SPBU Swasta Tidak Serap Bahan Bakar Pertamina, Ada Analisis Lain Selain Etanol?
2 mins read

SPBU Swasta Tidak Serap Bahan Bakar Pertamina, Ada Analisis Lain Selain Etanol?

Penyebab SPBU Swasta Enggan Mengambil BBM Base Fuel dari Pertamina

Ada beberapa faktor yang memengaruhi keengganan SPBU swasta dalam mengambil BBM base fuel dari PT Pertamina Patra Niaga (PPN). Meskipun sebelumnya sempat disebutkan bahwa kandungan etanol menjadi alasan utama, pandangan berbeda diberikan oleh pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi.

Fahmy menilai bahwa masalah utamanya adalah belum adanya kesepakatan terkait harga. Menurutnya, Pertamina ingin memperoleh keuntungan dari BBM base fuel yang mereka impor. Hal ini membuat SPBU swasta enggan untuk membeli BBM dari Pertamina karena tidak ada kesepakatan harga yang jelas.

\”Kalau SPBU swasta berputar badan, sekarang belum jadi beli BBM dari Pertamina, menurut saya itu bukan karena ada etanolnya. Kalau komposisi itu sudah disepakati dengan apakah ada etanol atau tidak gitu,\” ujar Fahmy saat dihubungi.

Menurut Fahmy, Pertamina juga perlu mendapatkan keuntungan dari produk BBM yang mereka jual. Karena itu, penentuan harga harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

\”Menurut saya lebih pada harga. Mestinya Pertamina itu akan menetapkan profit juga itu ya. Tidak mungkin nggak ada profit itu, karena itu kan investasi juga bagi Pertamina, maka harus ada profit,\” tambahnya.

Kesulitan Bagi SPBU Swasta dalam Mendapatkan Margin

Fahmy menjelaskan bahwa SPBU swasta memiliki kebiasaan dalam membeli BBM dari berbagai sumber. Hal ini membantu mereka dalam membentuk portofolio yang lebih luas dan menghasilkan harga yang lebih murah.

Namun, situasi ini membuat SPBU swasta kesulitan dalam memperoleh margin yang cukup. Jika mereka beralih ke pembelian BBM dari Pertamina, maka akan sulit untuk mempertahankan margin tersebut.

\”Berat bagi SPBU swasta untuk memperoleh margin tadi. Jadi, dia berputar balik tadi itu bukan karena ada campuran etanol, tapi mungkin lebih pada harga atau kualitas itu ya. Kualitas yang tidak sesuai,\” jelas Fahmy.

Etanol Bukan Faktor Utama

Fahmy menegaskan bahwa alasan kandungan etanol tidak tepat sebagai penyebab utama. Sebaliknya, kandungan etanol justru memberikan manfaat dalam hal energi bersih. Hal ini juga diterapkan melalui Green BBM yang dikembangkan oleh Pertamina.

\”Jadi, sebenarnya lebih bagus gitu ya. Tapi lebih ada faktor lain kalau saya menduga itu lebih pada harga itu,\” tutup Fahmy.

Pandangan Pertamina Terhadap Etanol dalam BBM

Pertamina sendiri menganggap wajar penggunaan BBM dengan campuran etanol hingga 10 persen. Mereka menyatakan bahwa praktik ini sudah umum dilakukan oleh perusahaan migas di berbagai negara. Contohnya, di Amerika Serikat, Brasil, dan Thailand, penggunaan BBM campuran etanol menjadi bagian dari upaya mendorong energi yang ramah lingkungan serta mengurangi emisi karbon.

\”Penggunaan BBM dengan campuran etanol hingga 10 persen telah menjadi best practice di banyak negara seperti di Amerika, Brasil, bahkan negara tetangga seperti Thailand, sebagai bagian dari upaya mendorong energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon,\” ujar Pj. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dalam pernyataannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal