Gim Indonesia Menang di Kuala Lumpur
Penghargaan untuk Gim Indonesia di Kuala Lumpur
Tiga gim buatan pengembang Indonesia berhasil meraih penghargaan di Kuala Lumpur, Malaysia. Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menyampaikan bahwa dari lima kategori yang dipertandingkan, tiga di antaranya dimenangkan oleh pengembang lokal. Ia menilai hal ini menjadi bukti bahwa industri gim Indonesia sudah sangat siap dari segi kualitas dan kemampuan industri, hanya perlu sedikit dorongan tambahan dari para pemangku kepentingan agar semakin matang.
Shafiq menekankan bahwa AGI akan terus mendukung pengembang muda seperti Misha serta memperkuat kerjasama dengan pemerintah dalam memajukan industri gim nasional. Menurutnya, AGI berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. Tujuannya adalah untuk menjadi jembatan bagi para pemangku kepentingan yang ingin berkolaborasi atau masuk ke industri gim di Indonesia.
Kualitas gim karya pengembang lokal kini sudah mampu bersaing di pasar global, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Shafiq menyebutkan bahwa peserta pameran di sana, bahkan dari tingkat pelajar pun sudah bisa bersaing dengan pasar global, khususnya pasar Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa karya-karya gim Indonesia kini tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga digemari oleh jutaan pemain internasional.
[GAMBAR-0]
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa popularitas gim buatan pengembang Indonesia di kalangan pemain internasional menjadi sorotan dalam Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025 di Bali. Ajang tahunan ini mempertemukan ratusan pengembang lokal dengan penerbit, investor, dan media global. Di tengah ketatnya persaingan industri gim global, Meutya mengajak generasi muda untuk berpikir kreatif, berinovasi, dan bekerja keras dalam melahirkan karya-karya gim berkualitas.
Menurut Meutya, dengan semangat generasi muda untuk berkarya, Indonesia akan menjadi pusat industri kreatif digital di kawasan Asia Tenggara. Generasi muda atau Gen Z menjadi faktor penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat industri kreatif digital di kawasan ASEAN, tempat berkumpulnya talenta, teknologi, dan investasi untuk menghasilkan karya-karya berkelas dunia.
[GAMBAR-1]
Meutya menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung ekosistem gim nasional melalui rangkaian kegiatan IGDX dan platform Garuda Spark Innovation Hub yang baru saja diluncurkan di Kota Bandung dan Jakarta. Ia mengajak seluruh pengembang gim untuk menjadi bagian dari Garuda Spark Innovation Hub yang akan menghubungkan seluruh pemangku kepentingan industri kreatif digital dalam satu wadah. Dengan kolaborasi yang lebih kuat, diharapkan industri gim Indonesia dapat terus berkembang dan menciptakan karya-karya yang mampu bersaing di pasar global.
