Susu Bantal Diduga Picu Keracunan 55 Siswa di Garut
2 mins read

Susu Bantal Diduga Picu Keracunan 55 Siswa di Garut

GARUT, ASKAI.ID – Top UP Isi Ulang Game Murah

Kejadian Keracunan di Sekolah

Beberapa siswa di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini terjadi pada Selasa (30/9/2025), dan sejumlah murid harus dilarikan ke Puskesmas Kadungora. Siswa-siswa tersebut mengalami mual, muntah, pusing, hingga sesak napas.

Menurut Lela Nurlela, guru kelas V SDN Talagasari 3, kemungkinan besar penyebab keracunan berasal dari susu bantal yang ada dalam menu MBG. Ia menjelaskan bahwa makanan dalam MBG secara umum terlihat baik, dengan adanya daging sapi dan sayuran. Namun, ia mencurigai susu bantal yang diminum oleh siswa tidak lagi segar.

Penyebab Keracunan

Lela menyatakan bahwa empat siswa di sekolahnya harus dibawa ke puskesmas. Rata-rata para siswa tersebut duduk di kelas IV, V, dan VI. Mereka mengonsumsi MBG setelah jam istirahat, sementara siswa kelas I-III yang memakan MBG lebih pagi tidak mengeluhkan sakit.

“Kebanyakan siswa kelas atas yang makan MBG setelah jam istirahat,” ujarnya. Ia juga menunjukkan bahwa susu bantal yang diminum siang hari tidak disimpan di tempat dingin meski masa kedaluwarsa masih enam hari lagi. “Kalau yang dimakan pagi tidak ada yang ngeluh, yang makannya siang yang kena,” katanya.

Selain itu, Lela menyebutkan bahwa ada sejumlah siswa lain yang mengeluhkan gejala serupa, tetapi orangtuanya memilih merawat di rumah. Beberapa orang tua memberikan air kelapa muda atau obat di rumah. “Kita enggak bisa apa-apa, orangtuanya yang mau,” ujar Lela.

Pandangan Warga

Budi, warga Kampung Citeureup, Desa Kadungora, yang menunggui anaknya dirawat di puskesmas, juga menyampaikan pandangannya. Menurutnya, makanan MBG tidak bermasalah, tetapi susu bantal kemungkinan besar menjadi pemicu keracunan.

“Biasanya kan susu bantal begitu disimpan di pendingin. Ini lama tidak disimpan di pendingin sepertinya,” kata Budi. Meski begitu, ia menilai program MBG tetap bermanfaat bagi keluarga. “Anak-anak sih sebenarnya suka, uang jajan jadi bisa ditabung, tapi ini musibah,” katanya.

Dampak dan Tindakan

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru dan orang tua siswa. Mereka mulai mempertanyakan proses pengadaan dan penyimpanan makanan serta minuman dalam program MBG. Selain itu, tindakan pencegahan seperti pengawasan lebih ketat terhadap penyimpanan makanan dan minuman perlu diperkuat agar tidak terulang kembali.

Program MBG sendiri bertujuan untuk meningkatkan gizi siswa dan membantu keluarga dalam menghemat biaya. Namun, kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan pemantauan terhadap kualitas makanan dan minuman yang disajikan.

Kesimpulan

Keracunan yang terjadi di Kecamatan Kadungora menunjukkan bahwa penanganan makanan dan minuman dalam program MBG perlu diperhatikan lebih lanjut. Guru dan orang tua siswa harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua makanan dan minuman yang disajikan aman dan layak dikonsumsi. Dengan demikian, program MBG dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi siswa dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal