Pisang Lokal Bareng Nganjuk Jadi Produk Unggulan, PITA EMAS Tawarkan Solusi Inovatif
Program PITA EMAS: Mendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan dan Pencegahan Stunting
Program Pisang dan Ternak Ayam bertajuk Ekonomi Mandiri Atasi Stunting atau disingkat PITA EMAS digelar di Balai Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Program ini merupakan bagian dari Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) – Kemendiktisaintek.
Inisiatif pemberdayaan perempuan yang digagas oleh dosen Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri ini menyasar siswa Sekolah Perempuan SAPA MAMA untuk mengolah pisang lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti soft cookies, tepung pisang, dan snackbar sehat. Tujuannya tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan desa, tetapi juga mendukung upaya pencegahan stunting melalui peningkatan gizi keluarga.
Tiga dosen penggagas program, yaitu Dianti Ias Oktaviasari, S.KM., M.Kes., Mia Ashari Kurniasari, S.ST., M.P.H., dan Dr. Reny Nugraheni, S.KM., MM., M.Kes., SH., turut hadir dan mendampingi langsung pelatihan. Acara dibuka dengan sambutan dari tim PKM IIK Bhakti Wiyata, Ketua PKK Desa Bareng, dan Bidan Desa Bareng.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan peralatan produksi kepada Ketua PKK Desa Bareng sebagai bentuk dukungan dari dana hibah DPPM Kemendiktisaintek Tahun 2025. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi warga untuk memproduksi olahan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Sebelum praktik dimulai, peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Mereka juga menerima leaflet panduan berisi resep dan langkah-langkah pembuatan, lengkap dengan barcode interaktif yang terhubung ke panduan digital.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang pelatihan. “Kami jadi tahu cara membuat produk dari pisang yang bisa dijual. Rasanya ingin langsung mulai usaha,” ujar salah satu siswa SAPA MAMA.
Ketua SAPA MAMA sekaligus Kepala Desa Bareng, Ibu Dwi Linda Puji Ardita, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Program ini sangat baik. Dampaknya terasa langsung bagi UMKM Desa Bareng, terutama dari hasil pengolahan pisang yang kini bisa jadi produk unggulan dan bisa digunakan untuk camilan balita sehingga bisa meningkatkan asupan gizinya,” tuturnya.
Produk seperti banana soft cookies, tepung pisang, dan snackbar sehat kini siap dipasarkan dan diharapkan menjadi ikon baru Desa Bareng. Lebih dari itu, pelatihan ini menjadi simbol kemandirian perempuan desa dalam membangun ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan adanya program ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
