Siswa SMA di Lebak Dianiaya Kepsek Karena Merokok, Keluarga Laporkan ke Polisi
3 mins read

Siswa SMA di Lebak Dianiaya Kepsek Karena Merokok, Keluarga Laporkan ke Polisi

Siswa SMA Dianiaya Kepala Sekolah, Orang Tua Minta Tindakan Tegas

Seorang siswa SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh oknum kepala sekolah (kepsek). Korban berinisial ILP (17), yang kini duduk di bangku kelas XII. Sementara oknum kepsek berinisial DF. Peristiwa kekerasan itu terjadi pada Jumat (10/10/2025) pagi, lantaran ILP kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Berdasarkan pengakuan korban, kejadian bermula saat dirinya merokok di belakang warung yang berada di sekitar sekolah. Namun, ia bertemu dengan kepsek yang langsung menegurnya. “Saya kaget waktu ketemu kepsek. Rokok langsung saya buang, tapi disuruh nyari lagi sama kepala sekolah,” jelasnya melalui sambungan telepon, Sabtu (11/10/2025).

“Enggak ketemu-ketemu, lalu kepsek bilang saya bohong.” “Terus beliau marah, nendang saya di bagian punggung, terus nampol saya di pipi kanan,” sambungnya. Ia mengaku tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga mendapat makian dengan kata-kata kasar saat peristiwa itu terjadi.

“Kepsek bilang goblok, anjing, terus nyuruh saya nyari rokok lagi, padahal udah enggak ada,” ujarnya. Setelah itu, ILP kemudian dibawa ke ruang sekolah dan kembali dimarahi di hadapan beberapa guru.

“Beliau masih marah-marah, bilang kami enggak menghargai, dan katanya baru pertama kali marah sampai seperti itu,” katanya.

Respons Orang Tua Korban

Terpisah, orang tua korban, Tri Indah Alesti, mengaku kecewa dengan tindakan yang dilakukan kepsek SMA Negeri 1 Cimarga terhadap anaknya. Bahkan, tambah dia, sebagai seorang ibu, ia tidak dapat menerima perlakuan kepsek tersebut. Terlebih, dirinya telah membawa kasus itu ke ranah hukum.

“Saya sebagai orang tua jelas sakit hati dan tidak terima anak saya ditempeleng dan ditendang di sekolah,” ujarnya melalui sambungan telepon. “Kami sekeluarga sudah menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah ini,” sambungnya.

Tri juga meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten agar segera mengambil tindakan tegas terhadap kepsek tersebut. “Harapan saya, kepala sekolah itu diberhentikan. Kalau masih menjabat, anak saya bisa trauma dan takut masuk sekolah,” tegasnya.

Kekerasan Fisik dalam Lingkungan Sekolah

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kekerasan fisik dalam lingkungan pendidikan masih saja terjadi. Hal ini tentu sangat mengejutkan karena sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para siswa untuk belajar dan berkembang. Namun, dalam kasus ini, siswa justru menjadi korban dari figur yang seharusnya menjadi contoh dan pelindung.

Tindakan yang dilakukan oleh kepsek tidak hanya melanggar etika, tetapi juga melanggar hukum. Kekerasan fisik dan verbal terhadap siswa adalah tindakan yang tidak dapat diterima, terlebih jika dilakukan oleh pejabat di lingkungan sekolah. Dalam situasi seperti ini, penting bagi pihak sekolah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah-langkah yang tepat guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Langkah yang Harus Diambil

Beberapa langkah penting yang perlu diambil dalam kasus ini antara lain:

  • Penyelidikan menyeluruh oleh pihak berwajib untuk mengetahui seluruh fakta dan memastikan keadilan
  • Pemanggilan pihak sekolah untuk menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh kepsek
  • Pemrosesan hukum terhadap oknum kepsek sesuai dengan aturan yang berlaku
  • Peningkatan kesadaran tentang pentingnya perlindungan siswa dan penghapusan kekerasan di lingkungan sekolah

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kasus serupa tidak akan terjadi lagi di masa depan, dan lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman bagi siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal