kayu padat (seperti ironwood, coralwood, atau monkey wood) bisa ditempatkan sebagian di air dan sebagian di darat untuk memberikan transisi. Ini juga memberikan tempat berjemur yang indah. Alternatifnya, kerikil bisa dibuat miring di sisi akuatik untuk memberikan kemiringan keluar dari air. Di bagian akuatik, kerikil harus cukup besar agar tidak ditelan dan bulat serta halus untuk mencegah cedera kulit. Tangki ini memerlukan penutup yang aman karena salamander dan ular air bisa naik dengan sangat baik.

Tangki Akuatik

\"axolotl

Akuarium cocok untuk spesies akuatik seperti axolotl, tetapi manajemen limbah bisa menjadi tantangan karena produksi amonia yang tinggi dan sensitivitas lingkungan salamander. Di alam, limbah didilusi dan dibawa pergi, tetapi di akuarium, salamander tetap dekat dengan limbahnya, membuatnya sulit untuk menjaga air tetap bersih bagi kesehatannya.

Langkah pertama adalah meletakkan salamander di tangki terbesar yang mungkin untuk membantu dilusi limbah. Gunakan filter daya kuat untuk spesies akuatik yang lebih besar, karena sebagian besar bisa menahan arus sedang. Pastikan arus tidak terlalu kuat. Kerikil bisa digunakan, tetapi tangki tanpa lantai lebih mudah dan aman untuk dipelihara. Kerikil yang terlalu kecil bisa ditelan, sedangkan ukuran besar bisa menangkap makanan. Untuk menjaga kualitas air, gunakan filter axolotl dan ganti air secara berkala.

Jenis Air yang Digunakan

\"different

Beberapa ahli merekomendasikan menggunakan air mineral botolan, bukan air destilasi, untuk amfibi. Selalu perlakukan air keran dengan tablet de-klorinasi atau solusi, atau biarkan selama setidaknya 24 jam untuk membiarkan klorin menguap sebelum menambahkannya ke akuarium. Air hujan bisa digunakan jika pH-nya diperiksa, karena sering terlalu asam. Hindari menggunakan air kolam, karena mungkin terkontaminasi polutan atau parasit yang berbahaya bagi amfibi di penangkaran.

Filter

\"various

Filter kerikil bawah efektif dalam setup kerikil, karena mendukung bakteri bermanfaat yang mengubah amonia menjadi nitrit yang tidak berbahaya. Filter ini juga bisa digunakan dalam kolam dangkal dan bahkan terrarium darat. Mereka tidak menciptakan arus kuat yang bisa memengaruhi spesies kecil. Namun, debu akan tersedot ke dalam kerikil, sehingga pembersihan rutin diperlukan.

Berbagai jenis filter lain juga efektif. Filter sudut internal dengan pompa udara eksternal cocok untuk salamander kecil, karena tidak menciptakan arus kuat dan membantu membangun bakteri bermanfaat. Saat mengganti filter, tambahkan beberapa bahan filter bekas ke filter baru untuk mempercepat kolonisasi bakteri bermanfaat. Filter yang lebih kuat lebih baik untuk spesies besar yang toleran terhadap arus air kuat.

Ammonia

\"ammonia

Ammonia adalah produk limbah yang dikeluarkan oleh amfibi dan berbahaya jika menumpuk. Filtrasi yang memadai dan penggantian air mencegah penumpukan amonia. Ganti sekitar 20 hingga 25 persen air seminggu atau dua minggu sekali. Kit uji amonia bisa membantu memantau tingkatnya. Saat mengganti air, lakukan secara bertahap untuk mencegah perubahan kimia air yang berbahaya, jangan pernah melakukan penggantian air penuh.

pH dan Kualitas Air

\"temperature

Secara umum, salamander berkembang baik pada pH 6,5 hingga 7,5 di air dan tanah. Jika mengumpulkan salamander dari alam liar, ukur pH lokal dan tiru di penangkaran. Gunakan strip pH untuk pengukuran cepat dan mudah. Periksa lingkungan secara berkala, karena pH berubah seiring waktu karena limbah dan faktor lain. Transisi amfibi ke lingkungan pH baru harus bertahap. Stres, yang ditandai dengan gelisah dan akhirnya lesu serta kehilangan tonus otot, bisa muncul dari tingkat pH yang salah.

Suhu

Salamander dari iklim sedang berkembang baik pada suhu antara 50 hingga 70F. Basement sering menyediakan lingkungan yang sesuai untuk mereka. Beberapa spesies mungkin memerlukan pendinginan, yang bisa menjadi tantangan. Alih-alih sistem pendinginan yang rumit, pilih area dengan suhu lingkungan alami yang dingin. AC bisa menjadi opsi jika diperlukan. Untuk pendinginan jangka pendek, pertimbangkan mengganti 20 hingga 25 persen air dengan air yang sedikit lebih dingin, meletakkan botol kecil es di dalam tangki, atau menambahkan kubus es yang dibuat dari air yang telah diperlakukan (tanpa klorin) selama cuaca panas.

Jika diperlukan pemanasan tambahan, gunakan pemanas bawah air di akuarium. Waspadai metode pemanasan lain seperti lampu pijar, pemanas bawah tangki, atau pemanas komersial, karena mungkin mengeringkan lingkungan untuk amfibi.

Cahaya

\"low-wattage

Untuk tangki yang disimpan di basement, letakkan di dekat jendela untuk menjaga siklus cahaya musiman alami. Tingkat cahaya ini cocok untuk sebagian besar spesies. Jika menggunakan tanaman hidup, sumber cahaya spektrum lengkap diperlukan. Tujuan untuk mensimulasikan siklus cahaya alami dari setiap spesies salamander. Pilih lampu fluoresen daya rendah jika diperlukan cahaya buatan. Sebagian besar salamander dan ular air lebih suka kondisi gelap; batasi cahaya hingga 10 hingga 12 jam sehari, karena cahaya bisa mengeringkan lingkungan.

Tips Pembersihan

Pembersihan sangat penting, tetapi ingatlah sensitivitas salamander dan amfibi lain terhadap bahan kimia lingkungan. Gunakan air panas untuk membersihkan akuarium dan item kecuali jika ada masalah kesehatan. Mengeringkan tangki dan perlengkapan di bawah sinar matahari bermanfaat. Periksa item baru untuk hama atau kerusakan, bersihkan, dan keringkan sebelum meletakkannya di kandang. Rendam batu dan item non-porous lainnya dalam larutan kaporit, lalu bilas dengan baik. Hindari disinfektan komersial karena bisa meninggalkan residu berbahaya. Bahan berpori seperti kayu sangat berisiko karena residu mungkin melepaskan racun seiring waktu dan merugikan salamander.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal