ISF 2025 Torehkan Investasi Hijau Rp 278,33 Triliun
2 mins read

ISF 2025 Torehkan Investasi Hijau Rp 278,33 Triliun

Peran Penting ISF 2025 dalam Mendorong Pembangunan Berkelanjutan

Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 yang berlangsung pada 10-11 Oktober 2025 berhasil mencatatkan pencapaian penting dalam memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Dalam ajang ini, sebanyak 18 nota kesepahaman (MoU), komitmen investasi, dan letter of intent (LoI) senilai Rp 278,33 triliun atau setara dengan US$ 17,4 miliar telah terjalin. Komitmen tersebut mencakup kerja sama dalam pembangunan fasilitas Waste to Energy (WtE) di 33 kota dengan nilai investasi sebesar Rp 90 triliun.

Selain itu, MoU strategis lainnya juga mencakup solusi biopackaging, geotermal, hidrogen hijau, serta dekarbonisasi di sektor maritim. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah Indonesia dalam mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau dan ramah lingkungan.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan, menyampaikan bahwa tema ISF 2025, “Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World”, mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjadi pusat regional dalam mendukung agenda iklim global. Menurutnya, sustainability bukan lagi sekadar pilihan, tetapi fondasi utama untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045 serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif.

Sumber Daya Alam dan Potensi Solusi Iklim

Nurul Ichwan menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk nikel, tembaga, bauksit, hingga rumput laut, yang memiliki nilai ekspor dan daya saing tinggi. Pemerintah terus mengembangkan hilirisasi industri dari komoditas-komoditas ini untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam solusi iklim melalui teknologi carbon capture and storage (CCS). Negara ini memiliki kapasitas penyimpanan karbon tidak kurang dari 577 gigaton, salah satu yang terbesar di dunia. Teknologi ini dapat menyimpan emisi karbon domestik maupun luar negeri selama lebih dari 200 tahun, sehingga menjadikan Indonesia sebagai pusat CCS di Asia.

Sinergi Antarpemangku Kepentingan

ISF 2025 diselenggarakan oleh tiga pihak utama, yaitu Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kadin Indonesia. Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menyatakan bahwa ISF 2025 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia adalah penggerak kolektif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Rachmat, sinergi antara pemangku kepentingan sangat penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang konkret. Melalui kolaborasi lintas sektor, Indonesia mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta mengumpulkan para pemimpin dan inovator untuk berinvestasi dalam kehidupan yang lebih baik.

Platform untuk Komitmen dan Aksi Nyata

ISF 2025 menjadi platform yang mengubah dialog menjadi komitmen dan visi serta aksi kolektif. Forum ini berhasil menarik lebih dari 10.000 partisipan, termasuk 129 pembicara ahli dari dalam dan luar negeri. Beragam sesi diskusi dan dialog tematik membahas isu-isu strategis seperti ketahanan air, produktivitas pertanian, ekonomi biru, nol emisi karbon, iklim dan perdagangan global, pengelolaan sampah, transisi energi baru, serta udara bersih.

Forum ini tidak hanya menjadi wadah untuk berbagi ide, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal