Sosok Alya andamp Felda,2 Siswi SMA Cilacap Ciptakan Ompreng Pendeteksi Makanan Basi Cegah Keracunan MBG
ASKAI.ID – Top UP Isi Ulang Game Murah Mengenal dua siswi SMA Negeri 2 Cilacap, Jawa Tengah, yang telah menciptakan inovasi berupa kotak makan pintar yang dapat mendeteksi makanan basi.
Inovasi ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap meningkatnya kasus keracunan makanan, termasuk insiden terbaru dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun dua sosok siswa berbakat ini, yakni Alya Meisya N (16) dan Felda Triana W (16), siswi kelas XI jurusan Fisika-Matematika.
Keduanya, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang AHM Best Student (AHMBS) Regional Jateng–DIY 2025.
Karya inovatif mereka yang dinamai Ompreng Pendeteksi Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) sukses meraih juara 2 dalam kompetisi yang diselenggarakan Astra Honda Motor secara daring pada 11–23 September 2025.
Alya dan Felya mulai merancang ompreng beberapa bulan lalu, jauh sebelum kasus MBG ramai diberitakan.
\”Kami menciptakan alat ini karena prihatin banyak kasus keracunan. Ompreng bisa mendeteksi kebasian makanan, terutama makanan MBG yang dibagikan di sekolah,\” ungkap Alya kepada wartawan, Kamis (2/10/2025).
Ompreng berbentuk kotak makan besar dilengkapi dengan sensor khusus pada bagian tutup.
Sampel makanan dimasukkan ke dalam kotak dan ditutup. Dalam waktu 3-5 menit, sensor akan membaca kondisi makanan.
Hasil pembacaan ditampilkan dalam bentuk indikator. Untuk makanan hewani, digunakan sensor MQ135, sementara makanan nabati terdeteksi melalui sensor MQ3.
Jika angka indikator melewati batas aman, alat akan memberikan peringatan.
Hasil pembacaan ompreng juga dapat dipantau melalui aplikasi berbasis Android bernama Blynk IoT yang terhubung melalui jaringan WiFi.
\”Jadi bisa dipantau langsung lewat ponsel,\” tambah Alya.
Alya juga menambahkan bahwa ompreng telah melalui uji laboratorium.
Inovasi ini bahkan membawa mereka meraih juara II dalam ajang AHM Best Student (AHMBS) Regional Jateng-DIY 2025 yang diselenggarakan oleh Astra Honda Motor secara daring pada 11-23 September lalu.
\”Alhamdulillah dapat juara dua. Harapannya bisa dikembangkan lebih lanjut supaya bisa bermanfaat lebih luas untuk masyarakat,\” kata Alya.
Ke depan, Alya berencana untuk menyempurnakan alat ini agar dapat mendeteksi berbagai macam bakteri berbahaya.
\”Jadi alat ini mendeteksi gas yang keluar. Masih mau disempurnakan lagi biar bisa mendeteksi berbagai macam bakteri di antaranya E. coli dan Salmonella,\” ujarnya.
Kepala SMA Negeri 2 Cilacap, Masripah, mengapresiasi karya kedua siswi tersebut.
\”Itu karya anak-anak yang berbasis riset, dan selalu kami dorong agar siswa menghasilkan sesuatu yang memang dibutuhkan masyarakat,\” ujarnya.
Ia menyatakan bahwa ompreng lahir dari riset yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
\”Sekarang masyarakat butuh jaminan makanan MBG aman. Dengan alat ini, keyakinan itu bisa lebih terjaga,\” ujar Masripah.
Masripah juga menambahkan bahwa sekolah telah mulai menggunakan ompreng untuk mengecek makanan MBG sebelum dibagikan kepada siswa.
\”Kalau hasil pengecekan menunjukkan tidak layak, pembagian makanan langsung dihentikan demi keamanan anak-anak,\” tegasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul \”Banyak Kasus Keracunan MBG, Siswi SMA 2 Cilacap Ciptakan \”Ompreng\” Pendeteksi Makanan Basi\”.
Baca berita lainnya di google news
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp ASKAI.ID – Top UP Isi Ulang Game Murah
