Sugiri Sancoko Luncurkan Program KEPO untuk Kembangkan Wisata Ponorogo
Program KEPO untuk Mengembangkan Wisata dan Ekonomi di Ponorogo
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menghadirkan program khusus yang bertujuan agar setiap desa memiliki kalender event tahunan. Program ini diberi nama Karisma Event Ponorogo (KEPO). Tujuan dari program ini adalah untuk membangun ekosistem wisata yang lebih kuat di wilayah tersebut.
Sugiri Sancoko menjelaskan bahwa program KEPO diluncurkan sebagai upaya untuk menciptakan agenda rutin yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Menurutnya, acara yang layak disebut sebagai bagian dari kalender event harus konsisten dilaksanakan setiap tahun, memiliki ciri khas, serta mampu menonjolkan kearifan lokal yang unik.
Contoh nyata dari tradisi yang bisa menjadi acuan adalah perayaan sebar koin dan tumpengan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Desa Coper, Kecamatan Jetis. Selain itu, ada juga tradisi Methik Pari yang digelar di Desa Glinggang, Kecamatan Sampung. Kedua tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya karakteristik lokal dalam membangun identitas suatu daerah.
Dengan adanya agenda rutin di setiap desa, maka selama setahun penuh, Kabupaten Ponorogo akan memiliki banyak event yang bisa dinikmati oleh masyarakat maupun para pengunjung. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
\”Jika dijadikan kalender event Ponorogo, bisa ada ratusan event dalam setahun. Ini sangat penting untuk menumbuhkan ekosistem wisata sekaligus menggerakkan ekonomi,\” ujar Sugiri Sancoko.
Program KEPO juga merupakan bagian dari strategi Pemkab Ponorogo dalam menggenjot sektor wisata dan ekonomi kreatif. Target yang ditetapkan adalah mencapai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 1 triliun rupiah. Dengan memperkuat potensi wisata melalui event-event berkala, Ponorogo berharap bisa meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.
Manfaat Program KEPO
- Meningkatkan daya tarik wisata: Dengan adanya event rutin, Ponorogo menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi.
- Mendorong partisipasi masyarakat: Masyarakat desa terlibat langsung dalam penyelenggaraan event, sehingga memperkuat rasa kepemilikan.
- Menciptakan peluang usaha: Event-event ini bisa menjadi peluang bagi UMKM dan pelaku seni lokal untuk berkembang.
- Menjaga kearifan lokal: Setiap event yang diselenggarakan memperkenalkan budaya dan tradisi masyarakat setempat.
- Meningkatkan PAD: Dengan semakin banyaknya wisatawan dan aktivitas ekonomi, pendapatan asli daerah bisa meningkat.
Tantangan dan Solusi
Meskipun program KEPO memiliki potensi besar, beberapa tantangan juga perlu dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya dan anggaran untuk menyelenggarakan event di setiap desa. Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Ponorogo berupaya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal, pelaku bisnis, dan organisasi swadaya masyarakat.
Selain itu, pentingnya promosi dan pemasaran event juga menjadi fokus utama. Dengan memanfaatkan media digital dan platform online, event-event yang diselenggarakan dapat lebih mudah diakses dan diketahui oleh masyarakat luas.
Program KEPO juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi kabupaten-kabupaten lain di Jawa Timur. Dengan menampilkan keunikan dan keberagaman budaya lokal, Ponorogo bisa menjadi model dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
