Siswa Sekolah Rakyat Jepara Mundur, 6 Sisanya Dites Ketat
2 mins read

Siswa Sekolah Rakyat Jepara Mundur, 6 Sisanya Dites Ketat

Siswa SRD 01 Jepara Mengundurkan Diri, Proses Seleksi Tetap Ketat

Sejumlah siswa yang sebelumnya menjadi cadangan di Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 01 Kabupaten Jepara kini mengundurkan diri. Hal ini terjadi setelah enam siswa resmi menyatakan mundur dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin Dinsospermades Kabupaten Jepara, Zulaekhah Almunawaroh, menjelaskan bahwa awalnya terdapat delapan calon siswa cadangan. Namun, dua di antaranya juga memutuskan untuk mundur, sehingga tinggal enam orang yang masih menjadi cadangan.

“Cadangan ada delapan, sudah berkurang dua, jadi tinggal enam orang. Tapi mereka tidak otomatis langsung masuk SR. Kami akan lakukan asesmen lagi untuk memastikan siapa yang benar-benar siap,” kata Zulaekhah kepada Tribunjateng, Minggu (12/10/2025).

Proses asesmen akan dilakukan oleh Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah masing-masing calon siswa. Proses ini meliputi kunjungan ke rumah serta wawancara ringan dengan calon siswa dan keluarga. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa mereka benar-benar berminat mengikuti sistem pendidikan di SR yang memiliki pola belajar berbeda dari sekolah umum.

“Tidak semua keluarga langsung setuju. Jadi kami perlu visit ulang untuk melihat kesiapan anak dan dukungan orang tua,” ungkapnya.

Sementara itu, keenam siswa yang mundur berasal dari berbagai wilayah seperti dua orang dari Kelurahan Pengkol Kecamatan Jepara, serta masing-masing satu dari Desa Ujung Pandan Kecamatan Welahan, Desa Kerso Kecamatan Kedung, Desa Damarjati Kecamatan Kalinyamatan, dan Desa Mindahan Kidul Kecamatan Batealit.

Tiga dari mereka sudah menyerahkan surat pengunduran diri, sementara tiga lainnya masih dalam proses administrasi. Semuanya kini kembali bersekolah di sekolah asal.

Meski jumlah cadangan mencukupi, Zulaekhah menegaskan bahwa proses seleksi tetap ketat agar siswa yang masuk benar-benar siap berkomitmen.

“Kami tidak ingin ada kasus mundur lagi di tengah jalan,” tegasnya.

Langkah ini menjadi upaya SR Jepara untuk menjaga stabilitas jumlah siswa dan memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar berjalan optimal.

Proses Asesmen yang Dilakukan

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam proses asesmen:

  • Kunjungan ke rumah calon siswa
  • Tim pendamping PKH melakukan kunjungan untuk melihat kondisi lingkungan dan kesiapan siswa
  • Wawancara dengan calon siswa dan keluarga
  • Untuk memahami minat dan dukungan dari orang tua
  • Evaluasi kemampuan dan motivasi siswa
  • Memastikan siswa siap mengikuti sistem pendidikan SR yang berbeda

Wilayah Asal Siswa yang Mundur

Beberapa wilayah yang menjadi asal siswa yang mundur antara lain:

  • Kelurahan Pengkol Kecamatan Jepara
  • Desa Ujung Pandan Kecamatan Welahan
  • Desa Kerso Kecamatan Kedung
  • Desa Damarjati Kecamatan Kalinyamatan
  • Desa Mindahan Kidul Kecamatan Batealit

Tindakan Selanjutnya

Setelah proses asesmen selesai, pihak SRD 01 akan menentukan siswa yang layak masuk. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya siswa yang benar-benar siap dan komitmen yang diterima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal