Penjualan Mobil Eropa di RI Siap Melaju Kencang Mulai 2027, IEU-CEPA Jadi Pemicu
3 mins read

Penjualan Mobil Eropa di RI Siap Melaju Kencang Mulai 2027, IEU-CEPA Jadi Pemicu

Perjanjian Dagang IEU-CEPA Diharapkan Berdampak Positif pada Pasar Mobil Premium di Indonesia

Pasar mobil premium di Indonesia diharapkan dapat mengalami pertumbuhan berkat adanya kesepakatan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa, yaitu Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian ini dianggap sebagai langkah penting yang dapat memengaruhi sektor otomotif, khususnya untuk mobil-mobil segmen premium.

BMW Astra, salah satu perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia, menyambut baik potensi dari IEU-CEPA. Chief Executive BMW Astra, Sanfrantis Tanu, mengungkapkan bahwa pihaknya masih dalam proses mempelajari detail aturan teknis dari perjanjian tersebut. Saat ini, pemerintah Indonesia dan Uni Eropa masih dalam tahap penggodokan skema kerja sama yang akan mulai berlaku pada 2027.

“Kami belum tahu bagaimana pasal-pasal detailnya nanti. Memang isunya adalah kemudahan dalam hal tarif impor barang dari Eropa. Namun, barang apa saja yang termasuk dalam kategori tersebut serta besaran tarifnya masih belum jelas,” ujarnya.

Perjanjian IEU-CEPA diperkirakan akan memberikan manfaat signifikan bagi ekspor barang dari Uni Eropa ke Indonesia. Dalam waktu lima tahun, tarif hingga nol persen akan diberikan untuk 96% barang yang diekspor UE ke Indonesia. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan ekspor UE ke Indonesia sebesar minimal 30%, atau sekitar €3 miliar.

Salah satu bidang yang akan mendapat manfaat besar adalah sektor otomotif. Tarif untuk mobil buatan Uni Eropa akan diturunkan dari 50% menjadi 0% dalam lima tahun. Sementara itu, bea masuk untuk mesin dan peralatan elektronik juga akan turun dari 30% menjadi 0% mulai 1 Januari 2027.

Dengan penurunan tarif impor tersebut, BMW Astra berharap pasar mobil premium di Indonesia bisa menjadi lebih terjangkau bagi konsumen, terutama kalangan muda. “Ya, kami berharap jika ternyata ada kemudahan dalam hal tarif yang sangat rendah. Semoga nanti pasarnya bisa tumbuh lebih cepat dan anak-anak muda bisa memiliki mobil premium,” kata Sanfrantis.

Namun, kondisi pasar otomotif domestik saat ini masih menunjukkan penurunan. Data Gaikindo mencatat bahwa penjualan wholesales mobil di Indonesia pada Januari-Agustus 2025 sebanyak 500.951 unit, turun 10,6% dibandingkan periode yang sama pada 2024. Penjualan ritel pun ikut menurun sebesar 10,7% menjadi 522.162 unit.

Di tengah situasi ini, BMW Astra memilih untuk tidak melakukan ekspansi jaringan dealer secara besar-besaran. Sampai saat ini, perusahaan telah memiliki 10 cabang dealer yang tersebar di berbagai wilayah seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, hingga Denpasar.

“Kondisi pasar otomotif tahun ini cukup berat. Kami akan fokus pada cabang-cabang yang sudah ada saat ini,” tambah Sanfrantis.

Tantangan dan Peluang di Sektor Otomotif

Meskipun pasar sedang melemah, BMW Astra tetap optimis dengan potensi dari IEU-CEPA. Perusahaan berharap perjanjian ini dapat membantu meningkatkan daya saing industri otomotif di Indonesia, khususnya untuk mobil premium. Selain itu, kebijakan tarif yang lebih rendah diharapkan mampu mendorong permintaan dari konsumen.

Beberapa data penjualan dari BMW sendiri menunjukkan bahwa meski pasar secara keseluruhan menurun, perusahaan masih mampu menjaga posisinya. Pada Januari-Agustus 2025, penjualan wholesales BMW mencapai 980 unit, sementara penjualan ritel sebanyak 1.537 unit.

Dengan adanya IEU-CEPA, BMW Astra berharap dapat memperluas akses pasar dan meningkatkan jumlah pelanggan. Kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap industri otomotif nasional secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung bersama kami, dapatkan kupon diskon untuk isi ulang game murah! Nikmati fitur menarik kami:

0

Subtotal