Siswa SMP Palopo Keluhkan Menu MBG, Ayam Tidak Matang dan Berdarah
2 mins read

Siswa SMP Palopo Keluhkan Menu MBG, Ayam Tidak Matang dan Berdarah

PALOPO, ASKAI.ID – Isi Ulang Game Murah

Masalah Kualitas Makanan di Sekolah

Beberapa siswa SMP Negeri 8 Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengeluhkan kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka terima di sekolah. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/10/2025), saat para siswa mendapati lauk ayam yang masih berdarah saat dibagikan pada jam istirahat.

Kondisi tersebut membuat sebagian siswa enggan mengonsumsi makanan dan terpaksa membuangnya. Salah satu siswa, Gilber, mengatakan bahwa dirinya sempat makan sedikit ayam tersebut namun langsung membuangnya ketika melihat ada darah.

“Tadi aku makan sedikit. Ih ada darah. Aku buang. Baru sedikit yang saya makan, langsung saya buang karena mama larang makan ayam yang masih ada darahnya, mamaku itu dokter,” katanya.

Gilber menambahkan bahwa selama dua minggu menerima MBG, baru kali ini ia mendapat lauk ayam yang masih berdarah. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Baru kali ini dapat yang begitu. Besok saya masih mau makan MBG, saya tidak trauma, semoga tidak ada lagi yang berdarah,” harapnya.

Pengalaman Siswa Lain

Hal serupa dialami Yoga. Awalnya, ia mengira bercak merah di daging ayam adalah kulit cabai, namun ternyata darah. Ia sempat menghabiskan daging ayamnya, tetapi kemudian menemukan darah di dalamnya.

“Saya sempat habiskan daging ayamnya, ternyata masih ada darahnya. Saya sempat muntahkan nasinya. Perasaanku ndak apa-apa, sehat-sehat saja,” ucapnya.

Peristiwa ini sempat menimbulkan kegaduhan kecil di sekolah. Beberapa siswa memperlihatkan potongan ayam yang belum matang sempurna kepada teman-temannya.

Tanggapan dari Kepala Sekolah

Kepala SMP Negeri 8 Palopo, Bahrum Satria, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pengelola MBG. Ia menegaskan bahwa hal ini tidak boleh dibiarkan begitu karena dapat merugikan anak-anak.

“Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan pengelola MBG hal ini tidak boleh dibiarkan begitu karena dapat merugikan anak-anak,” ujarnya.

Menurut Bahrum, sesuai data Dapodik, sebanyak 660 siswa di SMP Negeri 8 Kota Palopo menerima MBG dari semua tingkatan dan program ini sudah memasuki minggu kedua.

“Selama ini pelaksanaan MBG tidak ada hal-hal yang tidak baik dan makanannya direspons baik semua anak-anak. Sebelum dimakan saya suruh wali kelas untuk mengecek terlebih dahulu sambil anak-anak berdoa semoga apa yang dimakan menjadi gizi,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal